My Love My Security

My Love My Security
BAB 34



34 ๐ŸŒน


Keluarga Silva sedang bersantai di ruang tengah kedua orang tuanya pun menatap ke arah Silva, karena akhir-akhir ini Silva selalu ada di rumah dan jarang keluar rumah.


Selama pertengkaran yang terjadi di malam itu, Silva tidak sering keluar rumah.


" Kenapa kamu tidak pernah lagi mengajak Arumi ke rumah ini?" Tanya sang mama, Silva hanya tersenyum saja.


" Arumi sibuk Mah, sejak saat dia dinobatkan sebagai pemilik perusahaan NA group dia jarang bertemu denganku "


" Masa iya yang benar.." Ucap sang adik Silvi


Silva menoleh ke arah Silvi sang adik yang tetap menatap ke arah layar televisi yang menyala.


" Kenapa Silvi bisa berbicara seperti itu, memang kamu dan Arumi bertengkar? kalau kamu bertengkar dengan Arumi, kamu sangat keterlaluan dia itu baik banget sama kamu, Dia sudah menganggap Kamu saudaranya sendiri, Papa dan Mama juga dianggapnya seperti orang tua sendiri. Ada apa antara kamu dan Arumi bicara sama mama."


" Arumi dan aku tidak bertengkar sama sekali Mah, dia benaran sibuk." Ucap Silva.


" Udah deh kak, kakak nggak usah bohongin Mama dan Papa, Aku juga sudah tahu kok semuanya."


" Maksud kamu apa Silvi?"


" Kamu Bilang aja sama Mama dan Papa kalau kamu dan Kak Arumi itu bertengkar gara-gara seorang laki-laki."


" Silva benar apa yang dikatakan Silvi?" Tanya sang Mamah.


" Nggak Mah, kami tidak bertengkar Silvi aja yang ngada-ngada."


" Apa maksud kamu Silvi?"


" Nggak usah pura-pura Kak! Aku sudah muak dengan sikap Kakak seperti itu, Kakak bohong dengan Mama dan Papa, kakak juga bohong dengan diri Kakak sendiri, Kakak dan Kak Arumi itu sudah sahabatan sejak dulu. Tapi Kakak mencoreng persahabatan Kakak dengan mengambil kekasihnya Kak Arumi, aku tahu kok Kak, kalau Kakak itu berhubungan gelap dengan kak Brandon, sudah tahu kak Brandan itu adalah kekasihnya Kak Arumi, Tapi Kakak masih mau menerima cintanya Kak Brandon, seharusnya Kakak nyadar walaupun kakak mencintai kakak Brandan kakak tidak seharusnya mengambil kekasihnya sahabat Kakak sendiri, apa coba dinamakan itu sahabat makan sahabat, Kakak keterlaluan! Aku muak dengan kakak kalau sikap Kakak seperti itu sama aja kakak mempermalukan Keluarga kakak sendiri."


" Apa kata kamu! Kamu kalau tidak tahu apa-apa nggak usah bicara Silvi!"


" Aku tahu kok Kak semuanya, pertengkaran Kakak di malam itu juga aku tahu, asal Kakak tahu saja Kakak keluar dari rumah mengatakan ingin bertemu dengan Kak Arumi aku sudah menghubungi Kak Arumi, aku juga tahu kalau Kakak di blok nomornya sama Kak Arumi dan tidak bisa menghubungi Kak Arumi dan Kak Arumi menangkap basah hubungan Kakak dengan Kak Brandon, karena kakak bertemu dengan Kak Brandan di sebuah taman, udah deh Kak! Nggak usah bohong lagi sama Mama dan Papa sikap Kakak itu sangat keterlaluan!"


" Silva Apa benar apa yang dikatakan Silvi?"


Silva hanya menundukkan kepalanya dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena adiknya itu sudah mengetahui semua tentang hubungannya dengan Brandon.


" Silva Mama bertanya denganmu, Apa benar yang dikatakan oleh adikmu Silvi? kamu memang keterlaluan Silva! kamu telah mencoreng persahabatan kamu sendiri dengan mencintai kekasih sahabatmu itu."


" Silva! laki-laki di luar sana masih banyak kenapa masih aja kekasih sahabat kamu sendiri yang kamu cintai!" ucap sang Papa.


" Kamu membuat malu kami, kamu berpacaran aja seperti itu, apalagi nanti kalau kamu sudah memiliki seorang suami. Kenapa sikap kamu seperti ini, ternyata kami salah memberikan kasih sayang kami kepadamu, Kamu mengecewakan kami Silva!" ucap sang mama sembari menatap ke arah Silva yang masih menundukkan kepalanya, tanpa terasa buliran bening di wajahnya pun mengalir antara Brandon dan Arumi berkecamuk di kepalanya, antara dua pilihan yang tidak bisa dia memilih harus tetap dengan Brandon atau memperbaiki hubungan persahabatannya dengan Arumi.


" Mamah Kecewa denganmu Silva, Mama tidak ingin bicara denganmu selama kamu tidak memperbaiki hubungan kamu dengan Arumi, Mama juga tidak menyetujui hubungan kamu dengan Brandon, apalagi Arumi pernah memperkenalkan Brandon pada kami kalau itu adalah kekasihnya, mana mungkin kami bisa menerima Brandon sebagai kekasih kamu, karena kekasih kamu yang kamu sayangi itu hasil dari rampasan milik sahabat kamu sendiri!" ucap sang Mama sembari berdiri disusul oleh sang Papa, mereka berdua pun meninggalkan Silva yang sedang duduk di ruang tengah tersebut.


" Mama! Papah! maafkan Silva."


Namun kedua orang tuanya tidak menghiraukan panggilan Silva.


" Benar apa kata Mama kak, aku juga merasa tidak senang Kak dengan sikap kamu seperti itu, lebih baik kamu pikirkan lagi apa yang dikatakan Mama padamu." ucap Silvi kemudian berlalu dari hadapan Silva, dia pun meninggalkan sang kakak yang sedang terduduk di ruang tengah tersebut, Silva hanya tertunduk dia tidak bisa berbuat banyak karena semua perbuatannya sudah ketahuan sama keluarganya terutama kedua orang tuanya itu.