
Tiba di restoran..
Suasana romantis seakan langsung menyambut kedatangan asisten Jack dan Ameera. Sejak turun dari mobil dan berjalan melewati loby masuk ke dalam tampak lampu lampu seperti lilin menghias di sepanjang kiri dan kanan mereka.
Setiap melangkah seolah tempat ini adalah milik mereka, hiasan bunga bunga mawar segar menambah kesan manis dan sangat disukai Ameera.
Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka, mempersilakan masuk untuk duduk di tempat yang di sediakan.
Lampu restoran di setting lebih temaram kekuningan seakan akan acara makan malam kali ini adalah candle light dinner.
Ameera dan asisten Jack duduk berhadapan dengan meja bundar di antara mereka.
Aroma lilin di tengah meja menambah kenyamanan tersendiri.
"Bagaimana restoran ini tahu jika aku sangat suka bunga mawar ya kak, lihatlah semua ornamen mulai dari kita turun dari mobil sampai masuk kedalam sini semua serba berhiaskan bunga mawar, lilin kecil ini juga berbentuk mawar dan wanginya aku suka banget.. " Ameera tak hentinya berdecak mengagumi dekorasi rsetoran malam ini yang sangat berbeda seperti saat mereka makan siang tempo hari.
"Kamu suka ? aku suka jika kamu suka.. " ucap singkat asisten Jack saat menatap binar di mata Ameera
Ameera memgangguk antusias, lalu pelayan lain tampak menghampiri untuk menawarkan buku menu, dia berdiri menunggu kedua tamu memilih menu apa yang mereka inginkan untuk makan malam kali ini.
Aaa... kenapa pasangan ini sangat manis sih... batin si pelayan wanita.
Sembari menunggu kedua tamu menentukan menu, si pelayan wanita tersebut membayangkan jika dirinya yang berada di posisi wanita itu.
Asisten Jack memang tampan tidak diragukan, setiap wanita yang dekat dengannya pasti akan merasa nyaman.
Usai menentukan menu pilihan, si pelayan undur diri.
Ameera bisa menjadi diri sendiri saat bersama Asisten Jack, dalam hati Ameera merasa sangat nyaman dan yakin meski dirinya tidak cantik tapi kak Jack akan tetap menyukainya.
Mereka sudah akrab bertahun tahun yang lalu sejak Ameera duduk di bangku senior high school. Ameera sejak dulu menganggap kak Jack adalah satu satunya pria yang paling bisa di ajak curhat, bukan hanya sekedar mendengarkan tapi kak Jack juga selalu bisa memberi saran dan masukan yang sangat tepat untuk masalah yang di hadapi Ameera.
Namun kini, semakin kesini keduanya semakin dekat lebih dari sekedar teman curhat tapi..
Getaran halus yang sama sama mereka rasakan saat hanya berdua, perasaan nyaman yang tidak dibuat buat.
Apalagi sejak kejadian Ameera di tolak berkali kali oleh Jimin, pria dewasa incarannya sejak lulus sekolah.
Ameera seakan adalah fans fanatik Jimin yang akan merasa bangga jika berhasil mendapatkan perhatiannya.
Bertahun tahun mengejar cinta Jimin, dan terakhir adalah penolakan Jimin saat bertemu di kafe malam itu.
Ameera sengaja meminta bantuan ibu Jimin agar bisa kencan berdua, sayangnya hal itu justru menjadi puncak ketidak sukaan Jimin pada dirinya.
Rasa obsesi Ameera pada Jimin secara perlahan teralihkan pada sosok kak Jack atau asisten Jack yang entah kenapa selalu ada di saat dirinya rapuh dan butuh sandaran. Setiap Ameera curhat tentang Jimin asisten Jack selalu bisa mengalihkan perasaannya.
Saat malam pertama keduanya tidur di satu ranjang yang sama, saat itulah debaran dalam diri Ameera semakin tak terkendali.
Perasaan halus bergetar saat pertama kali berpelukan dengan posisi seintim itu, membuat Ameera tersipu malu .
Hari hari selanjutnya Ameera lebih suka menghabiskan waktu bersama asisten Jack.