
32 ๐น
" Sebenarnya ada apa ini Purnama, lebih baik kamu jelaskan dulu pada Om dan Tante, kalau masalah marah atau tidaknya tergantung apa yang akan kamu ceritakan kepada kami, kalau sekiranya itu sangat menyakitkan dan membuat kami merasa tidak nyaman dengan sikap mama dan papa tirimu, Om mungkin akan ambil tindakan untuk mereka berdua, tapi kalau seandainya mereka memang tidak keterlaluan mungkin Om akan memahaminya, setidaknya Om akan berbicara dengan mamamu biar bagaimanapun Kamu adalah anaknya satu-satunya yang tidak membencinya. Walaupun dia sudah menikah kembali dan mempunyai anak lagi serta memiliki kasih sayang yang berbeda antara kamu dan kedua adikmu." ucap pak Innova dianggukan oleh istrinya.
Dr Purnama pun menghela nafasnya dengan panjang dia sebenarnya merasa bimbang untuk menceritakan semuanya takut kalau tantenya itu akan marah dengan mamanya, namun kalau tidak diceritakan kepada mereka Om dan tantenya itu tidak akan pernah mengetahui kalau anaknya masih hidup dan mungkin anak mereka yang sudah sebesar Anggara keluarga pasien yang ada di rumah sakit tersebut.
" Ada apa Purnama, katakan pada Om dan Tante." ucap pak Innova sembari menatap keponakannya itu dengan tatapan penuh tanda tanya Besar di kepalanya.
" Baiklah Om, Purnama akan menceritakan semuanya."
Dr Purnama menghela nafasnya dengan panjang.
" Bukan masalah Purnama Om, tapi masalah Anak Om yang dikatakan sudah tiada itu, Anak Om dan Tante yang dikatakan oleh Mama sudah tiada ternyata masih ada dan dia masih hidup."
Mendengar ucapan Purnama mereka berdua pun terkejut.
" Apa?? Apakah kamu tidak bohong Purnama ?" Tanya Pak Innova sembari menatap sang keponakan dengan lekat mencari kebenaran di mata sang keponakan yang ditemukannya memang kenyataan kalau keponakannya itu berkata jujur.
" Iya Om, anak Om sebenarnya masih hidup, Mama yang merencanakan penculikan anak Om beberapa tahun yang lalu karena saat itu...." Dr Purnama pun menceritakan semuanya kepada Pak Innova dan istrinya, semua yang didengar oleh dr Purnama Di saat dia berkunjung ke rumah sang mama, dia mendengarkan pembicaraan Mamanya itu dengan papa tirinya dan mereka juga merasa bingung untuk mencari laki-laki yang telah membawa anak Omnya tersebut.
Pak Innova dan istrinya pun tidak bisa berkata apa-apa, Dia hanya bisa mengucap syukur karena mendengar berita kalau sang anak masih hidup bertahun-tahun lamanya mereka mencari namun tidak ada titik terangnya.
" Pah! anak kita, anak kita masih hidup!" ucap sang istri terlihat air matanya lolos dari kedua bening bola matanya tersebut karena mendengar berita bahagia tersebut.
Pak Innova hanya menganggukkan kepalanya dia tidak bisa berkata apa-apa hanya di hatinya merasa senang sekali walaupun dia hanya mendengarkan kabar, kalau anaknya itu masih ada, semua yang dilakukan sang adik hanya ingin mendapatkan kekayaan yang dimilikinya sehingga dia harus menghilangkan penerus keluarga Rahadian.
" Tapi di mana kita akan mencarinya, kita tidak ada tanda-tanda ataupun ciri-cirinya agar kita bisa bertemu kembali dengannya, bahkan laki-laki yang dikatakan Frida itu tidak kita kenal siapa dia."
" Oh ya Om, aku melihat seseorang yang mirip sekali dengan Om bahkan aku juga berbicara dengannya tapi sayangnya dia tidak mengenali keluarga Rahadian."
" Di mana kamu melihatnya?" tanya Bapak Innova.
" Rumah sakit kamu?"
Dr Purnama pun menganggukkan kepalanya.
" Dia adalah keluarga pasien adiknya mengalami kecelakaan sekarang masih dirawat di rumah sakit, kalau mau bertemu dengannya di rumah sakit, biar Om buktikan sendiri semirip apa dia dengan om."
Dr Purnama tidak tahu kalau Om dan Tantenya itu sudah pernah bertemu dengan Anggara.
" Baiklah sekarang kita menuju ke rumah sakit kamu, Om akan membuktikan siapa dia sebenarnya semirip apa dia dengan Om."
" Tapi sayangnya kalau kita berangkat sekarang dia tidak ada di rumah sakit."
" Kenapa?"
" Karena dia bekerja sore baru dia pulang untuk menemui ibu dan adiknya, Dia adalah anak pertama setelah ayahnya meninggal dunia, dia jadi tulang punggung keluarganya."
Pak Innova menghela nafasnya dengan panjang
" Bagaimana kalau kita menunggu di ruangan Purnama aja Pah biar kita bisa melihatnya lebih cepat, aku sudah tidak sabar ingin melihat dia, karena bertahun-tahun aku sudah menanggung rasa rindu dengan anakku, aku berpikiran kalau dia memang masih hidup, makanya aku tidak percaya dengan omongan Frida."
Dr Purnama menghela nafasnya.
" Maafkan Tante ya Purnama, karena sebenarnya Tante memang membenci ibu kamu, semua kunci akar permasalahan ini adalah ibu kamu, sehingga dia memisahkan anak Tante dengan Tante selama ini, mungkin akan lebih sulit lagi untuk Tante dan Om mendekatkan diri pada anak itu nantinya, kalau benar Dia adalah anak kami karena sudah bertahun-tahun lamanya dia pasti lebih dekat dengan keluarganya sekarang, walaupun sebenarnya kami berdua adalah orang tua kandungnya."
Dr Purnama pun menganggukkan kepalanya dia menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam.
" Benar apa yang dikatakan oleh tante Tia, akan sulit mengakrabkan diri dengan anak yang sudah hilang beberapa tahun yang lalu." gumamnya.