My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 65 Tolong jemput aku



"To.. tolong jemput aku.. " suara Kayra bernada lirih dan gemetar.


"Kirim lokasimu dan tunggu sampai aku datang, " ucap seseorang diujung sambungan.


Kayra menshare dimana lokasinya berada saat ini dan selanjutnya dia hanya menunggu sambil duduk memeluk tangannya sendiri di kursi mobil.


Lokasi Kayra tidak cukup jauh dari posisi Jimin sekarang ini.


Jimin yang masih berada di sebuah restoran usai melakukan pertemuan dengan beberapa klien sekalian makan malam pun segera menghubungi asisten Jack untuk menyiapkan mobil. Mendengar suara Kayra yang tidak sedang baik baik saja membuat Jimin seketika khawatir hingga,


Kurang satu satu jam Jimin tiba, setelah sebelumnya terjebak keramaian evakuasi kecelakaan.


Tokk..


tokk..


tokk..


Jimin mengetuk kaca jendela mobil Kayra tiga kali, membuat Kayra menoleh lalu gegas membuka pintu mobil lalu,


"Kenapa lama sekali, aku ketakutan setengah mati. huhuhuuu... " tiba tiba saja Kayra melingkarkan kedua tangannya di tubuh Jimin. Memeluk erat seperti anak kecil yang ketakutan dan butuh orang tua untuk menenangkan .


Jimin yang merasa terkejut lantaran tiba tiba di peluk, mencoba memahami apa yang Kayra rasakan dan berkata, "Tenanglah ada aku, aku sudah datang.. ayo kita pulang. "


Jimin mengurai pelukan Kayra dari tubuhnya, tanpa bertanya apapun karena melihat kondisi Kayra yang sepertinya mengalami shock Jimin menggandeng Kayra pergi dari situ.


Jimin membawa Kayra pulang menggunakan mobilnya dimana asisten Jack siap mengantar dibalik kemudi.


"Bawa kami pulang Jack. " ucap Jimin saat keduanya sudah masuk kedalam mobil.


Kayra duduk bersandar di pundak Jimin sambil tangan Jimin yang tetap erat menggenggam tangan Kayra yang masih gemetar.


"Astaga.. apa yang sebenarnya terjadi dan.. nona Kayra anda terluka ? " asisten Jack gesit melajukan mobil meninggalkan lokasi tempat kejadian.


"Aku juga kurang yakin, Kayra belum cerita, bisakah kamu mengemudi lebih cepat Jack ! bawa kami kerumah terdekat. " titah Jimin yang di respon anggukan oleh asisten Jack lewat kaca spion.


Jika pulang ke rumah Kayra akan memakan waktu lebih lama, Jimin memutuskan membawa Kayra de rumahnya yang terdekat dengan lokasi mereka saat ini.


Sepanjang perjalanan Kayra tidak melepaskan pelukannya, tubuhnya gemetar dan dengan memeluk Jimin ada rasa nyaman tersendiri.


Mobil tiba dirumah Jimin. "Aku bisa handle dari sini Jack, kamu bisa pulang sekarang. " ucap Jimin saat memapah Kayra turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Hubungi jika butuh sesuatu, aku akan siap.. " ucap asisten Jack yang kemudian melajukan mobilnya pergi dari rumah Jimin.


Jimin mengangguk menjawab iya, sambil melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Dengan hati hati Jimin membawa Kayra ke sebuah sofa panjang, meminta Kayra duduk sementara Jimin mengambil kotak p3k.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu bisa terluka Kayra.. " tanya Jimin khawatir, sejak tadi Kayra hanya diam dan Jimin bisa merasakan tubuh Kayra gemetar.


"Dia duluan yang mulai Jim, aku hanya melindungi diriku. hiks.. " tiba tiba saja Kayra menangis.


"Jangan menangis, ceritakan apa yang kamu rasakan, jangan menangis nanti aku ikut menangis.. " ucap Jimin begitu saja sambil mengobati luka di pelipis Kayra.


Tapi Kayra tidak cerita, atau belum. Bagaimana mungkin dirinya cerita jika kecelakaan yang terjadi tadi adalah karena ulahnya ?


Kayra hanya meladeni permainan maut Dante, dia tidak bersalah tapi tetap saja rasa ketakutan itu menyelimuti dirinya.


Hingga beberapa saat kemudian.


"Sudah selesai. istirahat disini saja malam ini. " Jimin menawarkan Kayra untuk menginap di salah satu rumah yang berada dekat dari lokasi penjemputan tadi.


"Thanks.. " ucap Kayra ringan, tidak menolak hal tersebut.