
Kayra membalik badan dan melangkah kembali ke dalam ruangannya usai mengantar kepergian David, baru saja Kayra mendaratkan bo kong nya dikursi tiba tiba terdengar ponsel berdering.
Kayra meraih benda pipih tersebut lalu menggeser tombol hijau sembari tersenyum menyapa, "Hallo honey.. "
Sedangkan diujung sambungan sana ada Jimin yang juga tengah berdiri didekat jendela ruangan kerjanya, dengan satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana dan tangan lain memegang ponsel di dekat telinga, "Hallo baby.."
Pasangan yang baru saja resmi menjadi kekasih tadi malam itu tampak berbincang dengan sesekali tersenyum bersama ditempat berbeda. Bukan tanpa alasan Jimin menelpon Kayra di waktu seperti ini, Jimin mengatakan nanti sore akan mengajak Kayra ke toko perhiasan untuk membeli cincin pasangan.
"Nanti sore aku akan jemput kamu ya honey, kita pakai mobilku saja.. " kata Kayra setuju.
"No baby, biar aku yang ke kantor kamu dengan asisten Jack, kita berangkat dari sana saja bagaimana ?" Jimin menawarkan opsi yang disetujui oleh Kayra.
Panggilan ponsel selesai setelah lima belas menit. Jimin tersenyum hangat sambil menatap ke luar jendela ruangannya sedangkan Kayra juga tersenyum meski masih sedikit mengguratkan ekspresi belum siap di wajahnya.
Bagaimana jika kisah akhir hidupku tidak di takdirkan bahagia.. pria itu sangat baik bahkan terlalu baik hingga membuat aku merasa aku yang tidak pantas untuknya.. batin Kayra sembari menghela nafasnya panjang.
Sore harinya..
sesuai apa yang mereka sepakati dalam panggilan telpon tadi siang, kini Jimin sudah tiba di kantor marketing milik Kayra setelah meminta asisten Neil pergi membawa mobilnya.
Jimin melangkah masuk dan disambut dengan senyum sapa salah satu pegawai Kayra yang bertugas sebagai resepsionis.
"Selamat datang tuan.. " sapa resepsionis wanita berusia 30 tahunan dengan wajah asia dewasa.
"Kayra ada ? kami sudah janjian.. " ucap Jimin ramah.
Belum sempat pegawai resepsionis menjawab tampak Kayra sudah melambaikan tangan sembari melangkah keluar dari ruangannya dengan membawa tas kerja di satu tangan, "Haii.. "
Lambaian tangan dan sapaan halus yang juga direspon hal yang sama oleh Jimin, "Hai.. " keduanya sama sama tersenyum lalu keluar dari kantor marketing usai Kayra berpamitan dengan para pegawainya.
Mobil Kayra yang di supiri Jimin melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian kota karena bersamaan dengan jam pulang kantor.
Jarak antara kantor marketing Kayra dengan toko perhiasan pilihan Jimin cukup dekat sebenarnya tidak sampai dua puluh menit sampai.
Jimin dan Kayra keluar dari dalam mobil bersamaan kemudian berjalan masuk ke dalam toko perhiasan dengan saling menggandeng tangan satu sama lain.
"Aku mau lihat koleksi desain cincin terbaru.. " titah Jimin yang tentu saja segera di respon anggukan hormat para pegawai yang kemudian membawa tamu ekslusif mereka masuk kedalam sebuah ruangan khusys dimana desain desain langka tersedia.
"Setiap cincin hanya memiliki satu desain dan di produksi hanya sepasang per model tuan, silakan.. " pegawai yang khusus melayani di dalam ruangan khusus tersebut menyodorkan buku koleksi mereka.
Jimin dan Kayra tampak memilah dan memilih desain mana tanh mereka sama sama sukai.
"Lihat, yang ini ukirannya unik dan mata cincin keduanya jika di satukan bisa membentuk tanda hati, love.. " ucap Jimin sembari membentuk finger love ke arah Kayra yang duduk di sisinya.
"Ish.. itu terlalu norak ah.. Hhmm bagaimana jika desain yang konservatif saja, seperti ini.. lihat honey.. " Kayra menunjuk gambar pada buku kumpulan desain cincin pasangan dimana desain tersebut memperlihatkan model cincin pasangan dengan ukiran unik yang mewah dan simpel saat dipakai terlihat mahal dan ekslusif dengan ukiran nama pasangan dibalik ring nya.
Ada banyak opsi pilihan yang menarik bagi keduanya, tapi sama sama belum menemukan pilihan yang tepat sampai hampir satu jam berlalu begitu saja.
Setelah puas membolak balik buku desain dan saling mengungkapkan selera masing masing akhirnya keduanya sepakat untuk memilih desain yang menurut mereka unik, simpel, mewah dan langka.
"Bisa tunjukkan yang ini ?" kata Jimin pada pegawai toko.
"Baik tuan, silakan tunggu sebentar.. " si pegawai mengambilkan cincin pasangan yang dimaksud, lalu menyerahkan di hadapan Jimin dan Kayra.
"Setiap desain hanya ada satu produksi tuan.. nona.. dan untuk pengerjaan custom nama pasangan akan langsung siap dalam beberapa jam jika anda mau. " si pegawai menjelaskan tanpa terlewat satu pun.
Jimin meminta persetujuan Kayra dan reaksi mengangguk membuat kesepakatan transaksi terjadi saat itu juga.
Sembari menunggu ukiran nama pasangan jadi, Jimin dan Kayra memilih untuk berkeliling di sekitar pusat perbelanjaan di dekat toko perhiasan tersebut.
Jimin mengajak Kayra memilih pakaian yang akan mereka pakai untuk pertemuan broker besok. Sebuah butik mewah yang menyediakan berbagai jenis pakaian update kekinian dengan harga yang fantastis.
Keduanya memutuskan untuk mengenakan setelan pakaian dengan warna senada yaitu warna hitam mixed gold.
Melanjutkan aktifitas sembari menunggu ukiran nama pada cincin selesai, Kayra dan Jimin makan malam di sebuah restoran.
Saat sedang menikmati makan malam pandangan Jimin tertuju pada seseorang yang dia kenal yang sepertinya ingin makan di tempat yang sama,
"Dia.. "