
Vita adalah gadis polos yang pernah dijadikan kekasih gelap oleh Zian disaat lelaki itu juga tengah menjalin hubungan asmaranya dengan Ananda ketika masa kuliah mereka dulu.
Tanpa berdosanya Zian menjadikan gadis polos ini sebagai kekasih namun dia sendiri tidak pernah mempublikasikan Vita sebagai kekasihnya, karena memang dirinya saat itu telah dikenal sebagai kekasih dari mahasiswi cantik bernama Ananda. Awalnya Vita menolak akan hal gila ini, tapi sekali lagi mulut brengsek Zian berhasil memperdayai Vita yang polos.
berbulan-bulan mereka menjalani hubungan secara diam-diam di belakang Ananda. kebahagian tentu saja menyelimuti diri Vita karena memang dia begitu mencintai lelaki kurang ajar itu dan menepis segala keresahan hatinya yang sadar bahwa Zian adalah kekasih dari orang lain. Vita tidak memperdulikan lagi segalanya yang terpenting Zian telah dia miliki walaupun itu harus sementara.
Atau dengan kata lain cinta Vita adalah cinta buta terhadap Zian.
Namun ternyata kebahagiaan Vita tidak berlangsung lama karena seminggu kemudian pas ketika mereka berdua merayakan ulang tahun Vita di sebuah kedai makan lesehan di sekitar pertokoan yang tutup pada malam hari, Ananda tidak sengaja memergoki mereka berdua duduk berdekatan dengan tangan Zian yang merangkul bahu Vita posesif.
Otomatis malam itu juga dengan tidak berperasaannya Zian memutuskan hubungan dengan Vita melalui kiriman sms. Zian memutuskan hubungan mereka di saat dirinya mengejar Ananda yang telah pergi bersama sahabatnya. Sementara Vita di tinggalkan begitu saja oleh Zian di warung makan itu sendirian.
Malam itu merupakan malam paling menyakitkan bagi Vita karena dirinya merasa di campakan begitu saja tanpa penjelasan. Namun setelahnya Vita sadar bahwa ini adalah resiko yang harus ditanggungnya karena memilih menjalin kasih dengan pacar orang lain.
Seminggu kemudian Vita memutuskan pergi dari kampusnya dan mengejar mimpi menjadi seniman lukis di Bali. Vita pergi bersama luka yang ia bawa bersama hingga sekarang.
Sebenarnya kalau boleh jujur Vita akan dengan lantang mengatakan bahwa dia masih mencintai Zian dengan teramat sangat. Cintanya terhadap laki itu bahkan lebih besar daripada rasa sakit yang ia rasakan saat dicampakan oleh Zian.
Uluran tangan kanan Vita terulur kearah Zian dengan perlahan, "Apa kabar Kak Zian? lama engga ketemu ya," Ucap Vita mencoba seramah mungkin dengan nada yang terdengar seperti diantara mereka tidak pernah terjadi apa-apa.
Zian masih terpaku dengan posisinya, melihat kembali wanita yang pernah dia sakiti dengan begitu dalamnya membuat dirinya tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
"eungghhh.... Iy... iya baik kok. kamu sendiri?" Zian diam-diam mengambil nafas pelan untuk mengatur dadanya yang berdegup kencang. Dia tidak tahu kenapa dirinya bereaksi seperti itu.
"Aku baik kok kak. ouh ya kakak di Bali sekarang?" Tanya Vita penasaran.
"Enggak, aku cuman liburan aja kok di Bali nih mau balik ke Jakarta. Kamu sendiri?"
"Aku memang udah tinggal disini kak beberapa tahun yang lalu. Cuman ini aku mau ke luar kota hadirin pameran," Ungkap Vita dengan mata yang menatap lurus pada Zian.
Zian merasa bahwa Vita telah berubah begitu drastis, pakaiannya begitu modis berbeda dengan pakaian Vita semasa kuliahnya yang terkesan sederhana. Juga dengan pernak-pernik yang semakin menunjang penampilan gadis itu.
Selain itu sifatnya yang dulu terkesan pemalu kini hilang entah kemana, yang ada kini adalah Vita yang layak disebut sebagai seorang Alpha Female.
Dia berubah 180° dimata Zian.
