My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 80 David, you end !!



Kayra mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, semua hadirin tampak berfokus menatap dirinya. Bagus, semua orang hanya tertuju padaku. Sorot netra Kayra berhenti pada Jimin yang juga menatapnya dengan cara pandang yang lain.


Kayra dan Jimin melakukan kontak mata, Kayra memberi kode pada Jimin dan sang kekasih itu pun mengangguk paham lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara Kayra melanjutkan cerita tentang kisah hidupnya sebagai mantan gelandangan kumal yang kini berhasil meraih puncak kesuksesan, Jimin diam diam menemui pihak panitia untuk meminta bantuan.


"Bisa bantu aku menyetel flashdisk ini sekarang ? ini sangat penting. " kata Jimin pada salah satu panitia yang bertanggung jawab atas keamanan monitor.


"Kami baru saja mengamankan orang yang melakukan sabotase tadi, dan sekarang kami harus melakukan hal ini lagi ?" ucap seorang panitia yang kini sedang sibuk memperbaiki layar monitor dan kamera cctv pada ruangan pertemuan para broker.


"Flash disk ini berisi tentang bukti kejahatan sekelompok orang atas kematian Ayra Azalea, " ucapan tegas Jimin membuat si panitia menoleh dan mengerinyitkan dahinya.


"Ayra Azalea adalah idolaku di dunia broker, apa kamu serius tuan ?" tentu saja saat ini panitia yang ternyata adalah salah satu fans Ayra Azalea harus memastikan sebelum menyetujui permintaan Jimin.


"Apa kamu lihat aku bercanda ?" Jimin menatap tajam dengan satu alisnya terangkat, benar benar meyakinkan.


Sedangkan Kayra yang masih berada di podium, dia masih menceritakan cerita bagaimana sosok Ayra Azalea dibalik sebutan dewi pasar saham.


"Aku tidak akan memaksa kalian untuk berempati padaku, yang pasti aku tidak memungkiri masa laluku yang memilukan karena kenyataannya detik ini dan seterusnya aku akan berdiri tegak di puncak kesuksesan. " penuturan Kayra yang tegas dengan tatapan wibawa dan aura yang memukau berhasil membalik situasi, orang orang yang tadinya mencibir kini kembali mendapatkan passion positif akan dirinya.


"Karena seseorang telah menabuh genderang perang lewat video tadi, maka aku juga akan menunjukkan pada kalian, rahasia sebelum Ayra Azalea meninggal. Sesuatu yang berasal dari memory data ponsel teman baikku , aku harap orang orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan dan pencurian seluruh aset kekayaan Ayra Azalea akan mendapatkan hukuman yang setimpal !" Kayra mengangkat tangannya dan menunjuk ke sisi podium dimana operator ruang monitor mulai memainkan flash disk yang Jimin berikan.


"Kita semua disini akan bisa menilai secara langsung, hukuman apa yang layak untuk para penjahat berkedok teman dan kekasih ini.. " kalimat terakhir yang Kayra ucapkan membuat David tercengang, perasaannya tiba tiba resah.


Satu persatu tayangan dalam rekaman flashdisk menunjukkan semuanya dengan sangat jelas, setiap foto sampai video diputar secara keseluruhan, bahkan rekaman suara saat mobil Ayra menabrak sampai meledak pun terdengar, tidak ada yang di kurangi semua hadirin tercengang dengan tayangan layar tersebut.


Mereka mulai saling toleh menoleh, David yang jelas jelas adalah pelaku dalam video perselingkuhan mulai panik, di tambah rekaman suaranya saat mengatakan hal hal buruk tentang Ayra Azalea membuat David ingin menghilang saat ini juga tapi sayangnya wanita pasangan David malam itu berteriak, "Dia disini !! pria dalam video itu adalah David !! Astaga !!"


Semua orang auto menoleh ke sumber suara dimana wanita itu sedang berdiri dan menunjuk kearah David.


David panik dan segera berdiri dari kursinya, baru saja hendak melangkah ingin pergi semua orang di dalam ruangan berdiri dan mulai mengerumuni ke arah David, seperti seorang target yang sudah terkunci dan di tandai David benar benar mati kutu, bahkan pintu keluar pun di halangi oleh mereka.


"Bu.. bukankah yang seharusnya kita benci adalah Kayra ??bukankah wanita itu yang tidak layak menjadi seorang jenius broker menggantikan sang dewinya pasar saham Ayra Azalea ?? " David mulai bicara mencoba mengalihkan perhatian pada Kayra.


David yang berada di tengah kerumunan benar benar tidak bisa kemana mana, saat salah satu berkata "Kasus ini harus kita laporkan ke pihak berwenang bukan ?"


Membuat hadiri yang lain juga mulai bersuara, "Tentu saja, ternyata kematian Ayra Azalea bukan sekedar kecelakaan tapi pria ini dan gerombolannya yang merencanakan, cih sungguh biadab !"


"Bagaimana mungkin dia tega menghabisi nyawa sang kekasih hanya demi harta ?pria pengecut seperti ini tidak bisa kita biarkan lolos begitu saja, apalagi dia selama ini menikmati kekayaan dari hasil mencuri." ucap broker lain yang tak kalah terpancing emosi.


"Aku sudah hubungi pihak berwenang, tidak ada satupun dari kita akan keluar dari ruangan ini sebelum polisi tiba. " ucap Jimin yang tiba tiba muncul dan melangkahkan kaki ke arah David.


Kayra yang kini ikut berdiri di samping Jimin hanya menatap tanpa ekspresi ke arah David. "Setiap perbuatan jahat harus menerima hukuman yang setimpal, benarkan ? David.. YOU END !!"


David tiba tiba merasa geram melihat Kayra yang bisa tersenyum diatas penderitaannya, "Kamu wanita ja lang brengsek Kayra !!!" Umpat David sambil berusaha menyakiti Kayra dengan menarik kasar tangan Kayra hendak memukulnya.


Tapi dengan gesit Jimin menghalangi pergerakan David lalu menarik Kayra kembali di sisinya dan berkata, "Kamu mendapatkan karma dari perbuatan jahatmu David, jangan menyalahkan orang lain karena kamu pantas mendapatkan karma atas perbuatanmu sendiri. "


Jimin menampilkan smirk mengejek dan berniat mengajak Kayra menjauh namun tiba tiba..


Bugh !! bugh !! bugh !!


Tiba tiba David meraih pundak Jimin dari belakang lalu menyerang dengan bru tal, beberapa orang mencoba melerai tapi David yang sedang mengamuk benar benar seperti monster yang menakutkan.


"Jangan menghinaku Jimin !! kamu sepupu sialan aarrgghh !!" David dan Jimin berkelahi , mereka saling baku hantam.


Serangan David membabi buta tapi Jimin masih bisa mengimbangi dan Kayra yang panik takut terjadi hal yang tidak diinginkan meminta bantuan security untuk melerai kedua pria tersebut.


Beberapa menit kemudian..


David benar benar diamankan oleh pihak security bersama seseorang yang melakukan sabotase di acara tadi.