My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 64 Menyingkirkan Dante, you end



Usai makan malam keduanya berpisah menggunakan mobil masing masing, Kayra dalam perjalanan menuju rumah saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.


Saat dalam perjalanan melewati perempatan lampu merah, entah kenapa Kayra merasa dibuntuti. Melirik lewat spion berkali kali Kayra mencoba memastikan.


Benar saja ada satu mobil yang sejak keluar dari restoran tadi terus saja membuntutinya.


Siapa kamu Hhmm.. batin Kayra tanpa merasa panik mencoba mengalihkan ke jalur lain.


Sengaja Kayra berputar putar mencari celah untuk melihat siapa dibalik kemudi mobil misterius itu. Perasaan Kayra tidak enak seperti sedang flash back saat malam kecelakaan itu.


Saat Kayra melaju dengan kecepatan penuh, mobil di belakang tampak berusaha mengimbangi seperti mencoba menubruk dari belakang namun beberapa kali Kayra berhasil menghindar.


Saat memasuki jalanan lengang Kayra tiba tiba mengarahkan mobilnya ke arah kanan lalu mengurangi kecepatan hingga mobil misterius terkejut saat mobil Kayra mensejajarinya.


Kayra membuka kaca jendela mobil untuk melihat lebih jelas siapa orang di balik mobil misterius tersebut.


di.. dia.. Kayra terkejut dalam hatinya benar benar yakin dia adalah orang yang sama yang juga membuntuti dirinya malam itu,


Mobil misterius yang sengaja menyalakan lampu sorot ke arah mobil yang di kendarai Ayra azalea hingga membuat Ayra oleng hingga kehilangan keseimbangan kala itu.


Mobil yang sama dan kali ini Kayra benar benar menemukan rasa penasaran nya.


"What the hell are you doing Dante !!" Teriak Kayra sambil mengemudi.


Bukannya menjawab Dante si pengemudi mobil misterius justru menampilkan senyum smirk seakan berkata, "Aku akan menyingkirkanmu !!"


Dante mencoba membenturkan mobilnya, menghimpit mengarahkan mobil Kayra ke arah pembatas jalan.


Sepersekian detik sebelum mobil Dante menubrukkan diri, Kayra dengan gesit menambah laju kecepatan hingga membuat hanya body belakang mobilnya yang bergesekan dengan mobil Dante.


Dalam diri Kayra bergemuruh, bayang bayang malam sebelum kecelakaam itu kembali terngiang, pria itu adalah Dante..


Dia adalah Dante.. Astaga... Kayra berkali kali menghembuskan nafas mencoba tetap tenang meski tetap saja sekelebat bayangan dulu itu terasa menakutkan.


Dengan kejadian ini membuat Kayra semakin yakin sejuta persen jika geng sosialita memang pantas untuk dihancurkan.


Kalian melakukan permainan licik untuk mencuri seluruh hartaku bahkan kalian juga yang ternyata mensabotase kecelakaan yang aku alami. batin Kayra geram.


"Aku bersumpah kamu harus mati Dante !!!" Kayra terpancing emosi berniat untuk meladeni Dante dengan adu kecepatan mobil.


Meski Kayra yakin tujuan Dante adalah pasti ingin melukai dirinya, tapi saat ini Kayra tidak peduli.


Percikan dendam di dalam diri membuat Kayra bertekad menyelesaikan sekarang juga.


"Dante.. kematian harus dibalas dengan kematian.." smirk devil Kayra saat memacu mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan sepi.


Dante menginjak pedal gas, saat ini dirinya hanya fokus pada satu mobil di depannya, Kayra.. kamu tidak mau menyingkir maka aku yang akan menyingkirkanmu !! batin Dante yang. bukan tanpa alasan melakukan hal ini.


Curahan hati Lisa saat mengatakan jika David mencampakkannya karena Kayra, sebagai sahabat dekat tentu saja Dante tidak rela jika Lisa merasa tersakiti terus menerus.


