My Love My Security

My Love My Security
BAB 33



33๐ŸŒน


Di kantor NA Group... Pekerjaan Arumi pun selesai dia kemudian keluar dari ruangannya melangkah menuju ke arah lift yang membawa dia turun ke bawah, di lantai lobby dia bertemu dengan Anggara dia tersenyum dengan Anggara membuat Anggara pun merasa tidak menentu karena Anggara mendapatkan senyuman dari Nona Bosnya itu yang biasanya bersikap jutek padanya.


" Anggara bisakah kamu mengantarkan aku pulang?" Tanya Arumi meminta Anggara untuk mengantarkannya pulang, Anggara pun terkejut karena tidak biasanya Nona Bosnya itu langsung meminta diantarkan olehnya.


" Kenapa kamu terkejut? Kamu tidak usah terkejut karena ini adalah permintaanku murni."


" Tapi Nona? Apakah mau Nona saya antar pulang bersama dengan saya?"


Arumi menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Nona Saya akan mengambil kunci mobil kantor dulu."


" Tidak usah Anggara!"


Anggara pun merasa heran dengan ucapan Arumi.


" Kamu menggunakan motor pribadi kamu kan?"


Anggara mengangguk...


" Kamu bisa mengantarkan aku dengan motormu itu menuju ke rumahku."


" Tapi Nona? Nona kan Bos saya, masa mau ikut sama saya menggunakan motor pribadi saya itu, motor itukan jelek Nona, nanti Nona kepanasan."


" Tidak apa-apa, itu keinginan Aku kok."


" Tapi kenapa dengan mobil pribadi Nona Arumi ? "


Arumi menghela nafasnya dengan panjang dia tidak mau mengatakan kepada Anggara karena mobilnya tersebut tidak merasa nyaman dia gunakan, dia takut terjadi apa-apa dengannya, apalagi dia baru saja bertengkar dengan Brandon.


" Biarkan saja mobil itu berada di kantor, aku akan menelpon montir untuk memeriksa mobilku, kalau kamu tidak keberatan sekarang kita berangkat."


" Baik Nona!"


Kemudian Anggara pun mengambil jaketnya karena waktunya memang sudah tiba untuk pulang kerja dia langsung menggunakan jaket tersebut dan langkah menuju ke arah parkiran menaiki motor pribadinya itu dan Arumi langsung duduk di belakangnya, semua mata tertuju pada Arumi dan mereka semua saling pandang satu sama lainnya, karena tidak seperti biasanya Arumi mau menggunakan roda dua, Anggara pun membawa Arumi meninggalkan kantor menuju ke arah rumah pribadi Arumi, tepatnya rumah kedua orang tuanya.


Awalnya Arumi berpegangan di pundak Anggara, setelah jauh dari kantor pribadinya itu Arumi pun kemudian meletakkan tangannya di pinggang Anggara, Anggara terkejut dia lalu menatap tangan mulus Arumi itu, walaupun sebenarnya perasaannya kurang nyaman, karena seorang Security membawa seorang Nona cantik dimana Nona tersebut adalah Bosnya di tempat bekerja, namun Anggara tidak bisa untuk mencegah Nona Bosnya tersebut berpegangan padanya, karena dia tidak ingin membuat Nona Bosnya itu tersinggung, dia pun terus melajukan motor pribadinya itu dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah Nona Bosnya itu.


" Bolehkah Aku bertanya padamu Anggara?"


" Ya Nona, mau bertanya apa?"


" Tidak usah panggil aku Nona kalau di jalan, karena ini tempat umum. Kamu bisa panggil aku Arumi saja."


" Ya udah terserah kamu kalau kamu mau memanggil aku seperti itu."


" Apa yang ingin Nona tanyakan dengan saya?"


" Kamu membawa ku seperti ini menggunakan roda dua kamu apa ada yang marah ?"


" Tidak ada Nona, siapa yang marah pada saya, karena saya adalah laki-laki biasa, tidak punya apa-apa, hanya modal dengkul aja. hehehe ..."


Arumi pun tersenyum, walaupun tidak dilihat oleh Anggara, karena dia fokus menatap ke arah depan.


" Saya malah yang takut kalau berboncengan sama Nona, nanti kekasih Nona salah paham pada saya."


" Kekasih? Saya tidak punya kekasih."


" Laki-laki yang kemarin pernah ke kantor?"


" Laki-laki yang mana?"


" Saya dikasih tahu sama Pak Wawan, kalau itu adalah kekasihnya Nona, Saya takut nanti kalau ketemu karena saya sudah berani membonceng Nona seperti ini, dia pasti marah pada saya."


" Kamu tidak usah khawatir, karena aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya, jadi aku bebas mau ke mana saja, dia sudah menyakitiku dia sudah berselingkuh di belakangku bersama dengan sahabatku sendiri, saat itu dia ingin mencelakaiku, tapi sayang niatnya itu tidak terlaksana karena pertolongan dari Neni Adik kamu, Oh astaga, Aku terlalu banyak bercerita." ucapnya.


" Tidak apa-apa Nona,.."


Kemudian hening tidak ada pembicaraan di atas motor tersebut, beberapa saat kemudian motor itu pun berhenti di sebuah rumah mewah.


" Kenapa kamu hanya berhenti di depan rumahku? kenapa aku tidak kamu antar sampai dalam?"


" Baiklah Nona." ucapnya kemudian melajukan kembali motornya masuk ke dalam halaman rumah tersebut, Arumi lalu turun dari motor Anggara dan Anggara pun ikut turun dari motornya, Dia kemudian menundukkan kepalanya dia masih sopan dan hormat kepada Ibu bosnya tersebut.


" Kamu tidak masuk dulu?"


" Maafkan saya Nona, karena saya mau ke rumah sakit segera untuk menggantikan menjaga Adik saya, karena adik dan ibu saya mau pulang dulu ke rumah."


" Baiklah terima kasih...


" Sama-sama Nana..."


" Assalamualaikum..."


" Waalaikumsalam..."


Kemudian Anggara pun melajukan kembali motornya menuju ke arah rumah sakit di mana adiknya di rawat, Arumi pun tersenyum dia merasa senang dan merasa lega dan rasanya pun tidak menentu di saat bersama dengan Anggara, Dia kemudian melangkah memasuki rumahnya tersebut dengan hati yang bahagia dan berbunga-bunga.