
Keesokan pagi..
Sinar matahari hangat menyusup masuk melalui tirai jendela yang membuat Ameera melenguh mengerjapkan mata.
Eunghhh...
Ameera menggeliat meregangkan otot tubuhnya saat kemudian menyadari saat ini dirinya tidak berada di kamarnya.
Nuansa serba putih bercampur krem maskulin, Ameera melirik seseorang yang tanpa sengaja dia peluk seperti guling.
"Astaga.. mampus aku !!" batin Ameera menjerit tatkala menyadari jika ini adalah kamar kak Jack teman curhatnya.
Ameera tiba tiba tidak berani bergerak, hanya menggeser sedikit bobot tubuhnya, tampak pria yang tertidur seperti bayi imut itu tidak terusik sedikitpun.
Bahkan Jack tampak sangat nyaman terlihat dari bagaimana dia menggeliat meraih tubuh Ameera lalu memeluk gantian seperti guling.
Ameera menahan nafas saat ini gantian dirinya yang dijadikan guling hidup.
"Astaga.. kenapa bisa begini.. " Ameera merasa biasa saja sebenarnya karena menanggap Jack satu satunya teman pria yang paling nyaman jika diajak curhat, hampir semua kisah hidup Ameera Jack punya kartu as nya.
Tapi ini pertama kalinya mereka seintim ini..
Nafas Jack terasa hangat menerpa permukaan kulit Ameera saat ini, bahkan Ameera sengaja membangunkan Jack dengan cara menepuk nepuk pundaknya namun nihil, sepertinya pria itu masih terlalu nyenyak mengarungi lautan mimpi.
"Kak.. kak Jack bangun, hei.. " lirih Ameera hampir berbisik lantaran tidak berani terlalu mengejutkan.
Tidak ada respon, dan Jack benar benar memeluk Ameera seperti guling, erat..
Capek membangunkan akhirnya Ameera justru kembali ikut tertidur, mereka berdua kembali tertidur hingga..
Beberapa saat kemudian, saat tidak terasa pergerakan dari tubuh gadis kecilnya, Jack sedikit membuka mata mengintip dan ternyata benar dugaannya, gadis itu kembali terlelap.
Dan hal itu membuat Jack jadi malas bangun, karena ingin lebih lama tidur bersama gadis kecilnya.
Hingga terik matahari benar benar meninggi menuju tengah hari..
Sekarang adalah hari senin namun asisten Jack sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya diperusahaan.
Capek Jimin menghubungi puluhan kali ponsel asistem Jack dan sayangnya seperti sengaja diabaikan.
Kini saat berkas itu selesai di pelajari Jimin memilih untuk menghubungi Kayra.
"Karena tidak ada asisten Jack, tidak ada salahnya aku mengajak Kayra untuk bertemu klien setelah makan siang nanti. " Jimin mulai mengetik nama Kayra ponsel lalu menekan tombol hijau untuk menyambungkan panggilan video.
Kayra yang saat ini masih berada dirumah, baru saja selesai membersihkan rumah dan berselancar di dunia pasar saham.
"Benar benar panen uang hari ini... " senyum Kayra mengembang sempurna saat melihat saldo akunnya bertambah banyak.
Slot slot saham yang dia pasang tadi malam, sudah habis terjual.
Menggunakan saldo yang dimiliki, Kayra memanfaatkan waktu luangnya untuk mencari slot saham lain yang menurutnya akan menguntungkan untuk penjualan beberapa hari kedepan.
Saat sedang fokus berselancar tiba tiba terkejut saat ponsel berdering.
Kayra melihat nama yang tertera pada layar ponsel, Jimin ?
"Ada apa dia menelpon.. " Kayra meraih ponselnya lalu menggeser tombol warna hijau dan tersambung dalam panggilan video.
"Kayra.. apa aku mengganggumu ?" tanya Jimin yang tampak tampan di video
"Cukup menggangu sih, aku sedang berselancar di dunia pasar saham, why ?" jawab Kayra apa adanya.
"Datanglah ke perusahaan ku sekarang, aku akan ajak kamu menemui calon klien yang tertarik menanamkan saham di bisnis propertyku, bukankah kamu bilang ingin belajar tentang hal itu ?" ucapan Jimin auto membuat metra Kayra berbinar.
"Really ?? oke.. oke.. aku akan segera bersiap dan meluncur ke perusahaanmu." Kayra meletakkan ponselnya begitu saja saking antusias nya bersiap tanpa mematikan panggilan video.
Jimin yang memang sedang tidak mengerjakan apapun juga seolah sengaja tidak mematikan panggilan video. Dalam panggilan video yang masih tersambung itu terlihat satu sudut kamar Kayra yang membuat Jimin tersenyum sendiri.
Tidak hanya tersenyum sendiri tapi kali ini netra Jimin melotot hampir keluar dari tempatnya saat melihat bagaimana Kayra menanggalkan pakaian ruamahannya dan membuka lemari memilih mana yang akan dia pakai.
"Bukan salahku kan.. salahkan Kayra kenapa dia meninggalkan ponselnya begitu saja dengan posisi angle yang pas begini.. "
Jimin tak berkedip saat menatap pemandangan yang sama seperti setiap malam dia lihat dari jendela kamarnya.
Hanya saja lewat panggilan video ini semua tampak sangat jelas,bagaimana setiap lekuk tubuh mulus Kayra seakan sengaja mempertunjukkan secara ekslusif hanya untuk Jimin.
Wahh.. seksi.. 😍