My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 77 Ameera menolak menikah



Selesai makan malam asisten Jack dan Ameera segera kembali ke apartemen Ameera, sudah menjadi kebiasaan bagi pasangan kekasih itu semenjak jadian asisten Jack lebih sering menghabiskan waktu bersama Ameera didalam apartemen, berduaan sudah menjadi candu satu sama lain.


Tiba di apartemen Ameera waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Keduanya memutuskan untuk berendam bersama di dalam bath up sebelum tidur.


Ameera mengisi air hangat sementara asisten Jack mulai melepas satu persatu kain yang menempel ditubuh keduanya.


Ameera yang tidak menolak saat Asisten Jack merengkuh tubuh kecilnya untuk sedikit bermain di bawah shower sebelum berendam membuat asisten Jack benar benar menyalurkan hasrat cintanya yang semakin besar dari hari ke hari.


"Ahh... kak Jack geli." saat Ameera merasakan sentuhan halus asisten Jack di bagian sensitifnya sambil masih asik menikmati susu langsung dari sumbernya.


Posisi berdiri keduanya membuat Ameera tak berdaya, saat bagaimana asisten Jack tidak sekedar menyesap tapi juga memainkan lidah panasnya di pucuk pu ting Ameera yang semakin terasa keras.


Membuat Ameera me rin tih meremas kepala asisten Jack yang justru semakin lahap, ditambah gerakan jemari di bawah sana yang membuat tubuh Ameera menggelinjang tak karuan.


Sensasi nikmat dan gatal yang bercampur membuat Ameera takluk dalam permainan asisten Jack. Degan gerakan mau mundur pelan dan tidak tergesa gesa asisten Jack semakin membuat gadis kecilnya gila dan menginginkan lebih, terlihat dari bagaimana kini Ameera menggoyangkan pinggulnya mengejar sebuah rasa yang hampir dia gapai.


ploop.. asisten Jack menarik kedua jemari yang hampir saja membuat Ameera menegang untuk pelepasan.


"Kak.. " lirih Ameera berucap seakan protes atas permainan setengah jalan sang kekasih.


"Airnya sudah penuh sayang.. ayo.. " asisten Jack menarik pelan tubuh Ameera masuk ke dalam bath up.


Posisi asisten Jack duduk bersandar dengan Ameera diatas pangkuan nya. Permainan dewasa yang baru setengah tadi membuat Ameera menjadi lebih agresif.


Ameera menggerakkan pinggulnya menggoda batang berurat milik asisten Jack yang semakin tegak dan terasa keras.


Asisten Jack menikmati gerakan gadis kecilnya yang semakin liar diatas tubuhnya, membiarkan Ameera bermain sampai puas baru dirinya mengambil alih kendali.


Air dalam bath up bergelombang luber menandakan aktifitas panas keduanya yang sudah hampir satu jam, asisten Jack menyelesaikan permainan singkat dengan beberapa kali hujaman yang terasa sangat dalam dan kuat.


Tubuh Ameera lemah tak berdaya bersandar pada dada bidang asisten Jack. Merasakan nafas keduanya kembali teratur barulah keluar dari dalam bath up.


Saling tertawa kecil saat mengenakan bathrobe masing masing, sesekali menggoda dengan ciuman ciuman singkat nan panas seolah memancing satu sama lain untuk permainan babak selanjutnya.


"Ahh iya itu kak.. ssshhhh ahh.. " Ameera meracau sambil meremas kepala asisten Jack yang tengah menikmati sensasi berkedut basah saat lidahnya menyusup menancap ke dalam liang seng ga ma Ameera yang singset.


Pelepasan untuk kesekian kali membuat penampilan Ameera semakin seksi dengan bulir peluh yang kembali membasahi tubuhnya.


Masih dengan kedua kaki yang terangkat mengalung di leher asisten Jack, Ameera menarik tubuh Asisten Jack lalu menciumi pria itu, meminta untuk kembali dimasuki dengan posisi seperti ini.


Kembali bergelora hasrat keduanya semakin panas dan liar, seakan jika semakin sering melakukan itu maka perasaan mereka juga menjadi semakin kuat.


"Hhmphh ahh.. "


"Hhmpphh agh.. "


Asisten Jack yang kali ini mendominasi permainan, di sela sela lenguhan serta de sa han dan rin ti han, asisten Jack berkata,


"Ameera sayangku.. maukah kamu menjadi ibu untuk calon anak anak kita nanti ?" pertanyaan mengejutkan disela hentakan kuat yang memabukkan.


"Ahh.. apa maksudnya kak ?? kak Jack mau kita punya anak akhh !!" suara Ameera tersentak seksi mencoba mencerna apa maksud ucapan sang kekasih.


"Ya.. itu maksudku sayang, kita akan menikah secepatnya.. " kata asisten Jack meyakinkan.


"Menikah ?? akhh !!" rasa terkejut yang bercampur kenikmatan membuat Ameera menatap asisten Jack dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Ya.. kamu mau kan menikah denganku Ameera sayang.. Aghhh.. " Menikmati sisa pelepasan asisten Jack menggerakkan pinggul nya maju mundur perlahan membiarkan sensasi berkedut lebih lama di dalam sana.


"Maaf kak Jack.. aku suka menjadi kekasihmu dan semua hal yang kita lakukan saat berduaan tapi.. untuk menikah seperti nya aku belum siap, maaf... " ucap lirih Ameera meminta maaf.


DHUARR !!


Bagai suara badai petir di dalam kepala asisten Jack saat ini, dirinya tidak menyangka Ameera akan mengatakan hal mengejutkan seperti itu.


Apa dia menolak menikah denganku ???