My Love My Security

My Love My Security
BAB 40



40๐ŸŒน


Di Kediaman Frida...


" Frida katakan dengan kami yang sebenarnya, jangan sampai membuat aku marah denganmu, kalau aku sudah marah denganmu aku tidak bisa melihat kamu lagi sebagai adikku."


" Apa-apaan kamu ini kak, kenapa kamu bisa berkata seperti itu pada istriku, dia tidak salah! Jika seandainya kamu ada disaat istri kamu melahirkan, mungkin kamu akan tahu sendiri kronologinya bagaimana."


" Aku tidak ingin berdebat denganmu! Aku hanya ingin pengakuan dari Frida, karena ini adalah urusan Kakak dan adik, kalau dia mengakui kesalahannya aku akan memaafkan Frida agar dia bisa berubah dan masalah ini tidak kubawa ke pihak yang berwajib, tapi kalau seandainya dia masih tidak mengakuinya Aku tidak akan pernah melihat dia sebagai Adikku lagi, Kamu pasti paham dengan kata-kataku ini, ayolah Frida katakan yang sejujurnya!" ucap pak Innova sembari menatap adiknya tersebut.


Frida menghela nafasnya dengan panjang dia menundukkan kepalanya sembari bergumam di dalam hatinya.


" Apa yang harus aku katakan kepada kak Innova, dari mana sebenarnya dia mengetahui ini semua, aku serba salah ingin berkata jujur pasti Mas Paris akan marah padaku, kalau aku berkata bohong Kak Inova juga akan marah padaku." Gumamnya di dalam hati sembari memainkan jari jemarinya karena pikirannya merasa gelisah.


Kemudian ponsel Pak Innova pun berdering Dia kemudian mengambil ponselnya tersebut melihatlah di layar ponselnya tertera Rumah Sakit Al Insan, karena dokter Purnama menghubungi Omnya itu melalui telepon yang ada di ruangannya itu.


Berhubung Pak Innova berada di rumah Frida dia pun kemudian menjawab panggilan dari dokter Purnama itu tanpa menyebut nama si pemanggilnya.


" Ya ada apa?"


" Om dan Tante bisakah menuju ke Rumah Sakit Al Insan, aku tunggu sekarang karena ini sangat penting sekali ada kabar bahagia yang harus Om dan Tante ketahui."


" Baiklah kami akan segera ke sana." ucapnya kemudian memutus sambungan bicaranya, Dia kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya dia menatap ke arah adiknya dan suaminya, kemudian dia berdiri dan meraih tangan sang istri sembari berucap.


" Kenapa Papa mengajak aku pergi dari rumah Frida, Aku ingin dia mengakui kesalahan dia di hadapanku."


" Itu tidak penting! Kita harus segera menuju ke arah Rumah Sakit Al Insan di mana Purnama menunggu kita."


" Memang ada apa."


" Aku juga tidak tahu, cuma dia mengatakan ada berita yang membahagiakan."


" Apakah anak kita memang benar keluarga dari pasien yang dirawat oleh Purnama?"


" Mudah-mudahan saja."


" Ya Tuhan, kalau memang benar itu, aku sangat bahagia sekali bertahun-tahun aku ingin bertemu dengannya, namun tidak bisa aku meraihnya, walaupun aku tidak mengasuhnya sejak kecil aku sangat berterima kasih sekali pada keluarga yang sudah merawatnya sampai dewasa, aku juga tidak akan memisahkan dia dengan orang tua angkatnya itu, selagi dia merasa nyaman hidup bersama dengan kedua orang tua angkatnya, aku tidak mempermasalahkan itu, yang terpenting dia mengakui aku sebagai Ibunya dan mengakui kamu sebagai ayahnya." ucap bu Tia sembari terlihat wajah bahagia terpancar disenyumnya itu, mobil yang dikendarai oleh sepasang suami istri itu pun memasuki Rumah Sakit Al Insan dia memarkir mobilnya dengan rapi kemudian mereka turun secara tergesa-gesa menuju ke dalam rumah sakit tersebut, dia langsung melangkah menuju ke arah ruangan dokter Purnama tanpa mengetuk pintu ruangan tersebut Pak Innova pun membuka pintu itu di mana dokter Purnama sudah menunggunya.


Dr Purnama yang duduk di sofa ruangannya itu melihat orang yang ditunggunya sejak tadi, dokter Purnama pun berdiri dari duduknya dan meraih kedua tangan sepasang suami istri tersebut dan mencium punggung tangannya itu, dr Purnama pun menyuruh mereka berdua untuk duduk di sofa.


" Ada berita apa Purnama? sehingga kamu mengatakan ada berita bahagia."


" Iya Purnama cepat katakan Nak, ada apa, Tante sudah tidak sabar ingin mendengarnya."


Dokter Purnama pun tersenyum, dia merasa senang sekali melihat Om dan tantenya merasa penasaran dengan berita yang akan diberitahukannya itu.