My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 85 Penculikan Kayra



Beberapa hari kemudian..


Kayra sedang berbelanja di salah satu minimarket saat tiba tiba saja seseorang membekap mulutnya dari belakang.


Aroma menyengat seperti alkohol membuat Kayra akhirnya pingsan usai melakukan perlawanan yang sia sia.


Sosok bertopeng membawa Kayra yang pingsan masuk ke dalam sebuah mobil vans menuju sebuah lokasi.


Sementara Jimin yang menunggu di dalam mobil mulai khawatir lantaran Kayra yang pamit berbelanja sebentar nyatanya tidak kunjung kembali ke parkiran.


Jimin turun dari mobil dan melangkahkan kaki menuju minimarket dan terkejut saat menemukan plastik belanjaan Kayra beserta dompetnya tergeletak berserakan di depan toko.


Panik Jimin masuk menemui salah satu pegawai yang menjaga kasir, "Kekasihku tadi kesini, wanita dengan mantel coklat dan topi hitam, bisa tolong cek cctv sekarang juga ?? Aku menemukan belanjaan dan dompet kekasihku berserakan didepan, aku khawatir sesuatu terjadi padanya. " ucap Jimin panik.


"Benar tuan, belum ada lima menit wanita dengan ciri ciri tersebut membayar belanjaan, Hhmm mari ikut saya tuan, rekaman cctv ada di belakang. " ucap sang pegawai yang ikut khawatir lantaran hal tersebut terjadi di tempat kerjanya.


Di ruang belakang, beberapa pegawai mulai mengecek rekaman cctv dan benar saja, "Seseorang memakai topeng dengan sengaja membekap mulut nona itu, sepertinya obat bius dan lihatlah.. meski melakukan perlawanan nona tersebut akhirnya pingsan dan dibawa sosok bertopeng ke sebuah mobil. " salah satu pegawai menunjukkan semuanya.


Semua yang ada di dalam ruangan merasa panik terutama Jimin, "Tunjukkan nomor plat mobil itu. "


Usai mendapatkan nomor plat mobil tersebut, Jimin gegas pergi dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jimin yakin mobil itu belum terlalu jauh, ini masih jam sibuk pulang kerja, setidaknya Jimin yakin bisa menyusul mobil vans yang membawa Kayra kekasihnya.


Dengan awas netra Jimin mengamati setiap mobil vans yang ada di depannya, berharap menemukan salah satu dengan plat nomor sama.


Beberapa waktu kemudian saat mobil Jimin berhenti di depan lampu merah tanpa sengaja melihat mobil vans tadi sedang berbelok masuk ke tempat pengisian bahan bakar di seberang jalan.


Saat lampu menyala hijau Jimin segera melajukan mobilnya, beberapa belas meter kedepan untuk menemukan belokan agar bisa berganti arah mengejar mobil vans.


Keberuntungan di pihak Jimin, saat mobil yang di kemudikan hampir sampai di tempat pengisian bahan bakar Vans yang dia cari tampak baru saja melaju keluar dari lokasi dan mengarahkan mobilnya untuk mengikuti.


Dalam pengejaran tersebut Jimin menelpon kantor polisi untuk membantu mengejar mobil tersebut, semakin lama mobil vans seperti mengarah ke salah satu gedung kosong bekas pabrik dekat pelabuhan.


Jimin sampai harus mematikan semua lampu mobil dan berhenti di jarak aman saat melihat mobil vans juga berhenti dan keluarlah dari dalam mobil itu dua sosok bertopeng sedang membawa Kayra yang pingsan masuk kedalam gedung.


Jimin mengendap endap mendekati, dia tidak bisa jika hanya menunggu bantuan tiba. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kekasihnya..


Didalam gedung..


"Wanita ja lang merepotkan, kali ini kamu tidak akan selamat hahahaa !!" ucap salah satu sosok bertopeng.


Sedangkan sosok yang satunya seperti sedang menyiapkan sesuatu di sudut ruangan. Tidak terlalu jelas apa yang dia kerjakan tapi Jimin yang melihat hal itu tidak bisa tinggal diam.


Jimin mengirim pesan pada polisi agar lebih cepat, dirinya bahkan memberikan lokasi akurat dimana saat ini dirinya berada.


"Cepat sedikit, kekasihku dalam bahaya dan penjahat itu ingin melukainya !" isi pesan dari Jimin.


"Kami sudah tiba di pelabuhan, kami akan segera menemukan gedung tempat anda berada saat ini. " pesan balasan dari pihak polisi yang dia kenal.


"Mereka menyiapkan benda benda aneh dan tampak berbahaya seperti senjata tajam, dan mengikat kekasihku terikat di sebuah meja, Astaga CEPATLAH !!" Jimin khawatir mengirim pesan lanjutan, dia ingin masuk tapi takut justru semakin membahayakan nyawa Kayra.


"Jangan gegabah tuan Jimin. Kami melihatmu saat ini. Tetap disana oke !!" balasan terakhir dari polisi membuat Jimin sedikit lega.


Sedangkan di dalam gedung tersebut,Kayra masih belum sadar saat tubuhnya terikat di atas meja. Dua sosok bertopeng itu masing masing memegang alat tajam di tangan masing masing.


Sepertinya mereka berniat melukai tubuh Kayra, terlihat dari bagaimana saat ini mereka mengarahkan benda tajam itu ke wajah Kayra.


"Kita hancurkan wajahnya, dia tidak pantas memiliki tubuh sesempurna ini dia hanyalah gelandangan kumal yang sudah berani mengusik teman teman kita. " ucap salah satu sosok bertopeng.


"Ya.. bagaimana jika kita tunggu dia sadar agar bisa merasakan siksaan yang kita berikan hahahaa.. " ucap sosok bertopeng lainnya.


Kayra mulai menggeliat sadarkan diri dan mulai berteriak percuma karena saat ini mulutnya di bekap, tampak bagaimana tubuh Kayra memberontak sia sia diatas meja sedangkan kedua sosok bertopeng itu seperti tertawa senang.


"Lihatlah penjahat kecil kita ketakutan hahahaa... Dasar sampah!! hahhaaa.. " umpat salah satu sosok bertopeng sambil menonyor kepala Kayra kasar sekali.


"Kayra.. Kayra.. Kayra.. Malam ini kami akan mengantarkan dirimu ke neraka !!! rasakan ini hahhaaaa.. " salah satu sosok bertopeng mengangkat tangan dengan pisau tajam di tangannya.


Seketika netra Kayra mendelik terkejut campur panik dan ketakutan pasti hingga sepersekian detik saat pisau itu hampir menggores kulit wajahnya yang glowing tiba tiba,


DORR..


DORR..


DORR..