
18 ๐น
" Aku jujur sebenarnya terkejut saat kamu bicara seperti itu tadi tapi sekarang rasanya sudah tidak ada rasa terkejutku , Aku memang merasa sakit hati, kecewa kesal dan marah dengan mereka berdua, tapi aku tidak langsung untuk labrak mereka."
" Aku tahu kamu pasti akan merasa sakit hati, aku mengetahui hubungan mereka itu sudah lama, aku tahu Dia memiliki hubungan dengan kamu sebagai seorang kekasih karena dia sudah mengatakannya kepadaku, yang aku herannya kenapa dia bisa mencintai wanita lain selain kamu, saat aku tahu aku langsung menyelidikinya ternyata ..." Riana menghentikan bicaranya dia menghela nafasnya dengan panjang, Arumi menatap ke arah Riana.
" Ternyata apa? kamu bisa menceritakannya kepadaku semuanya, tapi apa hubungan kamu dengan Brandon? karena Brandan tidak pernah bercerita sama sekali denganku siapapun orang yang dekat dengannya, ataupun teman yang selalu bersama dengannya, karena selama aku menjalin hubungan dengan dia, tidak pernah dia menceritakan apapun padaku."
" Aku adalah teman kecilnya, Kami akrab sampai saat ini, tapi setelah kehadiran wanita itu dia tidak pernah lagi bersama denganku, Dia memiliki seorang kakak yang sekarang berada di kursi roda."
Arumi pun langsung menoleh ke arahnya.
" Kursi roda? memang kenapa?"
" Aku tidak tahu, yang jelas beberapa tahun yang lalu dia mengalami kecelakaan saat menyelamatkan seorang anak bayi yang berada di dalam kereta dorong."
" Anak bayi yang berada di dalam kereta dorong? jangan-jangan..." Arumi menghentikan ucapannya, Riana pun menatap ke arah Arumi.
" Jangan-jangan apa?"
" Tidak apa-apa kok..."
" Apakah kamu mengetahui tentang cerita saudaranya itu?"
" Aku tidak tahu, apakah itu adalah saudaranya karena waktu itu aku juga pernah mengalaminya kereta dorong keponakan ku juga mengalami seperti apa yang kamu ceritakan itu dan seseorang menolong kami dan saat itu seorang pengendara mobil tidak bertanggung jawab langsung melibas begitu saja dirinya sampai sekarang aku tidak tahu lagi kabar beritanya setelah aku bawa dia ke rumah sakit dia meminta aku untuk meninggalkannya aku sempat bertanya padanya tapi aku tidak dikasih tahu olehnya nama sebenarnya saat itu aku memang mengatakan namaku pribadi padanya."
Riana menghela nafasny dengan panjang, kemudian dia pun mengambil ponsel pribadinya dan membuka sebuah galeri foto yang ada di ponsel tersebut, Dia memberikan sebuah video yang direkamnya saat berada di pantai.
" Lebih baik kamu lihat ini, saat kamu berdua dengannya di pantai aku sempat menhabadikanny.
Arumi pun mengambil ponsel Riana dia melihatnya, dia terkejut dan langsung terasa lemas karena selama ini Brandon sudah membohonginya dan tanpa sepengetahuannya mereka pun memadu cinta begitu mesranya, dia juga tidak menyangka kenapa Silva sahabat sejatinya itu sudah menusuknya dari belakang, seakan-akan di dunia ini tidak ada lagi laki-laki selain Brandon sampai Silva pun menjatuhkan pilihan hatinya pada Brandan, Arumi terdiam, tidak ada sama sekali pembicaraan di antara mereka, Riana mengela nafasnya dengan panjang, kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di tangan Riana.
" Lebih baik aku minta nomor ponselmu aku akan mengirim rekaman ini padamu agar kamu bisa menjadikan rekaman Ini bukti untuk menanyakan kepada mereka, kenapa sampai mereka menghianati kamu, aku pernah bertanya pada Brandan, tapi Brandan tidak pernah mengatakan kepadaku bahkan dia pun berkilah kalau dia Bersama Silva itu memiliki hubungan, sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi dibalik hubungan Silva, kamu dan Brandon." Ucap Riana.
Arumi pun kemudian mengambil ponsel pribadinya dan memberikannya pada Riana agar Riana melihat nomor pribadinya itu.
