
Jack menarik tubuhnya dari Ameera, seketika tubuh asisten Jack menjadi tak berdaya, bahkan duduk sengaja menjauh dari Ameera yang masih dengan tatapan polos biasa saja usai membersihkan diri dan mengenakan pakaian masing masing.
Ameera duduk di depan meja rias merapikan surai rambutnya dengan sisir sembari menatap asisten Jack yang tidak ada ekspresi ataupun pembicaraan sejak selesai bercinta.
"Aku akan pulang saja.. " kata asisten Jack sembari mengenakan jaketnya, saat hendak berjalan keluar dari kamar tiba tiba Ameera menyeletuk, "Kak Jack marah padaku ?"
Tubuh asisten Jack terpaku mendengarkan penuturan Ameera, tanpa membalik badan asisten Jack merespon ucapan Ameera, "Aku tidak marah, mana mungkin aku marah padamu.. "
Aku tidak mungkin marah padamu gadis kecilku.. aku hanya kecewa dengan jawabanmu.
Tanpa melanjutkan percakapan asisten Jack pergi begitu saja. Sedangkan Ameera pun tidak berusaha mengejar sang kekasih, dan hanya menatap ke arah pintu dengan senyum yang sulit diartikan.
dia bilang tidak marah, tapi sikapnya menunjukkan dia marah. Padahal kan aku belum menyelesaikan kalimat jawabanku, haish menggemaskan sekali kak Jack sayangku itu xixixiii...
Malam itu Ameera mengistirahatkan dirinya setelah memutuskan jika besok dia akan pergi menemui asisten Jack di perusahaan sambil membawakan hadiah dan memberitahu kalimat jawaban yang belum selesai tadi.
Lain Ameera lain lagi asisten Jack yang suasana hatinya menjadi kacau balau lantaran apa yang dia harapkan dari hubungannya dengan Ameera tidak seperti yang dia impikan.
Aku pikir perasaan kita sama Ameera, ternyata..
"Damn !!" asisten Jack memukul setir beberapa kali dan secara refleks menambah kecepatan laju mobilnya.
Tujuannya adalah pulang tapi entah kenapa asisten Jack justru mengarahkan mobilnya ke sembarang arah seperti tanpa tujuan.
Hanya kecepatan mobil yang terus bertambah tanpa bermaksud menginjak rem saat melewati lampu lalu lintas yang menyala merah didepannya. Beruntung jalanan di jam malam begitu sepi hingga dewa keselamatan masih menyertai, jika saja ini siang hari atau saat jam sibuk maka sudah dipastikan asisten Jack akan mengalami kecelakan yang disengaja oleh ulahnya sendiri kan.
Keesokan harinya..
Aktifitas berlangsung seperti biasa di perusahaan. Jimin sampai merasa heran lantaran asisten Jack sejak pagi sampai siang ini terlalu fokus bekerja , namun karena memang kondisi perusahaan sedang bagus dan rekan bisnis yang semakin bertambah banyak adalah kesempatan untuk mengembangkan bisnis property agar lebih populer dan stabil bertahan di angka kesuksesan maka fokusnya asisten Jack di manfaatkan sebaik baiknya oleh Jimin untuk menyelesaikan banyak hal hari ini.
Menjelang jam makan siang,"Aku ada janji dengan Kayra, setelah makan siang kami akan langsung bersiap untuk pergi ke pertemuan broker, apa kamu bisa handle semuanya sampai jam kantor berakhir Jack ?" tanya Jimin pada asisten Jack yang fokus memeriksa pekerjaan lewat tablet canggihnya.
"Hhmm ya.. serahkan semuanya padaku. Aku akan lembur sampai malam. "jawab asisten Jack tanpa menoleh pada Jimin.
"Oke aku pergi sekarang, sampai bertemu besok bye.. " Jimin melangkah pergi meninggalkan perusahaan dengan mobilnya, tujuan pertama adalah menjemput Kayra di kantor marketing sekalian makan siang.
Sampai menjelang sore asisten Jack masih berkutat dengan pekerjaan, melakukan sidak di beberapa divisi, dalam sidak tersebut asisten Jack menemukan beberapa pegawai yang melakukan pelanggaran kerja, nama nama pegawai tersebut sudah masuk daftar hitam dan akan siap mendapat surat peringatan.
Asisten Jack keluar dari divisi keuangan dengan nafas marah yang sulit diartikan, dia menemukan banyak kesalahan dalam pelaporan keuangan bulan ini. Manajer keuangan dan para petinggi divisi keuangan tidak lolos dari kemarahan asisten Jack yang hari itu tidak seperti biasanya.
