My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 58 Merawat bayi besar Kayra



Perjalanan selama hampir tiga puluh menit hingga mobil Jimin berhenti di pelataran rumah Kayra.


"Kita sudah sampai.. "


Baru saja Jimin membukakan pintu depan untuk membantu Kayra tiba tiba..


"A.. aku.. perutku terasa mual aawwhhss.. " Tanpa persiapan Kayra tiba tiba muntah dan..


Hoeekk..


Hoeekk


Hoeekk...


Jimin memijit tengkuk leher membiarkan Kayra mengeluarkan semuanya.


"Feel better ?" tanya Jimin.


"Aku terlalu banyak minum hahaa.. " dalam kondisi mabuk Kayra sama sekali tidak merasa bersalah karena sudah mengotori mobil Jimin dan dirinya sendiri dengan muntahan minuman tadi.


Tanpa merasa jijik Jimin membantu memapah Kayra masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamar utama dan masuk ke dalam kamar mandi.


Jimin hafal dengan setiap sudut ruangan karena tipe rumah Kayra sama dengan rumahnya yang ada di sebelah.


Kayra mulai meracau seperti anak kecil saat Jimin mulai membuka keran air hangat untuk mengisi bath up . Menunggu air penuh Jimin membuka satu persatu kain yang menempel pada tubuh Kayra, hoodie, dress, dan daleman semua masuk ke dalam keranjang kotor.


Pikiran Jimin saat ini hanya bagaimana membersihkan tubuh Kayra, mirip seperti orang tua yang merawat bayi kecilnya.


Jimin menarik pelan Kayra yang sudah dalam keadaan polos dan menyanyi seperti anak kecil untuk berdiri di bawah shower.


Sebelum berendam dalam bath up Jimin membersihkan terlebih dahulu tubuh Kayra, Setelah bersih Jimin meminta Kayra masuk dan berendam didalam Bath up .


"Kamu berendam dulu, aku akan buatkan minuman hangat untuk meghilangkan sisa mual diperutmu. " ucap Jimin dengan pandangan ketar ketir.


"Bagaimana bisa tubuh semulus ini terpampang nyata di hadapanku, biasanya hanya mengintip dari jendela. 😂" Jimin bermonolog sendiri sambil menggeleng kepala beberapa kali.


Baru saja beberapa langkah tiba tiba,


"Heii !! jangan pergi dulu, bantu gosok punggungku hee... " cengir Kayra sembari tangannya mengulurkan sebuah spons .


Beberapa kali Jimin menghembuskan nafas mencoba menjaga sesuatu dalam dirinya, menjaga akal sehatnya untuk tidak melakukan hal yang lebih.


Jika dia sadar pasti malu setengah mati.. batin Jimin saat Kayra meminta untuk di gosok punggungnya.


Tubuh Kayra terendam air dalam bath up sampai batas leher, Kayra menekuk kedua kaki dan melingkarkan tangan di kaki tersebut, benar benar hanya mengekspose punggung putih langsat nya.


Beberapa menit kemudian, "Sudah.. aku keluar ya " Jimin beranjak dari duduknya ditepi bath up.


Pakaian Jimin sedikit basah di sana sini.


Sementara Kayra berendam untuk menetralkan pengaruh alkohol, Jimin mulai berkutat di dapur menyiapkan minuman hangat,


Teh jahe dengan lemon dan madu.


"Heeiii !! Aku sudah selesai !!" teriak Kayra dari dalam kamar mandi.


"Pakai handuk yang ada di dekat pintu dan keluarlah !!" Jimin merespon dengan sedikit teriak juga karena saat ini tangannya masih sibuk menyaring teh.


Kayra keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya, duduk di tepi ranjang menunggu Jimin datang dan membantunya.


Beberapa saat kemudian, Jimin kembali masuk ke dalam kamar dan mengangkat satu alisnya, "Kenapa belum pakai baju ?"


"Katamu tadi aku hanya harus memakai handuk kan ? kamu tidak menyuruhku pakai baju sendiri, " Kayra menatap Jimin sambil tersenyum seperti anak kecil.


Jimin akhirnya membantu Kayra mengeringkan tubuhnya lalu menyiapkan pakaian yang diambil dari dalam lemari.


"Rumahmu sangat nyaman.. " ucap Kayra yang membuat Jimin kembali menaikkan satu alisnya.


"Kamu pikir ini rumahku ya ? Hhmm" Jimin merespon sambil lalu.


"Apa kita akan tidur disini nanti ?" celoteh Kayra lagi yang kini mulai menepuk nepuk kasur.


"Kamu yang akan tidur disini, ini kamarmu Kayra. " Jimin menyerahkan pakaian bersih untuk Kayra.


Bukannya menerima justru Kayra naik ke atas ranjang lalu mulai melompat lompat kecil,


"Kayra, turunlah !!" kata Jimin sambil mencoba meraih tangan Kayra yang tidak. bisa diam.


"Aaa ini sangat seru, seperti trampolin !! " Kayra melompat lompat semakin heboh dengan masih hanya mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya.


Jimin yang melihat hal itu lagi lagi menggelengkan kepala, memijit pelipisnya yang entah kenapa tiba tiba terasa berdenyut pusing.


Astaga, bayi besar ini... batin Jimin saat kemudian harus menarik paksa Kayra agar bisa diam.


Brukk !!


Saat Jimin hendak menarik Kayra juga menarik dan keduanya terjatuh di atas ranjang dengan posisi Kayra di bawah dan Jimin di atasnya.


Jarak yang sangat intim bahkan netra keduanya sangat dekat hanya dua puluh centi.


deg..


deg..


deg..


Jantung keduanya berdegup lebih kencang saat ini, tidak ada suara tidak ada kata.


Hanya hening dengan keduanya saling menyelami sorot netra masing masing.


Kayra hampir saja menarik Jimin untuk berciuman saat tiba tiba Jimin menyeletuk, "Pakai baju atau aku pergi sekarang !"


Kayra yang seperti anak kecil mendengus kesal tapi akhirnya menurut.


Sesi berganti pakaian selesai kini keduanya duduk di sebuah sofa di ruang tv.


"Minum selagi hangat, ini akan membuat tubuhmu lebih nyaman dan tidak mual. " ucap Jimin saat menyuapi sesendok demi sesendok teh ramuan hangat untuk Kayra kecil.


Kayra benar benar menurut, menghabiskan satu gelas teh ramuan hangat.


"Hhooaamm... " Kayra tiba tiba saja menguap saat Jimin meletakkan gelas dan sendok kosong di meja.


"Sudah mengantuk Hmm ? tidurlah.. " Jimin meminta Kayra tidur di kamarnya tapi,


Tiba tiba saja Kayra membaringkan diri di sofa dengan kepala berada di pangkuan Jimin, membuat Jimin tidak bisa menolak saat Kayra kembali menyeletuk, "Usap usap kepalaku, pusing sekali rasanya.. "


Jimin menghela nafas panjang, lalu melakukan apa yang Kayra inginkan.


Tidak butuh waktu lama bagi Kayra kecil untuk terlelap dan Jimin yang tidak bisa bergerak karena dianggap bantal yang dengan nyamannya Kayra memeluk pinggang keras Jimin.


Apa jika dalam kondisi sadar kamu akan berani melakukan hal ini, Kayra ?? senyum teduh Jimin terukir di wajah tampannya.


Lalu secara perlahan ikut terlelap..