MY IMAM

MY IMAM
Episode 41 Kembali



Abi membukakan pintu mobil bmw hitamnya yang diperuntukan untuk kursi penumpang di samping kursi kemudi dan tidak lama sesosok wanita cantik keluar dari dalam sana. Wanita itu tersenyum tipis saat tangan Abi hendak menggenggam jemarinya.


"Welcome home." Ucap Abi pelan namun dapat membuat bibir Ananda lagi-lagi mengukirkan senyumannya.


"Makasih."


"Buat?"


Ananda membalas tatapan mata hitam kelam Abi, "Mertahanin aku."


Abi terkekeh kecil. "Engga ada alasan untuk tidak mertahanin kamu. Bahkan saat aku tidak tahu harus berbuat apa, aku akan tetap mertahanin kamu meski akan ada orang lain yang terluka. Aku mau egois atas kamu Nand." Tutur Abi lalu dengan perlahan ia ajak kaki Ananda untuk melangkah mengikutinya. Di langkah kaki yang ke sepuluh, kedua pasang kaki mereka telah menginjak teras rumah yang langsung berhadapan denga pintu masuk rumah mereka.


Abi menoleh ke arah Ananda yang berdiri di belakangnya, "Selamat kembali."


***


Ananda tersenyum saat ia kembali rumah mereka tidak banyak yang berubah bahkan cenderung begitu rapi dan nyaman seperti saat ia meninggalkannya. Hanya ada beberapa titik dimana debu-debu menempel begitu tebal yang mungkin dikarenakan suaminya itu yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak sempat membersihkan rumah.


Oleh karena itu Ananda meraih beberapa alat pembersih untuk membantunya membereskan rumah yang sedikit kotor.


"Kamu baru balik lho, masak langsung beresin rumah." Suara Abi dari arah belakanh Ananda mengagetkannya.


"Ya salah masnya dong, rumah udah berdebu gini engga di bersihin."


"Ya, namanya juga engga sempet. Lagian sengaja sih aku biar kamu aja yang bersihin," Goda Abi.


"Ishhh sengaja rupanya. Pantes rumah udah kayak kapal pecah." Sindir Ananda halus membuat Abi tidak dapat menahan tawanya.


"Kamu tuh, rumah sudah rapi gini aja masih dibilang kayak kapal pecah. Gimana ya kalau kamu lihat kamarnya si Faiz. Wah, pasti langsung teriak kamu."


"Memangnya kamar Faiz gimana?" Tanya Ananda menyelidik.


"Lebih dari kapal pecaha, hahaha."


Abi pun makin tertawa saat melihat ekpresi istrinya yang kesal padanya.


Abi lalu menghampiri tubuh istrinya dan memeluknya dari belakang hingga mengejutkan Ananda yang tengah fokus membersihkan noda di atas sebuah lemari kaca berukuran mini di depannya.


"Mas.....aku lagi beberes lho."


Bukannya mendengarkan perkataan si istri Abi justru makin mencoba merapatkan tubuh mereka berdua hingga Ananda bisa merasakan nafas lelaki itu di telinganya. Abi mencuri ciuman pada pundak Ananda yang berbalut bajunya.


"Aku kangen." Dua kata mujarab itupun keluar dari mulut Abi yang langsung membuat Ananda berbalik arah dan langsung mengunci tatapan keduanya.


"I'm too." Balas Ananda yang ditutup dengan sebuah kecupan kecip di bibir Abi.


Abi langsung melayang kala bibir keduanya bertemu. Ibarat sebuah kembang api yang meletup-letup gegap gempita begitulah keadaan dan perasaan dalam hati Abi sekarang.


"Kamu?" Abi bertanya seolah memastikan.


"Apa? masih kurang?" Balas Ananda lagi.


"Tidak. Hanya saja, Mas terkejut kamu mau memulainya."


"Mulai dari sekarang, aku janji aku akan lebih sering lagi untuk memulainya bahkan sebelum kamu memintanya mas," Tutur Ananda yang langsung membuat hati Abi terasa hangat kala mendengarnya.


Sebuah pelukan panjang akhirnya menjadi bukti akan kembalinya mereka bersama serta menjadi bukti bahwa mereka sudah saling mencintai.


Namun, meski telah mendapatkan si istri kembali dalam dekapannya serta cintanya masih ada satu hal yang mengganjal dalam diri Abi. Satu hal yang membuatnya resah meski terkadang akan tertutupi kala ada Ananda disampingnya.


Abi tahu ada yang tidak beres dalam dirinya terkhususnya pad hatinya. Namun dia tidak ingin terlalu mengambil pusing tentang itu, karena baginya sekarang yang lebih penting adalah rumah tangganya yang sudah berhasil ia selamatkan.


"mas mau makan apa nanti malam? biar aku masakin." Tanya Ananda di sela-sela pelukan hangat mereka.


Abi lalu mendapatkan ide, "Bagaiman kalau makan di luar, huh?"


"Oke, deal."