My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 69 Satu benda spesial



Kayra melanjutkan ceritanya,


"Di dalam mobil saat terjadi benturan aku masih sadar, aku mencoba menelpon seseorang tapi di saat bersamaan masuk lagi pesan dan rekaman suara di lokasi restoran tempat David dan geng sosialita berada, mereka secara sengaja selain mengirim video perselingkuhan David dengan Lisa, Terdengar juga dalam rekaman percakapan suara antara Elena dan Liam membicarakan rencana perebutan semua aset kekayaanku dalam waktu dekat, dan yang lebih membuat aku frustrasi adalah semua rencana jahat geng sosialita padaku adalah ide dari David. Bahkan mobil yang sengaja menciptakan sabotase kecelakaanku malam itu adalah Dante. " Kayra menceritakan semuanya tanpa ditutupi, membuat Jimin semakin mengeratkan pelukan saat Kayra kembali terisak.


Jimin mengusap punggung Kayra yang masih saja terisak, mencoba menguatkan Kayra untuk mengatakan semuanya, " Jangan tahan sendiri beban hidupmu, berbagilah aku.. "


Kayra menyebutkan nama siapa saja yang berperan dalam setiap rencana jahat yang mereka tujukan pada Ayra azalea.


"Waktu itu tujuan utamaku adalah David tapi ternyata dia sulit digapai. Hingga aku memilih masuk ke dalam circle geng sosialita.. "


Kayra menceritakan bagaimana Liam meninggal adalah karena di picu penyebaran video tentang bisnis pros ti tu si hitam yang terselubung, bahkan Liam rutin menyogok pihak berwenang terkait agar bisnisnya bisa berjalan lancar dan aman.


"Seseorang mengatakan padaku kala itu Liam mencariku, dia tahu aku adalah pelaku yang merekam semua isi gedung tempat bisnis hitamnya berjalan, tapi takdir memihakku Liam tewas dalam kecelakaan karena rem blong. " Kayra menyeka air mata yang membasahi pipinya.


Kemudian menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan sebelum melanjutkan ceritanya, "Pengkhianatan di balas pengkhianatan, mencuri dibalas mencuri, Kematian juga harus di balas dengan kematian, Hanya itu tujuan hidupku saat ini," Kayra mendongak menatap Jimin yang masih setia menatap teduh pada dirinya.


Dalam diri Kayra bergejolak, Kenapa dia menatapku seperti itu...


"Apa yang kamu pikirkan saat ini ? kamu pasti anggap aku gila kan ? pasti kamu tidak percaya semua yang aku katakan, ah sudahlah.. " Kayra sedikit mendorong Jimin melepaskan diri dari pelukan hangat itu.


Tapi Jimin tidak melepaskan Kayra begitu saja, Jimin masih menahan posisi Kayra dalam dekapannya sambil menatap berkata, "Aku tahu kamu tidak mungkin mengatakan kebohongan tapi, aku akan lebih percaya jika kamu bisa jawab pertanyaanku ini.. "


Smirk manis Jimin saat hendak melontarkan pertanyaan, sedangkan Kayra mengerinyitkan dahi penasaran.


"Dari setiap hadiah yang aku kirimkan untuk Ayra azalea, hadiah mana yang paling kamu sukai ? jika kamu menyebutkan dengan benar benda itu maka aku tidak akan ragu lagi, " kata Jimin membuat Kayra sedikit berpikir mundur kebelakang.


"Katakan.." ucap Jimin lirih.


Sangat penasaran apakah Kayra benar benar bisa menyebutkan hadiah yang setiap hari dia kirim untuk Ayra azalea .


Senyum Kayra melengkung saat mengingat hal itu, sebuah hadiah yang menjadi favorit nya dari semua hadiah yang Ayra Azalea terima.


"Kamu pernah memberiku hadiah berupa jepit rambut mutiara.." jawaban Kayra membuat Jimin semakin yakin jika wanita di hadapannya ini tidak berbohong.


Ayra ku... batin Jimin yang tersenyum tersipu.


"Setelah kondisi ekonomiku stabil aku menyempatkan diri kembali ke rumah Ayra azalea, dengan menyebut aku adalah sahabat karibnya pelayan dirumah mengijinkan aku masuk ke dalam kamar. Disana aku mengambil jepit rambut mutiara itu, karena menurutku itu sangat berkesan, kamu memberikan hadiah tepat di hari ulang tahun yang tidak pernah ada perayaan. Itu juga salah satu alasan yang membuat aku membuka hati untuk menerima pengagum rahasia yang kupikir David, ternyata bukan, itu adalah kamu Jimin.. " Kayra menarik diri lalu saling menatap dengan Jimin yang berkaca kaca.


"Kamu sungguh Ayra Azalea... wanita yang aku sukai sejak awal pertemuan kita sampai sekarang. Aku senang sekali.. " Jimin tersenyum sambil meneteskan bulir embun di mata nya.


"Takdir memberi kita kesempatan untuk memperbaiki semuanya.. " lanjut Jimin yang kini menangkup rahang Kayra dan menyelami netra Kayra.


"Ya.. perasaan mu tidak bertepuk sebelah tangan Jimin.. seandainya aku tahu itu adalah kamu bukan David pasti semua kemalangan ini tidak harus terjadi karena kita berdua pasti sudah hidup bahagia bersama. " ucapa Kayra lirih membiarkan Jimin merengkuh tubuhnya.


Menyalurkan perasaan yang sama sama menghangat lewat cumbuan manis di bibir satu sama lain yang seakan sudah menjadi candu masing masing.


Cumbuan singkat di temani suasana sekitar yang sunyi hanya terdengar suara air di kolam ikan dan sayup semilir angin yang menerpa tubuh mereka.