
50 ๐น
" Siapa laki-laki itu nak bolehkah Ayah tahu?"
" Dia adalah Security di kantor kita."
" Hah? Security di kantor kita? Security di kantor kita banyak siapa salah satunya?"
" Anggara Yah."
Mendengar ucapan dari anaknya tersebut Bu antik dan Pak Burhan pun tersenyum, awalnya mereka terkejut tapi kemudian mereka pun mengukir senyum di wajahnya, walaupun Anggara berprofesi sebagai seorang Security tapi sikap dan sopan santun yang sangatlah baik di mata Pak Burhan dan Bu Antik.
" Itulah yang membuat kamu mau dijemput olehnya, itu juga yang membuat kamu merasa senang naik motor bersama dengannya?" Tanya Bu Antik lagi dianggukan oleh Arumi.
" Ayah tidak menyangka kalau pilihan kamu itu sangatlah tepat, karena penilaian Ayah Anggara adalah anak yang baik dia juga sangat sopan terhadap orang yang lebih tua darinya, jangankan yang lebih tua yang lebih muda darinya juga dia tidak pernah menganggap dirinya itu tua, yang harus dihormati tapi dia juga menghormati yang lebih muda darinya, Ayah tidak mengira selama ini kamu menaruh hati padanya, Ayah kira kamu hanya meminta tolong padanya untuk mengantar jemput dirimu saat pulang dan berangkat bekerja."
Mendengar ucapan Pak Burhan, Arumi pun tersenyum. Dia kemudian mendekati ayahnya dan memeluk ayahnya dengan penuh kasih dan sayang pak Burhan membalas pelukan anak semata wayangnya itu.
" Terima kasih Yah atas kepercayaannya, karena Ayah tidak membedakan kaya dan miskin di mata Ayah sangatlah sangat tidak berbeda, Arumi bangga memiliki ayah dan bunda tapi Arumi tidak tahu apakah Anggara menyukai Arumi, karena Arumi tidak ingin mengatakan lebih dulu pada Anggara."
Pak Burhan hanya mengusap kepala anaknya tersebut sembari berkata.
" Jika dia jodohmu tidak akan lari ke mana, semua sudah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasaz kamu tinggal menjalaninya dia pasti akan mengetahui kalau kamu memang menyukainya." Ucap pak Burhan, Arumi pun menganggukkan kepalanya, Ibu Antika pun hanya bisa mengusap kepala anaknya tersebut, mereka larut dalam kebahagiaan kecil yang mereka ciptakan itu.
***
Anggara yang ada di rumah sakit berpamitan pada sang ibu untuk berangkat bekerja, karena giliran Anggara saat malam tiba, Setelah dia berpamitan pada ibunya itu dia pun kemudian melajukan kendaraan roda duanya menuju ke arah kantor NA grup karena malam ini adalah giliran Anggara untuk bekerja berjaga, sesampainya di kantor NA grup dia memarkirkan motor pribadinya itu dan menuju ke kantor satpam di mana 2 rekannya sudah berada di sana.
" Maafkan aku ya karena sedikit terlambat, tadi dijalan mengalami kemacetan."
" Tidak apa-apa Anggara, kami juga baru sampai." ucap salah satu rekannya dianggukan oleh rekan yang lain, Mereka pun kemudian melakukan pekerjaannya sesuai dengan aturan yang ada di kantor tersebut.
" Anggara, kamu tahu nggak kalau Nona Bos sekarang terlihat berubah."
" Maksudnya berubah bagaimana ? "
" Dulu kan dia bersifat jutek, arogan, sombong dan angkuh, dia tidak bisa salah sedikit sama orang lain, selalu saja dia yang merasa benar tapi saat ini Dia terlihat sangat berubah tidak seperti sikapnya yang arogan itu." ucap salah satu rekan kerja yang bernama Dedi, Anggara hanya tersenyum saja, sembari memperhatikan layar kamera yang ada di depannya itu.
" Mungkin perasaan kamu saja, sebenarnya dia itu memang baik kok orangnya."
" Tapi aku tidak menyangka kalau Anggara kamu yang dipilihnya untuk mengantarkan dia pulang ke rumah menggunakan roda dua, biasanya orang kaya tidak mau berpanas-panasan, tapi ini menyatakan dia menyukai kamu."
Mendengar ucapan temannya itu Anggara pun terkejut dia menatap lekat ke arah teman kerjanya itu, kemudian dia tersenyum.
" Kamu ini apa-apaan sih, mana ada seorang bos jatuh cinta pada Security, Ya siapa tahu aja my love my security, cintaku berlabuh di hati security." ucapnya sembari tertawa, Anggara pun hanya tersenyum, Dia kemudian merasa tidak menentu mendengar ucapan dari rekan kerjanya itu, dia kemudian bergumam di dalam hatinya.
" Apa benar dia menyukai aku,? Kalau memang dia benar-benar menyukai aku, berarti perasaanku selama ini sudah bersambut di hatinya, Astaga Anggara, itu kan hanya perkiraan temanmu saja, sadar Anggara! Kamu hanya seorang security." ucapnya sembari tersenyum.
" Kenapa kamu tersenyum Anggara, Apakah ada sesuatu di dalam TV pengintai itu?"
Anggaran terkejut dengan teguran rekan kerjanya itu.
" Tidak ada kok, aku cuma teringat akan kata-kata kamu tadi aja."
" Udah nggak usah dipikirin itu cuma candaan aja." ucap salah satu temannya yang bernama Joni.
" Eh Joni jangan salah, siapa tahu memang benar Nona Bos jatuh cinta pada security-nya sendiri hehehe."
Mereka pun kemudian tertawa pelan dan kembali dengan pekerjaannya lagi, sedangkan Angara masih memikirkan apa yang dikatakan kedua rekannya itu.