My Love My Security

My Love My Security
BAB 06



06 ๐ŸŒน


Keesokan paginya tepat jam 04.00 subuh Anggara bangun seperti biasanya dia melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama dengan dua orang adiknya dan ibunya, setelah sholat subuh Anggara tidak lupa membaca Ayat suci Alquran bersama sang adik sambil menunggu waktu pagi menjelang.


Sedangkan sang Ibu seperti biasa menyiapkan sarapan untuk mereka setiap pagi.


Setelah itu Anggara merapikan alat Sholatnya dan menyuruh kedua adiknya untuk segera memakai pakaian sekolah, Anggara memiliki dua orang adik satu perempuan dan satu laki-laki, adiknya yang perempuan bersekolah di Sekolah menengah Atas dan duduk di kelas 11 dan adik laki-lakinya duduk di bangku Sekolah menengah pertama di kelas 9 setiap pagi Anggara membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan paginya dia tidak melepaskan kegiatan itu, Walaupun dia memiliki adik perempuan, Anggara bisa dikatakan sebagai kakak laki-laki yang serba bisa.


" Kamu berangkat kerja hari ini jam berapa nak?"


" Anggaran dari rumah jam 07.00 Bu."


" Langsung ke kantor Paman kamu.?"


" Tidak Bu, Anggara perginya barengan sama paman, karena Anggara belum tahu harus ngapain sampai di sana, tapi menurut keterangan Paman setelah sampai di kantor Paman, nanti harus bertemu dengan pimpinan utamanya terlebih dahulu, baru Anggara tahu, Anggara ditempatkan di mana kata paman."


" Semoga saja kamu betah bekerja ya nak."


" In sya Allah Bu, Anggara pasti betah, Karena sekarang mencari pekerjaan itu sangatlah sulit bu." Ucapnya tersenyum.


Ibu Ningsih hanya tersenyum sembari tangannya mengerjakan pekerjaan membuat sarapan nasi goreng untuk mereka santap di pagi hari ini, setelah semuanya sedia Mereka pun kemudian duduk bersama-sama di meja makan dan menyantap sarapan yang sudah dibuat oleh sang ibu, beberapa saat mereka menyantap sarapan itu tanpa suara dan hanya sendok dan garpu saja yang menimbulkan bunyi karena saling bersentuhan, setelah selesai mereka sarapan Anggara pun bertanya pada sang adik.


" Hari ini kamu pulang jam berapa Neni.?"


" Karena hari ini ulangan kayaknya aku pulangnya cepat Kak."


" Kalau pulang cepat jangan lupa jemput Nino ya, karena kakak mungkin nggak bisa jemput Nino."


Neni menganggukkan kepalanya.


" Kalau kamu sudah pulang sekolah kalian cepet pulang ke rumah bantu ibu di rumah karena pesanan kue banyak." ucap Anggara berpesan pada sang adik.


Kakak beradik itu hanya menganggukkan kepalanya.


Kedua orang tuanya sukses mendidik ketiga orang anaknya tersebut yang sangat menurut dan patuh dengan kata-kata Kakak dan ibunya itu, serta hormat pada orang yang lebih tua.


" Kalau kalian berdua setelah pulang sekolah capek, Ibu tidak apa-apa bekerjanya sendiri, kalian istirahat aja setelah pulang sekolah, karena tugas kalian itu belajar."


" Tidak apa-apa kok ibu, belajar kan bisa nanti malam, setelah pulang sekolah kan bisa kami bantu ibu, pesanan kue ibu kan banyak, Alhamdulillah karena bu RT mempromosikan kue Ibu." Ucap Neni sangat bersyukur sekali karena kue Ibu sangat diminati saat ini.


" Neni janji setelah pulang sekolah Neni akan cepat pulang menemani Ibu memasak kue dan waktunya nanti pulang Nino, Neni akan jemput, Oh ya Nino kamu pulangnya jam berapa.?" Tanyanya pada sang Adik.


" Nino pulang jam 11.00 Kak, karena katanya hari ini cuman ada perlombaan aja, Kakak nggak usah khawatir kalau Kakak masih membantu ibu di rumah, Nino akan ikut sama teman Nino ataupun nanti Nino akan jalan kaki pulangnya." ucapnya sembari tersenyum dan menyalami kakak beserta ibunya, karena mereka berdua berangkat berbarengan setelah berpamitan dengan Anggara dan ibunya Neno dan Neni pun meninggalkan rumah tersebut menuju ke arah sekolah mereka masing-masing, setelah kepergian kedua adiknya itu Anggara pun kemudian berpamitan pada ibunya, dia langsung menuju ke arah rumah sang paman untuk berangkat bekerja berbarengan karena hari ini hari pertama dia bekerja.


