
Kayra tengah bersiap untuk kembali kerumah nya bersama Jimin setelah sebelumnya Jimin mendapatkan panggilan telpon jika mobil sudah selesai diperbaiki.
Seorang montir kepercayaan Jimin mengantarkan mobil Kayra tepat pada pukul setengah enam sore hari.
"Mau makan dulu atau langsung pulang ?" tanya Jimin yang kali ini mengambil alih kemudi.
"Makan dirumahku saja, aku sedang ingin makan masakan rumah. " jawab Kayra yang mengenakan sabuk keselamatan.
"Baik.. kalau begitu kita mampir belanja di supermarket dekat arah rumah " Jimin tersenyum lalu mulai menstarter mesin mobil sambil melirik Kayra dan berkata, "kita pergi sekarang. "
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah membeli beberapa bahan masakan di supermarket mobil segera menuju rumah Kayra.
Sementara itu di tempat lain..
David mencoba menelpon seseorang, David butuh bantuan untuk modal menyiapkan proyek sarana transportasi yang diinginkan Kayra.
Ini adalah salah satu kesempatan bagi David untuk menarik perhatian Kayra, jika dirinya bisa menyediakan sarana transportasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Kayra maka bukan tidak mungkin jika David bisa lebih dekat dan siapa tahu bisa mengencani Kayra.
Penilaian David pada Kayra berubah tiga ratus enam puluh derajat sejak penawaran kerja sama waktu itu.
Satu hal yang pasti, Kayra benar benar broker jenius yang kaya raya sekaligus konglomerat yang punya banyak harta yang jika di pertimbangkan oleh David maka nilainya melebihi semua wanita yang pernah dia kencani.
Dalam sambungan telepon David meminta bantuan seseorang untuk meminjamkan modal usaha senilai satu milyar dollar.
Bukan nominal yang kecil, namun David bersedia mengambil resiko dengan menyetujui suku bunga yang di tentukan oleh seseorang itu yang menyebut angka cukup besar karena David yakin jika kerja sama dengan Kayra pasti akan meraup banyak keuntungan serta kesuksesan di masa depannya.
Selain itu tujuan David ingin mengencani Kayra adalah karena David berpikir dirinya tidak perlu bekerja keras karena ada Kayra yang akan menghasilkan banyak uang untuknya. Jika dia berhasil mendapatkan Kayra sebagai kekasih tentunya.
"Kita harus bertemu malam ini, aku butuh uang itu secepatnya. " kata David antusias.
Panggilan berakhir, David merasa puas sekaligus lega bisa mendapatkan uang untuk modal pendanaan penyediaan sarana transportasi tanpa harus repot repot seperti mengajukan pinjaman di bank reguler yang pasti akan dipersulit mengingat traking record David didunia perbankan yang sering terlilit hutang,
Dengan ekspresi yakin penuh percaya diri David melangkahkan kakinya segera setelah jam kantor selesai.
Menggunakan mobil mewah nya David melaju cepat meninggalkan gedung perusahaan.
Tiba di sebuah restoran yang di janjikan, tampak seorang wanita berpenampilan elegan dengan dua bodyguard di belakangnya sudah tiba terlebih dahulu dan kini sedang tersenyum saat menatap kedatangan David.
"Maaf, aku terjebak macet. " kata David meminta maaf.
"No.. aku baru tiba lima menit yang lalu, duduklah. " ucap wanita tersebut mempersilakan.
Keduanya melakukan kesepakatan sebelum makan malam di sajikan. "Terima kasih sudah bersedia meminjamkan aku sesuai nominal yang aku sebut tadi, aku berjanji akan mengembalikan dalam tempo enam bulan maksimal. " kata David yang sangat yakin .
"Aku yakin kamu bisa diandalkan David dan yaa.. senang melakukan kerja sama denganmu. " Seorang wanita yang merupakan kenalan David dan geng sosialita benar benar ibarat dewi penolong.
Selanjutnya adalah penanda tanganan surat kesepakatan oleh kedua belah pihak diatas materai.
Jaminan yang di berikan jika David tidak bisa melunasi semua hutang keseluruhan berikut bunga pinjaman adalah seluruh aset kekayaan yang dia miliki serta beberapa anak perusahaan transportasi.
Nothing to lose.. itulah pemikiran David saat ini. Sebagian besar harta David adalah hasil pembalikan nama sang kekasih Ayra Azalea, dengan kata lain kekayaan yang dimiliki David saat ini adalah hasil penipuan.
David mempertaruhkan segala yang dia miliki saat ini untuk bisa mendapatkan mesin uang yang yang lebih besar yaitu Kayra.
Tidak akan sulit menjerat Kayra untuk jadi milikku seutuhnya, bukankah sebelumnya dia hampir merelakan dirinya untuk menjadi wanitaku ?