
Akhirnya David memutuskan untuk menginap di rumah Kayra, saat ini Kayra Sedang tertidur lelap diatas ranjangnya sementara David tidur di sofa.
Entah apa alasan David hingga bisa bersikap seperti ini pada Kayra, padahal dengan Lisa sang kekasih pun dirinya biasa cuek.
David menghela nafasnya pelan, seketika entah mengapa pikirannya terbayang sosok sang mantan kekasih Ayra azalea.
Ada rasa rindu yang tidak bisa diungkapkan, David memendam sisa rasa itu sendirian. Perasaan bersalah sedikit demi sedikit perlahan namun pasti mulai menggerogoti ruang di hatinya.
Pagi menjelang ditandai dengan suara ayam jantan berkokok, matahari mulai meninggi dan David hanya menggeliat pelan di atassofa panjang tempat pembaringannya semalam.
Aroma kopi khas di pagi hari membuai indera penciuman David yang saat ini mengucek mata lalu bangun sembari duduk bersandar pada sofa.
David beranjak untuk mencari asal aroma khas tersebut. Ternyata Kayra.. dirinya sudah bangun pagi seperti biasanya.
Saat ini Kayra sudah mandi, dan sedang berkutat di dapur miliknya menyiapkan dua cangkir kopi serta dua porsi roti bakar mentega dengan telur.
"Sudah bangun Vid.. sebentar ya aku akan siapkan sarapan untuk kita " ucap Kayra tanpa menoleh karena tampak lewat sudut matanya David saat ini duduk di kursi dekat sekat dapur.
David bersedekap kedua tangannya di atas meja , sesekali mengusap wajah bantalnya sambil mengamati apa yang Kayra kerjakan.
"Disebelah sana ada kamar mandi, jika kamu ingin cuci muka Vid. " Kayra membalik roti di panggangan.
"Hhmm.. oke.. " srrettt.. suara kursi berderit dengan lantai saat David berdiri dan beranjak ke kamar mandi.
Menunggu David menyeleseikan ritualnya di kamar mandi, Kayra menata dua porsi sarapan di atas meja.
Menu sederhana yang biasa Kayra bikin sejak dulu.
Saat ini mereka berdua sedang menikmati sarapan. Kayra makan dengan tenang sementara David mengunyah makanan dengan sesekali mengerinyitkan dahi.
Rasa makanan ini kenapa bisa sama dengan yang biasa Ayra bikin.. batin David kembali bergejolak sesekali menatap Kayra yang tampak tenang biasa saja.
"Kamu suka ? mau nambah ? aku bisa buatkan lagi kalau kamu mau Vid. " Kayra tersenyum manis dalam hatinya merasa yakin jika David mulai menaruh atensi pada sikapnya.
"No Kay.. ini sudah lebih dari cukup. Aku tidak biasa makan banyak untuk sarapan, Hhmm.. by the way apa kamu sudah merasa baikan ?" David menyelesaikan porsi sarapan di hadapannya, kini mulai menyesap menikmati kopi di cangkir dengan tangan Kanannya, David menyesap pelan.
"I feel so much better karena ada yang menemani aku melewati malam ini, makasih banget ya Vid. Hhmm.. setelah ini aku akan antar kamu pulang, bukankah semalam kamu meningalkan mobilmu di tempat itu ?" ucap Kayra yang saat ini melakukan hal yang sama seperti yang David lakukan.
"Aku bisa minta supir menjemputku jika kamu masih ingin istirahat, jangan paksakan dirimu karena aku tidak suka. " singkat saja David merespon tawaran Kayra.
"Sama sekali tidak merepotkan, aku akan antar kamu, titik tanpa koma. "
Keduanya saling menatap serius dan intens tapu untuk sepersekian detik kemudian keduanya sama sama tertawa kecil.
Dengan menggunakan mobil mewah andalannta, Kayra melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah David yang berjarak tidak terlalu jauh.
Hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk tiba di depan pintu gerbang rumah mewah David.
Tampak seseorang menatap mobil Kayra yang memasuki pelataran halaman depan rumah David dengan tatapan judes dan kedua tangan bersedekap seolah meuntut penjelasan.
"Apa yang mereka berdua lakukan semalam, bisa bisanya David mengenakan pakaian yang sama dan diantar oleh wanita resek itu, apa jangan jangan... " Lisa bermonolog sendiri dengan menahan kesal diubun ubun.