My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 37 Sepupu jauh



Di perusahaan..


Jimin didampingi asisten Jack sedang menyelesaikan rapat rutin bulanan dengan perwakilan beberapa divisi perusahaan.


Membahas semua laporan perkembangan perusahaan sebulan terakhir dan menentukan target untuk bulan berikutnya.


Masing masing manajer dan perwakilan setiap divisi secara bergiliran menyampaikan hal hal yang perlu di laporkan , menerima koreksi hingga pujian dari atasan dan perwakilan divisi lain.


Setelah semuanya beres..


Kini Jimin dan asisten Jack tengah berada di ruangan milik Jimin.


"Siang ini aku ijin tidak makan bersmamu Jim, aku ada janji dengan seseorang. " ucap asisten Jack informal.


Jimin mengangkat satu alisnya sambil berkata, "Tumben.. "


"Ameera ingin aku menemaninya makan siang, kupikir tidak masalah kan ? toh kamu juga tidak menginginkan gadis kecil itu, jadi biarkan aku saja yang mendapatkanya. " netra Asisten Jack menatap serius kearaha Jimin yang hanya merespon dengan gerakan bahu seperti berkata, terserah..


Tok.. tok.. tok.. suara pintu ruangan Jimin di ketuk dari luar mengalihkan pembicaraan mereka.


"Biar aku yang buka.. " asisten Jack membukakan pintu dan ternyata yang berkunjung adalah..


"Long time no see ma bro.. " sapa asisten Jack pada seorang pria yang baru saja melangkah masuk lalu berdiri didekat sofa depan meja kerja Jimin.


"Dia masih saja dingin padaku hahaa.. " ucap pria yang tidak lain adalah David pada asisten Jack.


"Silakan duduk.. " asisten Jack mempersilakan David untuk duduk.


Sementara Jimin hanya beraksi tanpa eskpresi pada kedatangam sepupu jauhnya itu.


"Kupikir kamu sudah lenyap di telan bumi. " ucap Jimin yang kemudian berdiri menghampiri tempat David dan asisten Jack duduk.


"Hahhaaa... kamu pikir aku adalah hantu, begitu ?" David menggeleng kepala tak habis pikir pada sepupu jauhnya yang satu itu.


Selanjutnya mereka bertiga hanya berbincang hal hal ringan ini dan itu. Ada sesuatu hal yang membuat Jimin dan David terhalang jurang pemisah yang akan sulit dipersatukan.


Menjelang makan siang, asisten Jack ijin pergi duluan lantaran Ameera sudah menelpon berkali kali,


"Tidak kok, ini justru sangat menggemaskan, Ameera suka diperhatikan dan aku suka memberi perhatian lebih padanya, kurasa kami akan jadi pasangan ideal.. " asisten Jack menyalami kedua temannya itu lalu pergi keluar ruangan begitu saja.


Kembali Jimin mendengus malas karena hanya ditinggal berdua dengan David, sepupu yang paling tidak ingin ditemui setahun belakangan ini..


"Kalau tidak ada hal penting yang ingin kamu bicarakan denganku, sebaiknya pergi saja. " ucap Jimin ketus sambil melihat jam di tangan kiri nya.


Sebentar lagi Kayra pasti akan tiba.. batin Jimin yang lebih tertarik menunggui Kayra ketimbang berbincang dengan sepupu David.


"Jimin.. sebenarnya aku datang kemari karena ingin meminta maaf, meski aku juga tidak berani mengharapkan kamu bisa memaafkan aku secepatnya . Tapi alangkah baiknya jika kita berbaikan bukan ?" kata David dengan sorot mata berfokus pada Jimin.


"Aku kecewa denganmu David. Gara gara kamu dan teman teman tak berfaedahmu itu, nyawa wanita yang aku sukai melayang sia sia, aku membiarkan kamu memilikinya karena dia nyaman denganmu. Kupikir tidak apa mengagumi dia diam diam karena saat dia bahagia, aku merasa lebih bahagia. Tapi nyatanya apa ??? kamu bersekongkol dengan geng cecunguk itu untuk menghancurkan Ayra Azalea. Kamu bedebah brengsek David !!" sorot mata Jimin membalas tatapan David lebih nyalang dan terlihat sangat marah.


"Aku minta maaf untuk itu.. tapi ada beberapa hal yang tidak bisa aku ungkapkan. Maaf.. " Lirih ucap yang terlontar dari mulut David.


"Kamu pergilah, aku belum bisa memaafkanmu. " Jimin diam dan diamnya Jimin artinya adalah kemarahan besar yang tertahan.


Hening...


David dan Jimin sama sama tidak saling bicara, David memainkan ponselnya begitu juga Jimin, yang sengaja berbalas pesan dengan Kayra yang ternyata sudah berada di dalam lift menuju lantai tempat ruangan Jimin berada.


Senyum melengkung tampil menghiasi wajah tampan Jimin saat terdengar suara ketukan pintu beberapa kali.


tok.. tok.. tok..


David melirik bagaimana sepupunya itu semangat sekali saat membukakan pintu.


"Finally kamu sampai juga.. " ucap Jimin mempersilakan Kayra masuk.


"Sedikit macet, maaf.. " senyum cantik Kayra terukir indah.


Membuat David melotot dalam hati, "Apa yang Kayra lakukan disini, mereka saling kenal ??"


Saat Kayra melangkah masuk kedalam ternyata..