
Pembicaraan sentimentil tentang sebuah rahasia diantara keduanya berakhir dengan larutnya Jimin dan Kayra dalam pemikiran masing masing.
Berhari hari selanjutnya..
Hubungan pertemanan Jimin dan Kayra semakin akrab, keduanya tak segan saling menceritakan curahan hati satu sama lain tentang apa yang mereka alami sehari hari.
Namun Kayra belum Menceritakan Jika sosok Ayra Azalea adalah dirinya yang mengalami kejadian transmigrasi saat malam kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Kayra akan menceritakan jika momen pas itu tiba.
Cukup Jimin saat ini mengenal Kayra sebagai mantan gelandangan kumal yang berhasil sukses menapaki tangga kesuksesan sebagai broker jenius dan pebisnis property.
Saat ini Jimin dan Kayra sedang berada di sebuah kafe, yang terletak di dekat lokasi kantor marketing Kayra.
Mereka mengobrol membicarakan hal hal ringan setelah sebelumnya membahas perkembangan bisnis Kayra.
"Iklan yang kita buat sangat diminati, kantor marketing selalu kedatangan banyak calon customer setiap hari. Dan yaa tentu saja ada sebagian yang tidak benar benar dari golongan ekonomi menengah kebawah, beberapa hari yang lalu seorang konglomerat berminat membeli satu deret unit perumahan dengan berani membayar secara cash, dan coba tebak apa keputusanku ?" ucap Kayra bersemangat.
"Sudah pasti kamu tolak kan, aku tahu kamu tidak mudah terpengaruh oleh uang. " jawaban Jimin tentu saja benar, dia sangat mengenal karakter Kayra
"Dan lebih lucu lagi saat pegawaiku mengusir orang itu, dan besoknya dia kembali mengutus seseorang untuk negosiasi dan aku tolak lagi , lalu besoknya tiba tiba saja datang sekawanan calon customer yang masing masing mereka membeli unit hunian yang berada dalam satu deret. Beruntung pegawaiku meneliti dengan sangat detail setiap informasi identitas mereka dan menolak semuanya. hari itu juga. " Kayra menceritakan pengalamannya beetemu berbagai jenis calon customer dengan semangat,
Jimin sampai ikut bereaksi sama dengan apa yang Kayra ceritakan, "Konglomerat yang ambisius tapi gagal, ya kan? "
"Ya.. karena mereka bukan target pemasaranku makanya aku tolak, " ucap Kayra lalu keduanya sama sama tegelak oleh tawa saat tiba tiba,
"Kayra.. kebetulan sekali. " seseorang menghampiri Jimin dan Kayra yang duduk di dekat jendela kafe.
"Oh hai David.. " ucap Kayra membalas sapaan David dengan lambaian tangan.
Jimin mendengus kesal, lagi lagi David , lagi lagi David..
"Boleh aku bergabung ? kebetulan juga aku sedang mencarimu Kayra. " David tersenyum sambil menarik satu kursi diantara Jimin dan Kayra yang duduk berhadapan.
Pembicaraan menjadi tidak asik saat David mencoba nimbrung topik yang Jimin dan Kayra bahas sebelumnya.
"Kayra.. apa kamu mau datang ke acara pertemuan para broker yang diadakan minggu depan ?" tanya David tiba tiba sambil dengan santai menyeruput minuman yang dia pesan.
Membuat Kayra bingung bagaimana menjawabnya, "Aku memang ada rencana ke acara itu sih, tapi memangnya harus berpasangan ? "
"Enggak sih, tapi aku ingin saja pergi denganmu, bagaimana ? aku akan sedih kalau kamu bilang tidak lo hehee.. " David menatap Kayra dengan netra yang berbinar.
"Hentikan sikap sok manismu itu David !! Kenapa semakin hari sikapmu bukan lebih dewasa justru kekanakan hah ?? untuk apa kamu ngajak Kayra, ajak kekasihmu sana !! Kayra akan pergi denganku. " ucapan Jimin datar namun tegas.
Membuat Kayra merasakan jika saat ini Jimin, cemburu ?? apa pria ini sedang cemburu lantaran sepupunya ngajak aku pergi bareng ? batin Kayra merasa tak enak merasa diperhatikan lebih.
"Hhmm.. iya David sorry aku sudah janjian sam Jimin. Tapi aku juga ada keperluan denganmu, urusan bisnis sih. Apa besok kita bisa ketemuan ?" tanya Kayra mengalihkan topik pembicaraan.
"Urusan bisnis ? Hhmm kalau begitu datang saja ke perusahaanku. Aku akan menunggumu saat selesai jam makan siang, bagaimana ?" ucap David dengan lampu hijau nya.
"Kenapa tidak pagi saja David, aku akan bawa bekal untuk makan siang kita tapi kalau kamu tidak mau ya sudah setelah jam makan siang tidak apa apa. "
"Pagi sampai siang aku sudah ada janji dengan beberapa rekan bisnis, jadi kita bisa bertemu setelahnya, " kata David tersenyum ramah keudian dia berkata lagi "Kita bisa makan malam setelah membahas bisnis, mau kan ?"
"Hhmm.. ya itu juga boleh. " Kayra membalas senyuman David sedangkan Jimin menatap keduanya tanpa eskpresi.
Dalam hati Jimin tentu saja marah, Kayra sudah dia peringatkan berkali kali agar menjauhi David, tapi kenapa seolah wanita di hadapannya ini sengaja mengumpankan diri untuk menarik perhatian David.
Membuat Jimin berpikir, Apa yang kamu rencanakan Kayra..
Karena karakter Kayra setahu Jimin adalah wanita kuat yang tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama.
Dalam bisnis Kayra bisa menerapkan prinsip itu, dalam dunia pasar saham sebagai broker Kayra juga terkenal sebagai dewinya pasar saham yang terus maju tanpa menoleh kebelakang.
Tapi kenapa dengan David Kayra seperti kehilangan prinsip itu ? ada apa sebenar nya ?