
Flash back off..
Saat ini David dan Lisa berada di parkiran klub X ordinary. David menghempaskan tangan Lisa yang mencoba menariknya masuk ke dalam mobil.
"Cukup sampai disini Lisa, kamu sangat memalukan ! bisa bisanya berbuat hal seperti itu tadi, kamu gila !" Tatapan David tajam dan dingin.
"Aku ?? memalukan ?? Aku melindungi kekasihku dari ja lang dan kamu bilang aku gila ?? Dimana otak warasmu David !!" Lisa terpancing amarah hingga membalas ucapan David dengan nada tinggi.
"I can't take it anymore Lisa, kita putus !" David mengangkat kedua tangan sambil menggeleng kepala seakan sudah terlalu malas berdebat apalagi mempertahankan hubungan mereka.
"Putus ?? apa maksudmu David ?? Kamu bilang akan menikahi aku, KAMU BAJINGAN AARRGHHH !!! " Lisa meremas kepalanya frustrasi sambil menangis emosi menatap punggung David yang semakin menjauh.
David sendiri mantap melangkah menuju mobilnya, sama sekali tidak berpaling menengok ke belakang, dia lelah dan benar benar malas dengan Lisa yang bicara berteriak di hadapannya tadi.
Berisik.. batin David yang segeras masuk ke dalam mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan area klub X ordinary.
Meninggalkan Lisa yang duduk tersungkur di dekat pintu mobil, tangisnya terisak berat.
"Kamu sudah berjanji David, hiks.. hiks.. Kamu sudah berjanji akan menikah denganku.. huhuhuuu... " Tangis pecah tak terelakkan, pupus sudah harapan Lisa untuk menjadi pendamping hidup seorang David Malik Ibrahim yang kaya raya dengan segala warisan bisnis dan aset kekayaan Ayra Azalea.
Sementara itu di dalam klub X ordinary..
"Kayra.. sadarlah !" Jimin yang terduduk paksa sampai bersandar pada punggung sofa, mencoba menahan apa yang Kayra ingin coba lakukan padanya.
"Apa kamu tahu... Aku ini hanyalah wanita bodoh yang ambisius, Bayangkan bagaimana tadi jika kekasih pria brengsek itu tidak datang tepat waktu.. hiks... " Kayra tiba tiba kembali menangis sambil duduk diatas pangkuan menghadap Jimin.
"Kayra.. Tidak perlu memaksakan diri, lupakan saja semuanya.. " Teduh Jimin menatap Kayra, seakan dirinya ikut merasakan hal yang sama.
"Aku tidak akan berhenti sampai semua nya selesai, aku hidup untuk membalas perbuatan mereka, Aarrgghh !!" Kayra meremas hoodie Jimin dengan sorot mata yang tiba tiba serius.
Glek.. Jimin tidak suka dengan situasi seperti ini, posisi mereka terlalu intim dan emosi Kayra sedang tidak stabil.
Beruntungnya suasana klub terlalu ramai hingga tak seorangpun memperhatikan apa yang mereka lakukan saat ini.
Kayra dan Jimin saling menatap lekat dan secara perlahan namun pasti, tatapan tajam Kayra berubah menjadi sayu sedangkan Jimin masih tetap tenang meski gejolak dalam dirinya mulai tak beraturan.
Dan benar saja apa yang feeling Jimin rasakan, Kayra...
Cup.. Kayra sengaja menempelkan bibirnya diatas bibir Jimin.
Satu detik..
dua detik..
Tiga detik.
Padahal Jimin ingin bilang, jangan lakukan. 😂
Masih tidak merubah posisi, ciuman Kayra semakin lama semakin terasa lebih panas dan basah. Kayra memainkan lidah mengeksplore mulut Jimin yang juga akhirnya membalas tak kalah aktif seperti apa yang Kayra lakukan padanya.
Tidak ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan, Jimin berusaha menyudahi adegan me sum tersebut tapi..
"ini terasa manis, aku suka.. " lirih Kayra di sela aktivitas nya.
"ini sudah cukup Kayra, hentikan dulu.. " Jimin menahan pundak Kayra agar siempunya berhenti.
"Why... kamu juga menyukainya bukan ? apa kita harus menyewa sebuah kamar untuk melanjutkan semua ini ?" Kayra menatap sayu sambil memainkan jemarinya di permukaan wajah Jimin.
Jemari Kayra bergerak mengukir setiap pahatan wajah Jimin hingga kembali berhenti di bibir. Kayra sengaja menggoda memainkan permukaan bibir Jimin dengan jemarinya.
"Kamu sengaja menggodaku Kayra.. kamu harus dihukum karena sudah merenggut paksa ciuman pertamaku.. " dengan satu gerakan cepat Jimin menahan tengkuk leher Kayra lalu ganti mengambil alih permainan.
Kali ini Jimin membalik posisi Kayra yang bersandar pada sofa, ciuman Jimin lebih agresif dari sebelumnya.
Hhmmpphh..
Hhmmpphh..
Hanya ada deru nafas keduanya yang mencoba Meraup sebanyak mungkin oksigen di sela ciuman ala french kiss yang berlangsung bermenit menit lamanya.
Sama sama terbuai dan saling menatap sayu..
"Touch me... " pinta Kayra yang menuntun tangan Jimin untuk merengkuh kedua payu dara nya.
Deg.. Jimin terdiam,
"Aku bukan bajingan seperti David Kayra, aku tidak akan melakukan hal yang lebih dari ini apalagi kamu tidak dalam kondisi sadar. " Jimin gegas menarik diri dan menyudahi semua permainan mereka.
Ciuman di bibir masih wajar, tapi merenggut mahkotamu hanya akan aku lakukan saat kamu menjadi istriku Kayra.. batin Jimin yang kemudian berubah ke mode tegas.
Dengan sigap Jimin melepas hoodie nya untuk di pakaikan pada tubuh Kayra, pakaian seksi Kayra mulai berantakan dan Jimin tidak ingin tubuh Kayra semakin terkespose.
Lalu Jimin menarik pelan tubuh Kayra agar berdiri tapi sayangnya Kayra tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena efek terlalu banyak minum.
Kayra baru berdiri saja sempoyongan, akhirnya Jimin inisiatif melepas sepatu heels Kayra.
"Kayra.. kamu bisa jalan kan, ayo kita pulang.. " Jimin menggandeng lengan Kayra.
Keduanya pergi dari klub X ordinary menggunakan mobil Jimin.