
Satu setengah jam kemudian..
"Ahh... 💦"
"Akhh.. 💦"
pelepasan usai rasa penasaran keduanya berakhir dengan kenikmatan satu sama lain.
Seperti dua orang yang sama sama bodoh Kayra dan Jimin menertawakan ulah mereka barusan.
Setelah saling mengatur menenangkan nafas, Kayra bangkit dari tubuh Jimin lalu secara bergantian membersihkan diri di dalam kamar mandi.
Saat ini Jimin sedang membuat dua cangkir kopi dan sarapan ringan, roti panggang dengan mentega.
Sarapan siap dan keduanya duduk berhadapan di meja makan, tingkah keduanya benar benar canggung tapi sebisa mungkin bersikap wajar.
"Kamu tidak ke kantor ?" tanya Kayra sambil mengunyah roti mentega nya.
"Tidak.. kita harus bicara Kayra." ucap Jimin yang juga melakukan hal yang sama. mengunyah roti panggang mentega.
"Mobilmu di bengkel, dan aku akan meminta montir mengantarkan kesini jika sudah selesai, jadi selama itu kita harus bicara, aku yakin kamu tahu apa maksudku. " senyum sepintas Jimin memang teduh tapi kali ini seperti mengintimidasi.
"Aku bisa pulang naik taksi, maaf merepotkan kamu terus. " Kayra canggung entah harus bilang apa jadi satu satunya cara adalah mengalihkan pembicaraan.
"Kurasa hubungan kita sudah lebih dari sekedar teman mengingat apa yang kita lakukan tadi, jadi jangan meminta maaf mulai sekarang mari kita saling terbuka. " tatapan Jimin sungguh sendu dan tampan sekali membuat Kayra tidak mampu berkata kata selain mengangguk.
Sarapan selesai kini keduanya tengah duduk di teras belakang rumah didekat kolam ikan.
"Aku tahu ini pasti akan terdengar sangat konyol tapi.. " Kayra kembali menimang nimang kalimatnya, haruskah dia teruskan atau tidak.
"Ceritakan semua agar aku mengerti dan bisa memposisikan diriku untuk bagaimana membantumu, kecuali kamu tidak yakin denganku Kayra " ucap Jimin sembari menatap fokus hanya pada netra Kayra.
Seakan tatapan Jimin berusaha meyakinkan jika semua akan lebih mudah di hadapi jika bersama.
"A.. aku.. sebenarnya aku adalah Ayra azalea yang bertransmigrasi ke dalam tubuh gelandangan kumal yang kamu selamatkan waktu itu.. " Kayra menghela nafasnya pelan ada sedikit rasa ragu bagaimana reaksi Jimin.
"Lalu ?" Jimin menahan rasa terkejutnya dan meminta Kayra mengatakan lebih banyak lagi.
"Di malam terjadinya kecelakaan itu, aku sebagai Ayra Azalea dan kekasihku David sedang merayakan hari jadi kami yang ke tiga bulan di sebuah restoran bersama geng sosialita, namun sebelum acara kami selesai aku harus pergi karena mendapatkan telpon dari rumah sakit yang mengabarkan jika neneku satu satunya sedang di tangani.." Lagi lagi Kayra menghembuskan nafasnya.
"Kamu yakin ingin mendengar semuanya ? " tanya Kayra melirik meyakinkan.
"Aku ingin tahu semuanya.. tanpa ada yang dikurangi sedikitpun. " tatapan Jimin menjadi serius dan dalam hatinya bertekad harus mengetahui semuanya hari ini juga.
"Malam itu aku mabuk, sepertinya seseorang sudah mencampur sesuatu ke dalam minumanku, setengah sadar aku mengendarai mobil menuju rumah sakit saat tiba tiba ada mobil misterius yang mengikuti aku dari belakang, berkali kali mobil itu mencoba menabrak mobilku tapi aku berhasil menghindar, hingga selanjutnya aku benar benar oleng saking merasakan reaksi obat yang mengurangi fokus mengemudiku hingga terjadilah kecelakaan itu.. " netra Kayra berembun mengingat kembali kejadian paling mengenaskan dalam hidupnya.
Kayra menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan mencoba menetralkan rasa gemuruh di dada sebelum melanjutkan kisahnya.
Greb..
Tiba tiba Jimin memeluk tubuh Kayra,
"Kuatkan dirimu, katakan semuanya padaku... "