
Hari ini, seperti yang dijanjikan..
Kayra dan Jimin berangkat kerja bareng, Kayra sangat antusias lantaran hari ini dirinya akan memulai langkah awal memanfaatkan kekayaan hasil bermain pasar saham ke. bisnis property
"Sebentar lagi impianku terwujud.. aahh aku senang sekali.. " antusias Kayra seperti biasa juga membuat Jimin merespon dengan senyum teduh.
"Aku ada meeting pagi ini, jadi mungkin aku belum bisa menemani kamu meninjau lokasi, maaf ya.. asisten Jack mendadak menyampaikan perubahan jadwal." nada suara Jimin terdengar meminta maaf.
Membuat Kayra merasa tidak enak hati jika sampai Jimin meninggalkan pekerjaannya hanya demi menemani dirinya meninjau lokasi.
"Tidak apa.. bukankah perintisan usahaku masih akan berproses lama ? Aku masih akan sangat butuh bantuanmua Jim, " sedikit tawa menegaskan jika tidak apa apa, aku bisa pergi sendiri...
Tiba di perusahaan mereka berdua berpisah, Jimin menunggui sampai mobil Kayra benar benar pergi meninggalkan perusahaannya setelah itu baru dirinya melangkah masuk ke dalam gedung.
Dalam perjalanan mengendarai mobilnya, terbesit sebuah ide dalam otak Kayra. Satu tangan mengemudi dan satu tangan lainnya meraih sesuatu didalam tas.
Sebuah bros kecil yang Kayra pakai saat arisan pertama sebagai bagian dari geng sosialita, Smirk tipis menghiasi wajah Kayra yang kemudian membelokkan mobilnya menuju ke suatu tempat.
Saat ini Kayra berada di sebuah tempat dimana dirinya bisa meminta tolong seseorang untuk mentransfer isi file untuk diunggah ke laman media sosial.
Sebuah kios kecil tersembunyi yang berada di perbatasan kota, dimana ada seorang pria yang menjual jasa akun palsu yang biasa digunakan untuk menyebar rumor didunia sosial media.
Lebih dari satu jam lamanya Kayra menunggui pria itu, mulai dari menyiapkan akun palsu, kemudian menyamarkan lokasi, lalu mengunggah file berisi percakapan Kayra dengan pria gi go lo yang waktu itu.
Semua isi didalam file menampilkan bagaimana sebuah gedung mewah yang di salah gunakan menjadi tempat pros ti tu si yang sangat rapih tersembunyi bahkan dilindungi pihak berwenang setempat.
Dalam rekaman itu, meski Kayra tidak merekam wajah orang orang disana tapi Kayra yakin jika cepat atau lambat semua orang akan mencari tahu dan pasti akan menemukan siapa Liam sebenarnya.
Tidak butuh waktu lama, respon warga penghuni jagad sosial media merespon video yang baru saja diunggah oleh sebuah akun baru.
Jumlah yang menonton dan berkomentar semakin banyak hingga dalam waktu hitungan menit video tersebut menjadi viral dan banyak di bagikan oleh pengguna lain.
Jagad sosial media benar benar heboh..
Bersamaan itu.. ditempat lain..
BRAKK.. PRANNKK !!!
Liam benar benar mengamuk di dalam ruangannya, bagaimana bisa beredar video serta percakapan yang jelas jelas menyebut nama nya, Liam..
Nafas Liam memburu menahan amarah yang tidak terbendung lagi.
"Aku bersumpah akan membunuhmu Kayra !!!" umpat Liam yang melangkah kesal menuju sebuah mobilnya yang terparkir di garasi.
Liam bersumpah akan membunuh Kayra yang sudah terang terangan berani mencuri terlalu banyak informasi di sarang gi go lo dan para wanita peliharaannya.
Tentu saja tidak salah jika Liam menuduh Kayra karena Liam paham betul seperti apa situasi saat itu, semua tepat seperti kejadian saat Kayra ikut dengannya tempo hari.
Liam melacak keberadaan Kayra lewat bantuan pihak berwenang yang merupakan sekongkolannya, Liam mendapatkan informasi jika Kayra saat ini sedang disebuah lokasi, dengan semangat pembunuh mobil Liam melaju sangat cepat bahkan sampai di atas rata rata kecepatan mobil pada umumnya di jam menjelang makan siang begini.
Sedangkan di tempat lain, Kayra tersenyum puas saat melihat bagaimana jagad dunia sosial media heboh bereaksi pada unggahan video rekaman yang tersebar tentang sarang pros ti tu si di kota mereka.
Banyak pengguna sosial media memberi komentar mulai dari ujaran kebencian, sampai komentar tentang bagaimana bisa hal itu tidak terendus pihak kepolisian.
Liam yang mengemudi sambil menahan amarah, merasa terganggu saat ponselnya terus berbunyi.
Nama yang tertera adalah salah satu kepala pihak berwenang yang bersekongkol dengan bisnis hitam Liam.
Prankk.. Liam melempar ponsel keluar dari jendela mobil, lalu menekan pedal gas semakin kuat.
Mobil Liam melaju terlalu cepat membuat situasi jalan raya terganggu. Fokus Liam saat ini hanya satu, menemukan Kayra,
Aku bersumpah akan membunuhmu wanita sialan !!!
Saat melihat lampu merah, Liam panik lantaran pedal rem tidak berfungsi, padahal situasi jalan raya saat ini tidak lengang dan kecepatan mobil Liam diatas 100 km/jam .
Membuat Liam semakin frustrasi bercampur panik,
Mobil berkecepatan penuh dengan rem blong menjadi pemicu terjadinya kecelakaan beruntun di salah satu ruas jalan raya dekat persimpangan lampu lalu lintas.
BRAKK.. !!!
Mobil Liam terguling usai menabrak badan truk besar dari arah berlawanan lalu meledak karena posisi mobil yang dikendarai Liam melesak kearah pom bensin hingga ledakan besar tak terelakkan.
DHUARR !!! DHUARR !!!! DHUARRR !!!
Selanjutnya..