" Sebenarnya aku tidak ingin mengikut campuri urusan kalian, tapi karena ini menyangkut sahabatku, aku ingin menyelamatkan sahabatku dari apa yang dilakukannya itu, karena perbuatannya itu sudah salah, dia mencintai kamu menyayangi kamu dan mesra bersama denganmu, tapi di belakang kamu dia mencintai wanita lain menyayangi dan mesra di belakang kamu, bahkan kekasihnya itu adalah sahabat kamu sendiri, aku tidak ingin citra sahabatku menjadi jahat, keputusan ada padamu." ucapnya kemudian meninggalkan Arumi begitu saja tanpa ada kata-kata, Arumi hanya terdiam dia membiarkan Riana meninggalkannya, dia menatap lepas kejauh ke arah laut lepas* dia menghela nafasnya dengan dalam, tanpa terasa air matanya pun mengalir, air mata itu mengalir atas pengkhianatan yang sudah terjadi pada dirinya.
" Aku tidak akan gegabah untuk menghakimi mereka berdua."
Arumi menrik nafasnya dengan panjang dia pun kemudian melangkah kembali masuk ke dalam mobilnya dan beberapa saat kemudian mobilnya itu pun meninggalkan tempat itu menuju pulang ke rumahnya, dengan pikiran kecewa, sakit hati dan kesal serta galau di dalam hatinya dia pun terus melajukan kendaraannya tersebut menuju ke arah rumahnya, beberapa saat kemudian mobil yang dikendarainya pun memasuki halaman rumah kediaman keluarganya, dia memarkirkan mobil dengan rapi kemudian dia turun dari mobilnya melangkah menuju ke pintu utama rumahnya tersebut, saat dia masuk ke dalam dia melihat kedua orang tuanya berbicara dengan Brandon, karena saking sakit hati dan kekesalannya dia tidak melihat kalau mobil Brandan sudah terparkir di halaman rumahnya tersebut, Arumi menghela nafasnya dengan panjang dan menatap ke arah Brandon yang tersenyum manis padanya.
" Arumi... Brandon dari tadi menunggu kamu, karena katanya dia tadi baru aja dari kantormu dan di kantor tidak ada kamu, kemudian dia menuju ke rumah ini." Terang sang ayah.
" Oh begitu, baguslah!"
" lho kok bagus sih Nak?" tanya sang ayah.
" Baguslah dia langsung menuju ke rumah ini."
" Memamg kamu datang dari mana?" Tanya Brandon.
" Apa perlu aku jelaskan padamu, aku datang dari mana dan ke mana aja." Ucap ketus Arumi.
" Arumi ! Ada apa ini ?kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Brandon.
" Baiklah! kalau seperti itu kalian bicaralah selesaikan kalau kalian berdua ada masalah." ucap pak Burhan, kemudian dia pun mengajak sang istri untuk meninggalkan mereka berdua, di ruang tengah tersebut.
Mereka berdua melangkah meninggalkan sang anak dan kekasihnya itu
Sepasang suami istri itu pun menuju ke halaman belakang di mana halaman belakang itu ada taman kecil yang memang dikelola khusus untuk bersantai .
" Sayang ada apa dengan mu?" Brandon berdiri sembari duduk di samping Arumi, karena kursi itu terlalu sempit Arumi pun berdiri dan berpindah duduk, membuat Brandan merasa heran.
Brandan kemudian melangkah kembali dan duduk di samping Arumi.
" Ada apa denganmu? Kenapa kamu bersikap seperti ini denganku, baru aja kita bertemu tapi kenapa kamu berubah, apa karena security itu lagi yang membuat kamu merasa hilang kesabaran sampai aku pun kamu buat seperti ini."
" Bisakah kamu pulang sekarang! karena aku ingin menenangkan diri ku! bukan masalah Security ataupun masalah yang lain, karena aku ingin sendiri aja! tolong! kamu mengertilah aku! karena aku capek seharian bekerja di kantor, lebih baik kamu pulang aja nanti aja kita bertemunya!" ucapnya karena perasaannya sudah merasa muak dengan Brandon.
Brandan hanya menghela nafasnya dengan panjang.
" Baiklah! kalau kamu masih ingin beristirahat dan menenangkan diri, kalau kamu sudah merasa tenang hubungi aku segera, Aku akan segera menemui kamu dan mengajak kamu pergi, sebenarnya rencana aku, Aku ingin mengenalkan kamu pada kakakku, karena aku ingin lebih serius lagi dalam menjalani hubungan kita ini."
Arumi hanya menghela nafasnya dengan panjang dia tidak merasa bahagia dengan ucapan Brandan.
" Baiklah sayang, aku pergi dulu." ucapnya kemudian menyentuh dagu Arumi dengan cekatan Arumi menepiskan tangan Brandan.
" Semakin ke sini aku merasa heran dengan Arumi, ada apa sebenarnya ini?" Gumamnya Brandon kemudian dia pun mengusap kepala Arumi, lagi-lagi Arumi menepiskan tangan Brandan.