"Kamu udah sukses ya kayaknya?" Singgung Zian membuka kembali percakapan.
"Biasa aja kok kak, cuman aku ngerasa ya kehidupanku lebih baik aja ketimbang dulu hehe," Nada bicara Vita mulai berubah seperti seseorang yang ingin menyinggung dan mengorek luka lama.
"menurut aku, kamu udah sukses. Liat tuh! pakaian, tas, sepatu, semuanya branded."
Vita terkekeh kecil mendengar penuturan Zian. Vita tidak menimpali kata-kata Zian dia hanya tersenyum simpul saja.
"Kak Ananda engga di ajak?"
'UHUK'
"Ananda lagi di Jakarta kok. Aku liburannya berdua aja sama Dion, temenku." Dusta Zian berusaha menutupi keadaan yang sebenarnya terjadi. Dia tidak mau kalau sampai Vita tahu bahwa Ananda telah menikah dengan orang lain. Bisa saja Vita akan langsung menertawai nasib Zian sekarang yang terlihat sama seperti Vita dulu.
"Waduh langgeng ya kak. aku doain sampai nikah deh,"
"Haha, kamu bisa aja. belum tentu juga sampai nikah."
"iyaya takdir mana ada yang tau. bisa aja salah satu dari kalian ditinggal nikah hehe."
Zian otomatis menoleh melihat wajah Vita yang tertawa kecil, Vita yang dilihat begitu tajam otomatis juga menghentikan tawanya, "Canda kok kak," Ucap Vita
setelahnya mereka pun diam kembali dan terjun kedalam pikiran mereka masing-masing. tidak lama suara pengumuman keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi Zian dan Doni berkumandang membuat mereka bergegas cepat agar tidak ketinggalan.
Namun tangan Zian di hentikan oleh Vita membuat Zian berbalik.
"Apa segitunya engga berharga aku kak, sampai untuk mendengar kata maaf dari kamu pun aku engga bisa?" Tukas Vita membuat Zian berkeringat dingin.
"Aku tau kamu engga akan dan mau maafin aku Vit, jadi percuma aja. apapun yang udah aku lakuin itu cukup brengsek untuk dapat maaf kamu. tapi kali ini...," Zian menjeda kalimatnya.
"Aku minta maaf Vita untuk apapun yang aku lakuin ke kamu. aku engga berharap kamu mau maafin aku tapi setidaknya aku akan lebih lega untuk jalanin hidup."
Zian melepas tangan Vita pelan dan pergi dengan langkah gontai menyusul Dion yang sedari tadi menatap mereka dari kejauhan.
Vita berdiri mengantar kepergian Zian yang sesekali menoleh kebelakang ke arah Vita dengan wajah yang datar.
Vita kembali memasang kacamata hitamnya dan bergegas pergi karena pesawatnya juga telah siap lepas landas.
"Udah?"
Vita mengangguk saat sebuah suara lelaki mendekat padanya dan dia pun membalas mengangguk.
"Aku bangga sama kamu sayang, meski kamu udah di sakitin tapi kamu masih dengan lapang dadanya mau menemui dia." Ucap lelaki di samping Vita.
"Aku akan berusaha maafin dia dan juga ngelupain apapun tentang dia demi hubungan kita. aku mohon dampingi aku untuk itu," Pinta Vita pada lelaki di sampingnya.
Lelaki itupun mengangguk dan membawa Vita dalam rengkuhannya, "Tanpa kamu pinta pun, aku bersedia untuk ngelakuin apapun asal bisa ngebuat kamu bahagia sayang." Ucap lelaki itu dan diakhiri dengan sebuah kecupan di kening Vita.
"Ayok berangkat!" Lelaki itu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Vita.
sementara di lain tempat, Zian termenung melihat sisi luar jendela pesawat yang ia tumpangi. hari ini dia bertemu dengan seorang yang pernah hadir di masa lalunya, orang yang pernah Zian lukai dengan begitu dalamnya dan kini dia sadar mungkin saja segala kekecewaan yang ia alami sekarang adalah akibat dari doa-doa para wanita yang pernah ia sakiti yang doanya sekarang di ijabah oleh Tuhan.
*********
Tinggalkan Vote dan Komen ya kakak-kakak ❣️**