
setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih satu jam akhirnya Zian dan Dion pun menginjakan kaki mereka kembali di Jakarta.
Dion langsung meregangkan badannya ketika di turun dari tangga pesawat. "Haduh masih ngantuk ni gue, langsung pulang ajalah ke basecamp kita."
Zian mengangguk setuju.
Mereka pun memesan taxi online untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah yang telah mereka tempati bersama selama beberapa tahun terakhir.
Rumah itu merupakan rumah yang disewa oleh Zian dan Dion bersama teman mereka yang lain semenjak masa kuliah mereka dulu. Selain lebih hemat tinggal bersama di rumah yang besar dan luas juga dapat membuat mereka hidup nyaman ketimbang tinggal di kamar kos yang begitu sempit. Meskipun terkadang tidak jarang mereka harus ribut masalah siapa duluan yang mandi pagi dikarenakan kamar mandi yang hanya satu di rumah itu.
"Jadi kapan jadwal pemotretannya bro?" Tanya Dion dari kursi samping driver ojol ke arah belakang dimana Zian yang terduduk sambil memandangi arah jalanan.
"Lusa."
"Wihhh cepet banget padahal gue masih ngerasa jetlag ni!"
"Halah Bali-Jakarta aja sok-sokan jetlag lu! Bilang aja lu males balik Jakarta untuk kerja?"
"Hehe... tau aja maksud gue."
"Lagu lama lu!" Ledek Zian disertai kekehan Dion.
***
"Besok kita balik Jakarta ya Dek?" Tanya Abi pada Ananda yang lebih terdengar seperti kata seruan.
"Iya mas engga nyangka mau balik Jakarta lagi ya. Padahal masih betah disini." Ujar Ananda yang membuat Abi mendekat padanya. memang setelah kejadian malam itu dimana mereka akhirnya 'melakukannya', Kedekatan mereka semakin terasa meski rasa canggung masih terasa.
"Nanti deh Mas ajakin kesini lagi akhir tahun." Bujuk Abi.
"Bener Mas?!"
Abi mengangguk cepat.
"Kalau Masalah kantor udah beres sih hehe." Canda Abi membuat Ananda misuh-misuh.
"Ihhhh Mas!"
Jam telah menunjukan waktu makan siang Abi rencananya mau mengajak sang istri makan di sebuah restoran cepat saji saja karena hari ini mereka ingin menjelajahi Bali lebih banyak lagi dikarenakan besok mereka yang harus kembali ke Jakarta.
Mulai dari pasar jajanan, pasar oleh-oleh, pantai, bahkan tempat-tempat bersejarah mereka kunjungin demi mendapatkan momen-momen kedekatan mereka berdua.
mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama hingga sore hari. Jujur Ananda merasa dia telah merasakan kenyamanan yang ia cari selama ini.
Bahkan saat bersama Zian pun Ananda tidak pernah merasakan kenyamanan seperti yang ia rasakan saat bersama Abi.
Malam harinya, Ananda menuliskan puisi di atas kasurnya.....
Sementara Abi sekarang tengah duduk di atas gundukan batu-batu besar di pinggir pantai menikmati rasa damai di malam hari ditemani secarik kertas serta pena pelengkapnya.
Ingatannya melayang-layang ke arah yang tak tentu.
Dan akhirnya dirinya pun mulai menulis....
menulis perihal hatinya
Abi melipat kertasnya dan memasukan benda itu kedalam kantong celananya dan segera memilih untuk kembali ke kamar karena udara luar yang makin terasa dingin baginya.
Ia dapati Ananda yang masih terjaga di atas kasur dengan menggenggam sebuah novel di tangannya. gadis itu tersenyum manis saat mendapati Abi masuk kedalam kamar.
Abi langsung merebahkan dirinya di atas kasur serta mengambil satu bantal untuk menyangga kepalanya.
keduanya terdiam dengan hanya ditemani suara-suara keras perdebatan milik dua aktor yang beradu peran dari sebuah drama di tv. Ananda memang suka menghidupkan TV namun bukan untuk di tonton melainkan hanya untuk penghilang rasa sunyi.
Berkali-kali Abi pandangi wajah Ananda yang tersenyum menikmati bacaan novelnya, Abi tahu kalau istrinya ini memang pecinta novel romance yang akut.
"Novel romance lagi?. perasaan kamu ke Bali engga bawa novel deh terus darimana yang ini?"
"Nanya satu-satu mas."
"Iya-iya. yaudah jawab pertanyaan yang pertama dulu baru kedua hehe."
Ananda merotasi matanya mendengar celetuk Abi, "Sama aja."
Abi terkekeh namun tetap Setia menunggu jawaban Ananda.
"okeh, yang pertama ini memang novel romance dan yang kedua, aku kan masukin ini ke dalam tas jinjing aku. Mas mana tau."
Abi membulatkan mulut lucu seperti anak kecil sebagai ekspresi jawabannya.
"Ceritanya gimana?" Tanya Abi lagi.
"Mas kepo ih!"
"Namanya juga manusia."
"Mas tau Nicholas sparks kan?" Tanya Ananda balik pada Abi. Abi berpikir sebentar mencoba mengingat sedetik kemudian dia mengangguk.
"Penulis Novel kan?" Terka Abi membuat Ananda mengangguk.
"Nah ini adalah salah satu novelnya, Judulnya ''Dear John'."
"Terus?"
Ananda meletakan Novel tebal itu ke atas nakas dan mulai ikut rebahan di samping Abi dan mulai melanjutkan kisahnya, "Jadi Di dalam novel itu bercerita tentang lelaki bernama John dan wanita yang bernama Savannah. John merupakan seorang prajurit sedangkan Savannah adalah seorang mahasiswa. mereka ketemu dan jatuh Cinta di dua minggu pertemuan mereka. And It's totally romantic. Namun ternyata Cinta mereka engga mudah Savannah akhirnya menikah dengan orang lain lho ma......sss!" Ananda yang tadinya sibuk bercerita kini menoleh ke arah Abi yang ternyata telah tertidur pulas, Ananda menarik nafas agar tidak terpacing emosi karena tingkah-tingkah lucu suaminya ini. seterusnya dia menaikan selimut hingga menutup bagian tubuh mereka.
'goodnight'
****