
42๐น
Arumi memang tidak memperdulikan kendaraannya yang berada di parkiran kantor NA group, dia menghela nafasnya dengan panjang.
" Ada apa dengan mobilmu Arumi, Kenapa kamu tinggalkan mobilmu di kantor dan kenapa kamu bisa ikut Anggara, Kenapa kamu tidak menggunakan mobil pribadi kantor, kamu bisa menyuruh Anggara membawa mobil itu dan motor Anggara bisa ditinggal di kantor." ucap sang Ayah, Arumi menghela nafasnya dengan panjang.
" Arumi tidak tahu Yah, mobil pribadi Arumi saat digunakan Arumi tidak merasa nyaman, Arumi takut terjadi apa-apa dengan mobil Arumi, setelah pertengkaran Arumi dengan Brandon, Brandon sepertinya marah dan dendam pada Arumi, Ayah tahu masalah yang terjadi saat ini adalah Brandon menyalahkan Arumi Atas kejadian kecelakaan yang menimpa seorang laki-laki yang membantu Arumi kala itu, ternyata laki-laki itu adalah saudaranya Brandon ,sampai saat ini saudaranya itu tidak bisa berjalan lagi, itulah yang membuat Brandon marah pada Arumi dan parahnya lagi Brandon memiliki hubungan gelap dengan Silva."
" Astaga... Kenapa bisa terjadi, padahal kan bukan salah kamu, semuanya terjadi begitu saja."
" Itulah yang Arumi katakan kepada Brandan, tapi Brandan tidak mau tau, yang dia tahu hanyalah dia menyalahkan Arumi, saat kejadian itu, mobil Arumi tidak merasa nyaman digunakan Arumi takut terjadi apa-apa, Arumi memang sengaja menyuruh Anggara untuk tidak menggunakan mobil kantor, karena Arumi ingin merasakan jalan di luar tanpa menggunakan mobil ataupun kendaraan tertutup,dan Arumi memilih kendaraan roda dua milik Anggara.
Lagi-lagi kedua orang tuanya pun tersenyum, beberapa saat kemudian terdengar seseorang mengucapkan salam di depan pintu rumah Arumi.
" Assalamualaikum..."
" Waalaikumsalam..."
Mereka semua menatap ke arah pintu, kedua orang tua Arumi berdiri dan langsung menuju ke arah Anggara, Anggara kemudian meraih tangan kedua orang tua yang ada di hadapannya itu, dia kemudian mencium punggung tangannya kedua orang tua Arumi.
Pak Burhan dan istrinya merasa senang sekali, karena sopan santun yang dimiliki oleh Anggara sangat memikat kedua orang tua Arumi, Arumi pun kemudian melangkah mendekati mereka, dia pun langsung meraih tangan Anggara dan mengajaknya untuk segera berangkat, Anggara terkejut dan merasa bergetar di hatinya, saat tangan Arumi menyentuh tangannya, karena Arumi sadar Ia pun langsung melepaskan tangannya dari tangan Anggara, terlihat merah merona di wajahnya pun terlihat jelas, namun dia segera menyembunyikan rasa malunya tersebut.
Mendengar ucapan dari Anggara, Arumi pun menatap ke arah kedua orang tuanya, kemudian mendekatinya dan meraih tangan kedua orang tuanya tersebut, dan mencium punggung tangannya, setelah itu dia pun mengucapkan salam mengikuti Anggara yang mengucapkan salam kepada kedua orang tuanya itu, Arumi pun kemudian mengikuti langkah Anggara dan dia pun naik ke motor pribadinya Anggara, beberapa saat kemudian motor itu pun meninggalkan rumah kediaman orang tua Arumi menuju ke arah kantor NA Group.
" Maaf Nona, apakah Nona tidak kepanasan jam segini keluar rumah menggunakan roda dua ini bersama saya."
" Tidak apa-apa, saya malah senang lagi, saya tidak merasa kepanasan, kalau jalannya sama kamu...( Ups! aku keceplosan) " Arumi menutup mulutnya dengan tangannya. Anggara pun tersenyum mendengar ucapan dari Arumi, dia bergumam di dalam hatinya.
" Sering-seringlah ikut bersama dengan ku seperti ini, karena aku juga merasa senang kalau kamu ikut bersama denganku menggunakan roda dua ini, panas pun tidak terasa aku rasakan membakar kulit tubuh ini, karena yang aku bonceng saat ini AC berjalan, pendingin kulit yang sangat didambakan." Gumamnya di dalam hati sembari mengukir senyum di wajahnya, motornya pun terus melaju dengan cepetan sedang, di saat mereka berhenti di perempatan lampu merah, sebuah mata menatap ke arah mereka dengan tatapan heran bercampur terkejutnya.
" Bukankah itu Arumi ? Kenapa dia menggunakan roda dua, bahkan dia pun berpegangan dengan lelaki itu, apakah dia tidak malu seorang pengusaha muda seperti dia berboncengan dengan seorang Security?!" Ucapnya, siapa lagi kalau bukan Brandon.
Setelah lampu menyala hijau, Mereka pun melajukan kembali kendaraannya, namun di jalan yang sering dilalui mereka kendaraan terlihat agak sepi, mobil Brandon pun mencegah laju kendaraan Anggara dan Arumi.
Anggara pun menghentikan laju kendaraannya tersebut karena posisi mobil Brandon tepat dihadapan motornya, mereka berdua terkejut kemudian mereka turun dari motor, Arumi pun bersuara karena melihat mobil Brandan ada di hadapan kendaraan Anggara.
" Brandan!!" Ucapnya.
Anggara pun menoleh ke arah Arumi.