Dante sendiri pun sebenarnya tidak harus sampai begini seandainya Kayra tidak kembali mendekati David.


...Terkadang memiliki sahabat baik tapi lebih suka memilih menutup mata akan kebenaran hanya akan membuat musibah bagi dirinya sendiri. ...


Dante yang menolak fakta jika Lisa adalah wanita yang di campakkan, Dante juga yang menolak fakta jika David lah yang mendekati Kayra bukan sebaliknya. Namun di mata Dante semua kesalahpahaman adalah karena Kayra maka dari itu Kayra harus disingkirkan.


Brakk !! Mobil Dante menubruk bagian belakang mobil Kayra dengan sangat keras.


Membuat Kayra oleng hilang keseimbangan dan hampir saja menerobos pembatas jalan seandainya tidak segara mengoper gigi dan membelokkan mobil ke arah lain.


"Shi*t !!" keluh Kayra yang kepalanya terbentur setir cukup keras sampai pelipisnya berdarah.


Aku harus membalas, aku tidak mau kalah, kamu yang harus disingkirkan Dante !!


...Ccciiiittt......


Kayra mendadak melakukan drift hingga kedua mobil kini berhadapan.


Suara gas tertahan rem menciptakan ketegangan tersendiri diantara Kayra maupun Dante.


"Cih.. sampai akhir aku tidak akan menyerah Kayra !!" batin Dante berteriak lantang dengan bersiap melepas pedal rem yang masih menunggu momen yang tepat.


Sedangkan Kayra yang berada di dalam mobil berjarak sekitar lima belas meter juga bertekad harus bisa menyingkirkan Dante saat ini juga.


"Dulu aku mati karenamu, sekarang aku akan jadi dewi kematianmu Dante !!" Kayra melakukan hal yang sama seperti Dante.


Keduanya sama sama berambisi untuk tidak menyerah, hingga dalam waktu sepersekian detik keduanya sama sama melepas pijakan rem dan menginjak pedal gas dengan kecepatan penuh.


Sorot netra keduanya sama sama berapi api, sama sama tidak menciutkan nyali meski saat ini taruhannya hanyalah hidup atau mati.


Melihat mobil Dante mengarah padanya dengan kecepatan penuh, Kayra dengan senyum smirk devil tak gentar,


Hingga sesaat sebelum kedua mobil seharusnya berbenturan, Kayra sedikit membelokkan mobilnya ke arah kiri, sedangkan Dante yang menginjak gass lurus kedepan bukan menabrak Kayra justru Dante terkejut saat melihat mobil lain dari arah berlawanan.


Di saat yang tidak tepat bagi Dante, dirinya terlambat mengoper gigi dan membelokkan mobil ke arah lain hingga tiba tiba saja,


BRAKK !! DHUARRR !!


Mobil yang di kemudikan Dante oleng kehilangan kendali saat menghindari mobil besar dari arah berlawanan, menabrak pembatas jalan hingga ringsek membentur pohon.


Seketika itu juga mobil dengan Dante di dalamnya meledak.


Sedangkan Kayra yang menepikan mobiknya menatap kejadian cepat barusan lewat kaca spion.


Jantung Kayra berdebar hebat, seperti ini kah akhir kisah hidup Dante ? Netra Kayra berkaca kaca campuran antara rasa puas karena berhasil menyingkirkan musuh.


Sekaligus rasa takut, dalam diri Kayra merasa bergetar takut saat ini, tubuh Kayra lemas saking terkejutnya akan situasi yang mendadak dia alami malam ini.


Kayra bersandar pada jok mobil, satu tangannya meraih benda pipih dari dalam tas, lalu mencari nama seseorang yang tersimpan dalam daftar kontak,


Lalu menekan tombol hijau menghubungi lewat panggilan suara,


"To.. tolong jemput aku.. "