
"Eh.. David ?" sapa Kayra terkejut.
"Kamu kenal si brengsek ini Kayra ?" tanya Jimin yang menarik lengan Kayra pelan mempersilakan duduk.
"Ya.. kami teman" ucap Kayra apa adanya, lalu duduk mendaratkan bo kong nya di tempat yang Jimin arahkan.
lancar sekali Jimin mengatai David brengsek.. Batin Kayra.
"Tidak terlalu akrab tapi ya.. kami berteman. " David menimpali dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jimin bahkan tidak memperdulikan apa yang diucapkan sepupunya David.
"Baiklah Kayra.. kita pergi sekarang atau ingin ngobrol disini dulu ? aku akan pesankan minuman dingin.. " Jimin beranjak hendak memesan minuman lewat tombol tele konference yang langsung tersambung dengan bagian pantry.
"Pesankan untuk aku juga bro, sedari tadi aku disini bahkan air mineral pun tidak diberi, ish.. " menggeleng kepala sambil tertawa menyindir.
Jimin hanya bereaksi dengan permintaan David lewat lirikan sinis.
"David.. aku senang kita bisa bertemu lagi, padahal baru tadi pagi aku mengantar kamu pulang eh siang ini bertemu lagi, apakah ini yang dinamakan Jodoh tak 'kan kemana ? heheee.. " Kayra mengawali percakapan dengan nada bicara bercanda.
Tentu saja David juga ikut tertawa dengan candaan Kayra, "Kamu bisa saja Kay.. " ucap David.
Namun sayangnya Jimin yang mendengar percakapan akrab David dan Kayra menjadi tidak suka, Aku tidak suka kamu terlalu akrab dengan sepupu brengsek itu Kayra.. batin Jimin.
"Apa David juga akan bergabung dengan kita Jim ?" Kayra menoleh pada Jimin yang baru saja selesai meminta diantarkan minuman.
Kayra berpikir mungkin David juga akan ikut meeting sekalian makan siang.
Sekali dayung dua pulau terlampaui, batin Kayra optimis.
"Tidak, pria ini.. " belum selesai Jimin menjawab tapi David sudah memotong ucapannya,
"Mungkin lain kali Kayra.. aku tadi hanya mampir menengok sepupu ku Jimin, setelah ini aku sudah ada janji dengan klien jadi.." ucapan David santai tapi membuat Kayra melongo dalam hati..
"Sepupu ? dia bilang mereka adalah saudara sepupu ?? astaga Kayra !!! " Kayra merasa misinya akan lebih mudah saat ini.
"Kebaikan apa yang aku lakukan di kehidupan sebelumnya, sampai semua menjadi terlalu mudah begini, semangat Kayra !!! "dalam diri Kayra senang sekali.
Jika benar mereka adalah sepupu maka Kayra bisa meminta bantuan Jimin agar bisa lebih dekat dengan David.
Setiap langkah menuju rencana yang di rangkai Kayra terasa semakin dekat dan dekat..
Beberapa waktu kemudian..
Disusul Jimin dan Kayra yang juga ingin pergi makan siang terlebih dahulu setelah itu baru menemui beberapa klien seperti hari sebelumnya.
Mereka sedang berada di basement parkir ,saat ini Jimin menghubungi asisten Jack untuk menyusul ke lokasi meeting pertama setelah jam makan siang.
Tidak lupa Jimin juga mengingatkan asisten Jack untuk kembali ke kantor terlebih dahulu untuk mengambil dan mempersiapkan tas berisi berkas berkas yang dibutuhkan.
Di ujung sambungan sana, tidak ada yang bisa di ucapkan asisten Jack kecuali " Baik tuan.. akan saya atur semuanya.. "
Panggilan berakhir ,
Jimin membukakan pintu depan untuk Kayra, setelah itu Jimin masuk lewat pintu satunya.
"Sabuk pengaman jangan lupa.. " ucap Jimin mengingatkan, "Keselamatan yang paling utama. " tersenyum sekilas ke arah Kayra.
"I know sir.. tapi.. " Kayra kesusahan menarik sabuk pengaman, "Sepertinya tersangkut, atau kenapa sih.. ini tidak mau terulur Jim. " Kayra tampak kesulitan menarik sabuk pengaman, membuat Jimin kembali melepas tautan sabuk pengaman di kursinya untuk membantu Kayra.
"Let me see.. " Jimin mencondongkan tubuhnya dekat sekali dengan wajah Kayra, mungkin hanya berjarak sekitar lima belas centimeter.
Kayra merasa bergetar hatinya, sampai harus menahan nafas saking dekatnya dengan wajah tampan pria baik hati di hadapannya itu.
Heii jantung.. kamu kenapa tidak bisa tenang setiap aku dekat dengan Jimin !!! jangan memberontak wahai jantung, ingat.. tidak ada perasaan apalagi cinta, kita hanya akan fokus membalas dendam oke !!! Kayra sampai memaki jantungnya sendiri di dalam hati, bisa bisanya bergetar disaat misi utama belum kelar.
Klekk.. suara seat belt terkunci
"Nah.. sudah.. " Jimin menarik kembali tubuhnya.
Membuat Kayra akhirnya kembali menghela nafas lega.
"Fyuuh syukurlah, makasih Jim" Kayra mengucap terima kasih dan Jimin tentu saja merespon dengan senyum teduhnya.
"Kita berangkat sekarang.. " Jimin mulai melajukan mobilnya keluar dari perusahaan menuju restoran tempat mereka berdua akan makan siang.
"Jim.. ayo kita coba makan suki and grill.. " tutur Kayra.
"Siang siang begini ? suki and grill ?" Tidak menolak juga tidak langsung menyetujui.
Panas panas begini dia minta makanan panas ?? wanita memang aneh.. batin Jimin.
Namun pada akhirnya mobil tetap berhenti di sebuah restoran ala jepang yang menghidangkan makanan panas fresh from the stove..