
"Mau tapi.. " jawab Kayra sepotong sambil menatap netra Jimin lalu sedetik kemudian menunduk,
Tapi tidak sekarang, aku belum menyelesaikan tujuan hidupku..
Belum selesai mengucapkan apa kalimat yang akan dia teruskan, Jimin sudah menarik Kayra untuk berdiri lalu berpelukan dan tersenyum merekah.
Saat ini hati Jimin sangat berbunga bunga, "Kamu hanya harus menjawab mau tanpa ada tapi tapian.. " Jimin menangkup wajah cantik Kayra yang masih melongo tak habis pikir melihat polah pria dewasa yang girang seperti anak kecil di depannya ini.
Kayra menyunggingkan senyum lalu menarik Jimin ke dalam kamarnya. Ada sesuatu yang ingin Kayra tunjukkan. Jimin memilih duduk di tepi ranjang sembari mengamati pergerakan Kayra yang seperti sedang mencari sesuatu dari dalam lemari.
"Ini.. pakaikan.. " Kayra mengulurkan jepit rambut mutiara istimewa pada Jimin setelah sebelumnya mengeluarkan dari dalam kotak penyimpanan di dalam lemari.
"Sini duduk.. " Jimin menepuk ruang kosong di sebelahnya meminta Kayra untuk duduk.
Setelah duduk keduanya saling berhadapan, Kayra dengan senyum manisnya mengulurkan sebuah sisir dari meja riasnya, tentu saja meminta Jimin menyisir rambutnya sebelum di pasangkan jepit rambut.
Dengan telaten Jimin melakukan seperti yang Kayra inginkan, setelah rambut Kayra rapih Jimin memasangkan jepit rambut mutiara lalu mencium pucuk kepala Kayra sesaat.
"Mulai sekarang kamu adalah kekasihku Kayra, my baby.. " ucap Jimin yang kemudian membenarkan posisi duduknya tanpa mengalihkan pandangan dari Kayra yang tampak tersipu.
"Hhmm.. itu terdengar manis, apa aku juga harus panggil kamu dengan sebutan my sweet honey ? Madu manisku Jimin ?" gelak tawa jenaka Kayra membuat Jimin geleng geleng kepala.
Sisa waktu selanjutnya mereka habiskan dengan saling bertukar cerita tentang masa lalu, hingga tanpa terasa jam di dinding sudah menunjukkan jarum pendek diangka sepuluh dan jarum panjang di angka sebelas.
Kayra mengantar Jimin sampai pintu depan, saling bergandengan tangan saat berkata, "Besok berangkat bareng ya honey.. aku akan anterin kamu sampai perusahaan. Kebetulan aku juga ada urusan di kantor marketing, ada beberapa rekan bisnis yang mau ngajak meeting. " ucap Kayra dengan senyum manisnya.
"Hhmm boleh.. meski sebenarnya aku lebih ingin kamu istirahat saja sampai lukamu sembuh tapi pada kenyataannya kamu tetaplah Kayra. Kayra yang pekerja keras kan.. " balas Jimin yang kemudian melangkah meninggalkan rumah Kayra.
Kayra masuk ke dalam rumah setelah Jimin masuk ke pelataran rumahnya di sebelah. tentu saja sebelumnya sepasang kekasih itu saling berdiri di ujung pintu masing masing mengucapkan selamat malam lewat lambaian tangan.
Usai Jimin pulang kini Kayra harus mempersiapkan diri untuk hari besok dimana dirinya akan kembali melakukan pertemuan bisnis dengan David sekaligus untuk membahas rencana rancangan selanjutnya.
Kayra tahu jika David pasti akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan kerja sama ini karena potensi bisnis hunian property Kayra terus berkembang dan semakin banyak peminatnya.
Keesokan harinya..
Waktu menunjuk pukul delapan pagi saat Jimin sudah siap dengan setelan CEO nya. Nuansa setelan jas dan celana warna navy dengan kemeja putih serta dasi merah.
Hari ini benar benar suasana hati Jimin lagi bagus bagusnya. Beberapa kali mengetuk pintu setelah tadi malam janjian akan berangkat bareng dengan mobil Kayra.
Ceklek.. pintu terbuka dari dalam, tampak Kayra yang tanpa di sengaja juga mengenakan setelan rok selutut dan blazer warna sama dengan Jimin, warna navy.
Kemeja yang dipakai Kayra di balik blazer nya juga warna putih dan tatanan rambut di gerai halus simpel dengan jepit rambut mutiara sebagai hiasan istimewanya.
"Kita langsung berangkat ? ayo.." ucap Kayra yang segera menutup pintu rumah setelah sebelumnya mengambil tas berisi berkas pekerjaan dan satu tas berbentu kotak berisi bekal makan siang.
"Outfit kita hari ini samaan, kata orang kesamaan yang tidak disengaja biasanya jodoh. " ucap Jimin dengan senyum teduhnya yang pagi ini tampak berkali kali lipat lebih tampan.
"Kamu bisa saja, ini untukmu.. " Kayra mengulurkan satu tas berisi bekal makan siang untuk Jimin, tentu saja hati Kayra juga bergetar atas kalimat yang diucapkan Jimin barusan.
"Waah.. it's so sweet baby.. " Jimin menerima dengan hati senang, ini adalah bekal makan siang paling istimewa disepanjang hidupku.. batin Jimin senyum senyum sendiri.
"Aku belum tahu selera makananmu, tapi aku harap kamu suka apa yang sudah aku siapkan sepenuh hati ini.. " Kayra kembali melempar senyum saat masuk ke dalam mobil.
Sama seperti sebelumnya, Jimin yang mengemudikan kuda besi beroda empat milik Kayra.
Memastikan sang kekasih memakai seat belt dengan aman sebelum mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kawasan rumah mereka.