My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 47 Genius Kayra



Setelah satu persatu para rekan bisnis pergi meninggalkan ruangan meeting..


"Maaf Jeni.. aku tidak bisa jika hanya sendirian menjadi sponsor pameranmu, biaya yang dibutuhkan untuk pameranmu tidak cukup seratus juta dollar kan.. " Kayra mencoba menenangkan Jeni yang duduk terisak di kursinya.


Para rekan bisnis sekaligus sponsor pameran tiba tiba mundur dengan berbagai alasan dan dalam waktu yang bersamaan, membuat Jeni bagai tersambar petir di siang hari tanpa mendung tanpa hujan.


...Sakit, menderita tapi tidak berdarah.....


"Hiks.. Pameran ini impianku Kay, aku memfokuskan diri untuk menciptakan karya seni tapi apa ?? kenapa semua tiba tiba berantakan begini, hiks... " Jeni frustrasi meremas kepalanya yang tiba tiba terasa berat.


Dengan Jeni yang masih lemas terkulai saat ini bahkan Kayra tidak bisa membantu apa apa selain mencoba menenangkan dengan mengusap usap punggung Jeni tanda empati.


"Jeni.. Aku memiliki solusi untuk krisis yang kamu hadapi saat ini, Hhmmm.. aku bersedia membayar semua desain perhiasan termasuk yang sudah masuk produksi dan juga menebus aset kekayaan yang kamu gadaikan tapi aku hanya bisa membayar sepertiga dari keseluruhan biaya, bagaimana ?" tanya Kayra berhati hati tidak ingin Jeni merasa direndahkan.


"Hiks.. Kayra, mana mungkin aku melepas semua hasil kerja kerasku seumur hidup dengan harga serendah itu. hiks.. " Jeni menatap Kayra sendu lalu kembali menangis tersedu sedu merasa kalut.


Jeni merasa saat ini dirinya sudah berada di ambang kehancuran.


Aku benar benar hancur.. hiks.. batin Jeni.


Seluruh tabungan sudah Jeni gunakan untuk pembayaran awal modal produksi perhiasan, aset kekayaan juga sudah dia gadaikan untuk menutup biaya operasional menjelang pameran impiannya yang hanya tinggal hitungan minggu.


Sikap optimis Jeni yang sebelumnya merasa jika keuntungan pameran dan bantuan sponsor akan membuat balik modal bahkan keuntungan yang lebih besar kini pupus sudah..


"Tidak apa jika kamu tidak mau, aku tidak berhak memaksa Jen, Hhmmm baiklah.. aku harus pergi sekarang aku ada janji dengan seseorang. Bye Jen.. be strong oke !" ucap Kayra seraya beranjak hendak meraih tasnya di kursi tempat dia duduk.


Mendengar suara tapak heels Kayra menjauh, Jeni gegas mengusap sisa air mata yang membasahi wajahnya lalu mendongak menatap punggung Kayra seraya berkata,


"Kayra tunggu... " panggil Jeni saat Kayra hampir membuka kenop pintu.


Dengan tangan yang masih menggengam kenop pintu, Kayra menahan langkahnya dengan smrik tipis di wajah lalu sepersekian detik membalik badan dengan ekspresi turut prihatin.


Dalam hati Kayra berjingkrak jingkrak senang sekali rencananya berjalan dengan mulus , Kayra memuji kemampuan dirinya sendiri bagaimana bisa mempermainkan situasi yang seakan akan apa yang akan dihadapi Jeni setelah hari ini hanyalah kehancuran dan kebangkrutan.


Padahal jika Jeni cerdas dia seharusnya berani mengambil resiko dengan tetap melanjutkan proses produksi lalu menjual hasil desain ciptaannya di toko perhiasan yang dia miliki.


Setidaknya jika melakukan itu Jeni masih bisa mendapatkan keuntungan normal ketimbang menjual pada Kayra keseluruhan hasil kerja nya seumur hidup dengan hanya sepertiga dari harga normal.


Bodoh sekali kamu Jeni... batin Kayra tersenyum lebar seperti iklan pasta gigi saat melangkah kembali mendekat ke arah Jeni.


Hari itu juga Kayra dan Jeni menandatangani kesepakatan, atau biasa disebut kertas perjanjian atau lembar berita acara jual beli aset dan perhiasan dimana Jeni bersedia melepas semua aset yang dia gadaikan serta desain ekslusif perhiasan yang sudah masuk proses produksi kepada Kayra dengan harga sepertiga lebih murah dari harga normal.


Dalam surat perjanjian itu juga tertulis, jika salah satu pihak tidak bisa membatalkan kesepatakan apapun yang terjadi.


Diakhiri dengan tanda tangan kedua belah pihak diatas materai, Kayra resmi mengambil alih semua yang dimiliki Jeni.


Dalam hati Jeni saat ini membatin, "Tidak apalah setidaknya aku masih bisa melanjutkan bisnis kecil kecilan, aku yakin akan bisa bertahan dari kebangkrutan, Kayra memang dewi penyelamatku ." tersenyum penuh rasa terima kasih saat menjabat tangan kanan Kayra.


Sedangkan Kayra yang kemudian melangkah pergi dari tempat itu bermonolog dalam hati, "See ?? Aku berhasil mencuri apa yang sudah diam diam kamu curi dari Ayra azalea, bahkan aku mendapatkan bonus yaitu kehancuran impianmu Jeni. "


Kayra melangkah dengan semangat penuh percaya diri, bagai mendapat jackpot dalam permainan lotre.


Apa yang Kayra rebut dari Jeni adalah memang milik Ayra azalea. Kekayaan dari kehidupan lampaunya.


Jeni mendapatkan pembagian cukup besar saat dia dan geng sosialita nya berhasil menghancurkan Ayra azalea, dan mengambil alih seluruh aset kekayaan yang jika ditotal keseluruhan bisa mencapai milyaran dollar.


Kayra masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin dan setelah mengenakan sabuk keselamatan, Kayra mematut dirinya lewat kaca spion dan berkata,


Target selanjutnya adalah...