
Kayra hendak pamit saat hari sudah menjelang sore, seharian ini dia benar benar mendapatkan banyak tambahan ilmu dari Jimin.
"Kalau ada waktu main ke perusahaanku, tapi hubungi aku dulu agar tidak dipersulit di bagian loby. " Jimin memgantar sampai ke depan rumah Kayra.
"Aku tahu, aku sudah save nomormu, besok aku akan menghubungimu jika ingin berkunjung. Thanks untuk hari ini. " Kayra tersenyum berpamitan kemudian masuk ke dalam rumahnya.
Sedangkan Jimin, kembali mengulas senyum tipis saat melihat Kayra membalik badan dan melambai pada dirinya bersamaan dengan membuka pintu lalu menghilang setelah pintu tertutup.
Jimin kembali melangkahkan kaki kembali kerumahnya saat tiba tiba..
Ponselnya bergetar berkali kali, Jimin meraih ponsel yang bergetar itu dari dalam saku lalu melihat nama yang tertera di layar.
"Haish.. tidak penting !" batin Jimin usai menggeser tombol berwarna merah.
Sementara Kayra yang kini tengah berada di dalam kamarnya, tampak sedang berbalas pesan dengan seseorang yang tidak lain adalah Jeni.
Jeni mengingatkan Kayra jika arisan geng sosialita akan diadakan esok lusa, Jeni juga mengatakan jika arisan akan di adakan di sebuah tempat yang sudah di booking oleh salah satu member lain.
"Oke Jen, easy aja. Aku bakal datang sesuai jam yang ditentukan. Actually.. aku sudah tidak sabar sih ingin tahu bagaimana rasanya menang arisan dan gimana rasanya dapat bonus brondong semalaman hehee.. " Kayra merespon seolah sudah sangat tidak sabar.
"Aku pernah dapat arisan Kay, waktu itu Liam beneran ngajak aku ke tempat dia memelihara banyak sekali pria pria yang di jadikan brondong teman one night stand. Cuma sayang aku gak tertarik dengan pelayanan mereka jadi aku kerjain aja satu brondong bonusku dengan memijit tangan, kaki dan kepalaku, ahh lumayan sih sama sama servis semalaman dan dia gak ngeluh meski berkali kali coba godain aku tapi dia gak berani maksa. Kalau peliharaan Liam bersikap keterlaluan dan gak sesuai dengan yang kita inginkan, biasanya Liam bakal hukum itu brondong. " perkataan Jeni sangat panjang.
Bahkan Kayra sudah paham bagaimana garis besarnya, cuman sengaja membiarkan Jeni mengatakan apa yang dia ingin katakan, dan bersikap seolah tidak tahu apa apa.
"Aku baru tahu hal seperti itu lho Jen, duh.. aku sudah tidak sabar semoga besok itu aku yang dapat arisan ya hehee.. Kalau aku dapat bonus berondong pasti bakal aku manfaatin banget tuh semalaman buat enak enakin aku, duh jadi mikir yang iya iya kan ish.. " Kayra benar benar memainkan peran seperti wanita yang jarang dibelai dan menyukai permainan ranjang orang dewasa.
Panggilan berakhir saat baterai diponsel sisa beberapa persen. Sembari membiarkan ponsel mengisi daya, Kayra memilih untuk menyiapkan makan malam setelah itu mengecek statistik akun broker miliknya.
"Aku harus kumpulkan lebih banyak uang agar semua rencanaku semakin mudah dan tidak berantakan.. " Gumam Kayra di dalam hati nya.
Sebelas dua belas dengan apa yang dilakukan Kayra, saat ini Jimin juga tengah fokus memainkan laptopnya, sesekali melirik kearah luar jendela kamar tetangga diseberang sana sengaja menunggu kapan sosok Kayra masuk ke dalam kamarnya dan melakukan rutinitas setiap malam yang membuat sesuatu dalam diri Jimin bergetar halus membayangkan..