My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 41 Me time Kayra



Dua mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan lokasi meeting terakhir, membelah keramaian ibu kota saat hari menjelang sore bertepatan dengan jam pulang kerja.


Kayra dan Jimin pulang bersama, menggunakan mobil Jimin seperti saat mereka pergi dari perusahaan tadi siang.


"Kenapa kita gak balik dulu aja ke perusahaan, aku bisa ambil mobilku jadi tidak merepotkan kamu begini Jim.. " ucap Kayra merasa tak enak hati.


"Apa maksudmu Kay, ini sudah terlalu sore dan kalau balik ke perusahaan buat ambil mobilmu bisa bisa sampai rumah nanti malam. Lagipula rumah kita kan bersebelahan.. " Jimin menoleh dengan sekilas senyum teduh lalu kembali fokus mengemudi.


"Berarti besok aku bareng kamu berangkat kerja ya Jim, sekalian aku ambil mobil trus mau cek lokasi lahan untuk pembangunan, kalau kamu gak sibuk mau temenin aku ?" Kayra menawarkan pada Jimin apakah esok bersedia menemani dirinya kroscek kondisi lahan yang dibangun perumahan.


"Kamu sudah yakin akan membangun hunian tinggal untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah Kayra ? kenapa tidak membangun yang elit dan mewah sekalian, para pembeli dari kalangan eksekutif pasti akan tertarik. Akhir akhir ini harga hunian yang mewah dan berkelas semakin melejit. " ucap Jimin yang merasa heran atas pilihan Kayra yang justru memilih opsi sebaliknya.


Jangkauan bisnis Kayra ternyata untuk kalangan menengah ke bawah, bukan kalangan eksekutif seperti yang biasanya para pengusaha property targetkan.


"Aku tuh ingin, tidak sekedar menghasilkan uang lewat bisnis property hunian tinggal, tapi aku juga punya impian untuk membantu orang orang di kota kita ini yang kurang mampu, setidaknya hunian yang ramah budget tapi nyaman dan layak huni lebih baik ketimbang berpindah kontrakan kesana kemari. Sama sama mengeluarkan uang tapi beda hasil, Kalau kontrak rumah mereka setiap tahun mengeluarkan uang tapi tidak bisa memiliki rumah itu sendiri. Tapi jika mereka memilih hunian yang akan aku pasarkan nanti, mereka bisa membayar lewat cicilan sesuai waktu yang ditentukan dan pada akhirnya mereka akan memiliki rumah tersebut. "


Kayra sangat bersemangat saat menjelaskan apa isi pikiran dari rencana yang sudah dia siapkan kedepannya. Dan Jimin yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepala seakan terkagum pada ide pemikiran Kayra yang bagi seorang perbisnis mungkin sangat biasa dan tidak menjamin keuntungan di waktu dekat tapi dari segi kemanusiaan, tidak banyak pengusaha yang mau melakukan hal seperti Kayra.


Membuat Kayra tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


Mobil Jimin berhenti di depan pelataran rumah Kayra, "Kita sudah sampai.. " ucap Jimin saat menepikan mobil.. "Kalau begitu aku langsung masuk ya Jim, sampai ketemu besok, bye.. "


Kayra melambaikan tangan saat mobil Jimin melaju memasuki pelataran rumah di sebelahnya.


Kayra masuk ke dalam rumah dan melakukan aktifitas seperti biasa. Sama halnya dengan Jimin yang langsung membersihkan diri usai masuk ke dalam rumah.


Perkerjaan hari ini benar benar menguras pikiran dan membuat tubuh terasa lengket.


Saa Kayra sedang asyik menikmati berendam air hangat tiba tiba ponselnya berdering. Kayra mengabaikan ponselnya. Kayra lebih memilih memejamkan mata sambil merendam tubuhnya sampai batas leher.


Relaksasi yang menenangkan..


Sementara itu ponsel Kayra kembali sunyi usai terdengar berdering puluhan kali. Sama sekali dirinya tidak ingin terganggu saat sedang menikmati me time,