
"DAVID !!!!" pekik seorang wanita dengan tangan bertengger di pinggang dan ekspresi marah serta tatapan mata tajam seperti siap membunuh.
Jimin menghentikan langkahnya lalu memilih mundur, aku tidak boleh gegabah. Batin Jimin yang membenarkan posisi penutup kepala hoodie yang dia pakai dan memilih tetap mengawasi adegan dihadapannya dalam jarak aman.
Sewaktu waktu Kayra membutuhkan bantuan Jimin siap..
"Li.. Lisa... " lirih Kayra berucap seolah merasa bersalah, "I.. ini tidak seperti yang kamu kira, aku dan David cuma.. cuma.. mmm" Kayra menatap David yang masih enggan menurunkan tubuhnya dari pangkuan.
Kenapa David hanya menatap datar pada kekasihnya, ada apa sebenarnya diantara mereka.. Apa rencanaku gagal ??? Kayra bermonolog dalam hati.
"Apa yang kamu lakukan disini.. " David akhirnya bicara, dengan tatapan datar dan santai.
"Tentu saja aku melindungimu dari godaan wanita ja lang ini !!" Lisa mendekat lalu menarik Kayra agar turun dari pangkuan David.
Jimin yang dalam posisi siaga hendak berlari menolong tapi di luar dugaan adegan selanjutnya justru,
David menahan tubuh Kayra yang hampir terjatuh, Posisi saat ini Lisa menarik lengan kanan Kayra dan David menahan lengan kiri Kayra.
"David sayang.. wanita ini tidak sebaik yang kamu lihat, dia jahat, licik, dan murahan !!" nafas Lisa memburu menatap nyalang ke arah Kayra.
"Apa maksudmu Lisa, kenapa kamu menghina aku seperti itu ? ini bukan salahku, David yang mengajak aku kencan. " Kayra playing victim kali ini bersikap sebagai wanita rapuh yang merasa tersakiti.
"Kamu tahu kalau David adalah kekasihkku, apa mata mu buta hah ??" Lisa merasa geram lalu menghempaskan tubuh Kayra kasar.
"Jangan salahkan aku jika kekasihmu tertarik padaku Lisa, selama janur kuning belum melengkung maka siapapun masih bisa menikung, bukankah begitu cara kerja dalam circle sosialita kita Lisa ?" Kayra hampir terjatuh tapi justru kembali ditahan David, posisi Kayra dan David berpelukan.
Kayra mengangkat satu alisnya membalas Tatapan Lisa.
Masih dalam mode playing victim Kayra tidak melawan saat Lisan hendak kembali berbuat kasar , namun tiba tiba David menyeletuk,
"Lisa diamlah, listen.. ini semua keinginanku yang memang ingin kencan dengan Kayra," ucapan David membuat Lisa marah sampai berkaca kaca tak menduga jika David akan mengucapkan hal seperti itu.
"Aku pria bebas yang belum menikah, aku punya hak untuk bersenang senang dengan siapapun yang aku mau !!" David melepaskan Kayra dari dekapannya lalu beranjak hendak pergi sambil menggandeng lengan Kayra.
"Sayang.. apa yang kamu katakan hah ? kenapa tiba tiba kamu seperti ini ? David !!" Lisa menjauhkan tubuh David dan Kayra.
Ouch.. Kayra terjatuh di sofa sedangkan Lisa menarik paksa David untuk pergi dari klub.
David berpaling menatap Kayra, sorot netra nya seakan meminta maaf untuk kejadian tak terduga barusan.
Setelah David dan Lisa benar benar pergi, barulah Kayra meluapkan kekesalannya dengan menghabiskan banyak minuman alkohol yang ada di atas meja.
"Seperti itulah rasanya Lisa.. melihat kekasihmu bercumbu dengan temanmu.. " smirk Tipis lalu tiba tiba saja Kayra menangis.
"Hiks.. bodohnya aku yang hampiir menyerahkan diriku begitu saja pada pria bajingan seperti David, hiks... " air mata Kayra mengalir deras tanpa suara hanya sesegukan di temani botol minuman selanjutnya.
Jimin yang melihat Kayra mulai frustrasi, mencoba mendekat.
"Kenapa tiba tiba Kayra menangis frustrasi begitu, ada apa dengannya.. " batin Jimin.
"Kayra.. "Lirih Jimin memanggil nama wanita mabuk di hadapannya lalu ikut duduk di dekatnya.
"Kamu ? siapa kamu hah ?" racau Kayra tidak mengenali Jimin yang memakai hoodie menutup sebagian kepala.
"Kamu mabuk Kayra.. ayo kita pulang" ucap Jimin sesaat setelah membuka penutup kepalanya.
"Jimin... Jimin yang baik hati itu kan hahaaa.. " Kayra sedang mabuk, wajahnya memerah dan omongannya meracau.
"Ayo kita pulang Kayra, " Jimin meraih menahan tangan Kayra yang ingin mengambil sebotol lagi.
"Lepaskan aku !! diamlah !! sssstttt.. " Kayra mengarahkan satu telunjuk tepat di bibir Jimin.
"Astaga.. apa dia sadar dengan apa yang dia lakukan huft.. " batin Jimin sembari merebut botol dari tangan Kayra.
"Kayra stop !!" Jimin meletakkan botol yang sudah terbuka ke atas meja, lalu merengkuh kedua bahu Kayra.
"Jangan siksa dirimu Kayra.. jangan.. " tatapan Jimin sangat teduh membuat Kayra yang sedang dalam pengaruh alkohol tiba tiba tersenyum.
"Tampan... " jemari Kayra menyentuh wajah Jimin tanpa berusaha melepaskan cengkeraman tangan Jimin di bahunya.
"Apa kamu tahu pria yang bersama ku tadi ?? kami hampir saja berciuman, aku bahkan siap menyerahkan tubuhku padanya hiks.. hiks.. hikss.. " air mata lolos begitu saja saat ini Kayra semakin kacau, "Bodoh sekali kan aku ?? hamppiiirr saja... sedikit lagi... hahahaaa... tapi aku senang pacarnya datang dan mereka jadi bertengkar karena aku.. aku orang bodoh yang jahat.. "
Brughh.. Kayra tiba tiba mendorong tubuh Jimin sampai membentur sandaran sofa , lalu..
"Kayra.. sadarlah.. "