Mereka berdua pun kemudian menuju ke kantor NA group.


Di rumah kediaman pimpinan NA group.


" Arumi, kamu jadikan hari ini berkunjung ke kantornya Ayah, karena hari ini Ayah ingin memperkenalkan kamu dengan karyawan yang ada di kantor."


" Sepertinya tidak pagi ini deh Yah, karena Arumi ada kegiatan lain di luar, Arumi sudah janji dengan Silva mungkin agak siang Arumi akan datang ke kantor ayah."


" Baiklah kalau itu mau kamu, selepas makan siang, Ayah tidak mau ada alasan lagi kamu harus memperkenalkan diri kamu pada karyawan yang lain karena Ayah sudah berjanji pada mereka."


" Arumi akan menepati janji Arumi, setelah makan siang Arumi akan menemui Ayah di kantor Ayah." ucapnya sembari menyalami tangan kedua orang tuanya tersebut, kemudian Arumi pun berpamitan dengan kedua orang tuanya, Arumi lalu melajukan kendaraannya menuju ke kantor kekasihnya tersebut.


Arumi memang sengaja tidak menghubungi Brandon karena dia ingin membuat kejutan pada Brandan, Awalnya dia berjanji akan datang jam 09.00 pagi tapi dia merubah jam tersebut dia datang ke kantor Brandon pada jam 08.00 pagi.


Di ruangan Brandon.


Silva yang bermanja-manja dengan Brandon itu pun protes dengan kehadiran Arumi yang sering dihubungi oleh Brandon.


" Kamu selama ini terlalu sangat perhatian sekali dengan Arumi, tolong di hadapan aku kamu seharusnya biasa saja, jangan terlalu mesra dengan dia, hargai aku dong, biar bagaimanapun Aku sudah memberikan kebahagiaan pada kamu di saat Arumi jauh darimu, jangan kamu sia-siakan waktu yang pernah kita lalui bersama itu begitu saja, setelah kamu bersama dengan Arumi, kamu melupakan aku." ucapnya yang berada di pangkuan Brandon tersebut.


Brandon pun menyentuh Dagu sang kekasih gelapnya itu dengan mesra.


" kamu nggak usah cemburu, karena aku mencintai Arumi dan memberikan kebahagiaan sesaat pada Arumi, itu atas dasar dendam masa laluku."


Silva terkejut karena selama ini Brandon tidak pernah bercerita pada dirinya, Kenapa dia bisa menerima cintanya, Walaupun dia sebenarnya memiliki Arumi.


" Maksud kamu?" tanya Silvia sembari berdiri dari pangkuan Brandon.


" Aku tidak tahu cerita tentang masa lalu kamu, karena kamu tidak pernah menceritakannya padaku, setidaknya kamu bisa menceritakannya sekarang padaku, agar aku juga bisa mengatakan semuanya kepada Arumi sewaktu-waktu Arumi mengetahui hubungan kita di belakangnya."


" Ini tentang saudara laki-lakiku, karena aku harus membalaskan sakit hati saudara laki-lakiku pada Arumi, sebelum aku menghancurkan Arumi, Aku tidak akan melepaskan dirinya dari belenggu cintaku, Dari dulu Aku memang menyukai kamu, bukan menyukai Arumi, tapi karena aku harus membalaskan sakit hati saudara laki-lakiku kala itu aku harus mencintai dia, walaupun sebenarnya aku tidak ada rasa cinta pada Arumi sampai saat ini."


" Saudara laki-laki kamu? makin ke sini aku tidak paham dengan cerita kamu, Kenapa saat ini baru kamu ungkapkan padaku? Kenapa tidak dari dulu.?" Ucapnya sembari menatap lekat kearah Brandon.


Brandon menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian berdiri dari duduknya dan meraih tangan Silva dan membawanya duduk di sofa.


" Ceritanya panjang, aku tidak bisa menceritakannya di saat seperti ini, aku takut nantinya Arumi datang dan melihat kita berada di ruangan ini berdua, dia pasti akan curiga dengan hubungan kita, lambat launnya pasti dia akan tahu, lebih baik kamu tunggu aku di lobby aku akan mencari alasan kalau seandainya Arumi datang dan kamu juga datang ke kantor ini."


" Baiklah, kalau itu mau mau." Ucapnya kemudian dia pun berdiri dari duduknya, saat Silva hendak membuka pintu ruangan Brandan pintu itu pun terbuka dan Arumi melihat Silva berada di ruangan Brandon, mereka sama-sama terkejut.