"BRAKK !!" suara pintu terbanting menutup dalam ruangan asisten Jack.
Sementara itu di loby, Ameera sengaja menunggu asisten Jack keluar tapi entah kenapa sampai sepi tidak kunjung tampak batang hidungnya.
Ameera memastikan pada bagian security apakah asisten Jack masih ada di dalam gedung atau tidak, setelah mendapat jawaban dari bagian security Ameera memberanikan diri menemui asisten Jack diruangannya.
Ceklek.. pintu terbuka dan pelakunya adalah Ameera yang dengan tersenyum melangkahkan kaki mendekati asisten Jack yang duduk menghadap jendela.
"Kak Jack... " Ameera memeluk dari belakang, tidak ada penolakan saat ini asisten Jack hanya diam tanpa ekspresi.
Ameera mendusel di ceruk leher kekasihnya yang tidak menjawab sapaannya justru diam seperti patung.
"Kak Jack kenapa belum pulang.. aku menunggu lama di loby, tadinya aku ingin ajak kak Jack makan bareng setelah bekerja tapi kata security kak Jack malah lembur jadi aku kemari deh.. " Ameera menciumi leher asisten Jack.
"Aku sedang sibuk Ameera , kamu pulanglah dulu. " jawaban yang tidak seusai kenyataan, karena saat ini asisten Jack tidak sedang melakukan apapun, hanya duduk menghadap jendela.
"Aku tidak melihat kak Jack sibuk, kak Jack sedang melamun, memikirkan aku kan ?" senyum Ameera yang kini sudah berpindah posisi duduk di pangkuan asisten Jack.
"Kak.. aku sengaja kemari karena aku ingin menyelesaikan kalimat jawabanku atas pertanyaan kak Jack semalam, tentang pernikahan.. " ucap Ameera lirih yang saat ini berhasil membuat asisten Jack merespon dengan lirikan.
"Sejujurnya aku memang belum siap untuk menikah kak, tapi.. aku juga tidak ingin kita berpisah. Kak Jack adalah milikku dan aku adalah milikmu, perasaan kita sudah pasti sama kan.. " belum selesai Ameera mengucapkan kalimatnya tiba tiba asisten Jack menyela,
"Tapi kamu tidak mau menikah denganku Ameera, lantas apa yang bisa aku harapkan dari hubungan ini jika tujuan akhir kita tidak sama, " asisten Jack menatap Ameera tajam dengan ekspresi kecewa.
"Belum siap bukan berarti tidak mau kan kak.. Listen, kalau kak Jack benar benar menginginkan kita menikah, maka lakukanlah secara gentleman. Datang dan temui orang tuaku, " Ameera menangkup kedua pipi asisten Jack yang masih flat saja.
Kedua netra mereka bertumpu.. perlahan senyum terbit di kedua wajah seperti oase di padang pasir , melegakan..
"Apa kamu pikir aku ini pengecut yang hanya bicara tanpa tindakan ? tentu saja aku akan menemui orang tuamu Ameera. Tapi setidaknya kamu jawab dulu sekarang, mau apa tidak ?" ucap asisten Jack masih menyelami ke dalam netra Ameera.
"Apa kalau aku jawab Mau, kak Jack kesayanganku ini akan berhenti marah Hemm ?" goda Ameera dengan mencolek dagu asisten Jack.
"Dasar gadis nakal .. apa kamu mau dihukum hah ?" ucap asisten Jack gantian jahil dengan menggelitik pinggang Ameera yang masih duduk dipangkuan nya.
"Ahahaaa.. hentikan kak.. geli hahaa.. iya iya aku mau.. aku mau jadi istrimu.. aku mau jadi ibu dari anak anakmu, dan aku mau hidup menua bersamamu selamanya sayangku cintaku kakak Jack ku !!!" Ameera tidak bisa berhenti tertawa tapi lalu kemudian.
"Jawabanmu membuat aku terkesan gadis kecil..." menghentikan gelitikan tangan kini asisten Jack merengkuh tubuh Ameera.
Senja mulai berganti malam saat kedua insan tersebut larut dalam cumbuan lembut di bibir satu sama lain, asisten Jack menciumi bibir tipis nan manis itu dengan lembut, Ameera tidak menolak saat ciuman terasa semakin dalam dan panas karena saat ini semua sungguh nikmat dengan bumbu cinta yang bertabur di dalamnya.