My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 84 Berkelak



David dan Elena mengangguk bersamaan, keduanya akan dimintai keterangan di ruangan terpisah namun secara garis besar konsep menjawab setiap pertanyaan sudah sama.


Elena duduk di sebuah ruangan yang hanya terdapat satu kursi untuk dirinya, beberapa menit setelah Elena masuk tim penyidik juga masuk. Seorang penyidik yang merupakan pria paruh baya dengan wibawa penegak hukum berpengalaman.


Mereka melakukan sesi tanya jawab basic sebelum melanjutkan ke topik masalah utama,


"Jadi nona Elena, anda bisa katakan apa alasan anda melakukan pencemaran nama baik terhadap nona Kayra ?" pertanyaan pria penyidik to the poin.


"Saya hanya tidak suka saja pak, Kayra hanya seorang gelandangan mana mungkin boleh menjadi dewinya pasar saham, memalukan !" jawab Elena enteng tanpa ekspresi bersalah sedikitpun.


"Apa anda tahu apa konsekuensi dari tindakan anda nona Elena ?" lanjut tanya pria penyidik.


"Saya tidak tahu pak, saya hanya tidak suka dengan broker itu, " tentu saja sebenarnya Elena tahu,


Ini termasuk tindakan pencemaran nama baik dan juga pembunuhan karakter dengan mencoba menyebar tanpa ijin masa lalu seseorang, apalagi orang tersebut sedang berada diposisi populer.


"Apa anda yakin hanya itu saja alasan anda ? lalu bagaimana dengan keterlibatan anda dalam kasus kematian nona Ayra Azalea ? "


"Saya tidak tahu apapun, saya tidak terlalu mengenal Ayra. " jawab Elena yang masih bertahan di zona amannya.


"Dalam rekaman barang bukti video ada anda muncul di tempat yang sama, anda tidak bisa mengelak hal itu bukan !" pria penyidik menunjukkan foto yang di dapat dari cuplikan video, foto yang menunjukkan secara jelas jika itu adalah Elena.


"Memangnya mengapa jika kebetulan saya ada di restoran yang sama, toh disana juga ada banyak orang. " jawab Elena yang mengikuti saran dari tim pengacara yaitu berkelak.


"Ceritakan bagaimana hubungan anda dengan tuan David Malik Ibrahim. " pria penyidik menatap fokus Elena yang masih tampak tenang.


"Anda tahu apa yang direncanakan tuan David pada nona Ayra Azalea ?" tanya pria penyidik lagi.


"Tidak tahu. "


Jawaban Elena yang tidak pasti membuat pria penyidik mulai frustrasi, waktu penahanan 24 jam sebentar lagi habis dan dirinya harus mencari cara membuat Elena mengaku.


Sedangkan diruangan lain,


David tidak bisa mengelak, pria di dalam video itu adalah dirinya yang sedang bercumbu dengan Lisa. David juga tidak bisa mengelak saat suara dalam rekaman yang diputar adalah suaranya.


"Jadi, sepertinya anda tidak bisa mengelak lagi tuan David. Semua bukti sangat jelas disini. " pria penyidik benar benar berhasil mengintimidasi David yang gagal membangun Alibi.


"Aku di jebak. " ucapan David singkat tanpa menatap pria penyidik yang berdiri di hadapannya David melanjutkan berkata, "Malam itu aku di jebak oleh wanita itu, saat itu aku dalam pengaruh obat terkutuk. " David menyalahkan Lisa dalam hal ini.


"Anda adalah dalang utama atas kasus pembunuhan berencana dan pengambil alihan aset kekayaan Ayra Azalea. Semua bukti jelas ada disini, percuma membangun alibi anda akan tetap menjadi tersangka utama, jadi sebaiknya anda bekerja sama tuan David, mengakui sekarang akan membuat hukuman anda lebih ringan nantinya. " ucap pria penyidik serius tanpa ekspresi.


"Aku tidak tahu, aku di jebak dan tidak terlibat dalam kecelakaan malam itu. Terserah bagaimana anda memutuskan tapi sampai kapanpun aku akan menjawab tidak tahu karena aku memang tidak tahu menahu. " respon David benar benar menyusahkan penyidik.


Mengintrogasi David lebih rumit, tidak cukup waktu yang terbuang selama berjam jam sampai batas penahanan 24 jam berakhir.


Masih kekurangan bukti, membuat para penyidik membebaskan Elena dan David . Keduanya kini berstatus tahanan kota, dimana tidak satu pun dari mereka diijinkan pergi dari kota ini sampai batas waktu yang ditentukan.


Didampingi pengacara dan timnya, David juga Elena melenggang keluar dari kantor polisi saat malam hari, keduanya kembali ke rumah masing masing.