
Hari hari berlalu..
Saat ini Kayra sedang di dalam kamarnya, berselancar di dunia pasar saham yang masih menjadi pekerjaan utamanya selain bisnis property yang sedang tumbuh.
Proses pembangunan hunian yang sudah rampung separoh dari keseluruhan.
Sudah lewat tengah malam tapi Kayra masih ON, saat tiba tiba saja ponselnya berdering.
Ddrrtt..
Ddrrttt..
Ddrrttt..
"Siapa tengah malam begini.. " Kayra meraih ponsel dengan fokus yang masih menatap layar laptopnya.
"Halo.. " Kayra mengangkat panggilan telpon yang ternyata adalah Jimin.
Keduanya sama sama masih online di link bursa saham, sambil berbincang lewat sambungan telpon.
Dalam pembicaraan tersebut, Jimin mengajak Kayra ketemuan besok untuk membahas strategi pengiklanan hunian.
"Kita ketemu dimana Jim ? Aku akan atur jadwalku terlebih dahulu.. " ucap Kayra.
"Besok aku luang pukul sebelas siang sampai sore, tidak ada pekerjaan penting jadi kita bisa fokus menyusun sistem pemasaran proyekmu. " kata Jimin di ujung sambungan sana.
"Oke.. kite ketemuan di kafe aja ya. " ajak Jimin yang sebenar nya ingin ngobrol sedikit lebih lama.
"Oke.. sampai ketemu besok, bye.. " Kayra mengakhiri sambungan telpon.
Panggilan berakhir setelah percakapan selama tiga puluh menit.
Selanjutnya, keduanya melakukan aktifitas yang sama meski di tempat yang berbeda.
Kayra dan Jimin sama sama sedang memasang beberapa slot saham untuk dijual. Berkutat sebagai broker di malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk memasang penjualan, karena sistem menggunakan jaringan global internasional yang mana di beberapa negara lain saat ini sedang memasuki jam jam trafic jual beli yang aktif.
Jika memasang penjualan pada malam hari, seringkali slot akan lebih cepat terjual habis.
Menyelesaikan permainan broker hingga pukul dua dini hari, Kayra menutup laptopnya dan bersiap untuk tidur.
Pagi menjelang siang..
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, Jimin dan Kayra bertemu di sebuah kafe yang memiliki ruangan vip dan bisa di sewa private.
"Kamu ingin pemasaran yang bagaimana Kayra ? ada beberapa opsi pilihan. Salah satunya itu lewat iklan berbayar di media, pemasangan banner di lokasi lokasi target pemasaran, atau lewat acara komersil di televisi dan situs online. " Jimin menawarkan beberapa opsi pemasaran yang sering digunakan para pebisnis property.
"Aku mau yang paling efektif sih Jim, kamu tahu kan seperti sekali iklan menjangkau banyak target pemasaran. Menurutmu mana yang paling Efektif dari sekian opsi yang kamu tawarkan ?" Kayra menyeruput jus buah yang disajikan beberapa menit yang lalu.
"Promosi iklan yang paling efektif itu, menurutku adalah lewat siaran komersil dimana, Kita hanya perlu menyiapkan satu durasi video lalu kita sebar di beberapa saluran komersil yang aktif seperti televisi, koneksi internet, sosial media dan yang lainnya. " Jimin mengatakan jika opsi terbaik memang lewat iklan online berbayar.
"Berapa budget yang harus aku siapkan untuk sekali pengiklanan ?" tanya Kayra lagi.
"Budget yang harus kamu siapkan tergantung dari berapa lama durasi video iklan , lalu berapa kali dalam satu jam iklan itu muncul, dan juga berapa lama kamu ingin video iklan itu tetap ada, sehari, seminggu, sebulan, semua tergantung modal yang kamu miliki. Aku akan jelaskan skema pengiklanan yang efektif.." Jimin mengeluarkan tablet canggihnya lalu menjelaskan secara rinci pada Kayra apa dan bagaimana sistem yang berlaku.
Kayra memang tidak memahami hal seperti ini, jadi kali ini Kayra benar benar menyimak apa yang Jimin jelaskan.
Hampir dua jam mereka menghabiskan waktu di ruangan vip kafe tersebut, hingga hari menjelang sore baru keduanya selesai membahas rancangan sekaligus makan siang.
"Aku pasrahkan sama kamu ya Jim, aku percaya pokonya aku tahu beres aja. " Kayra sudah meyelesaikan makannya.
"Aku akan lakukan yang terbaik untuk keberhasilanmu, oh iya Kayra.. apa kamu sudah menyiapkan kantor pemasaran ? aku sarankan sewa saja kios perkantoran yang ada di tengah kota, lokasi yang mudah dijangkau akan membuat para calon pembeli mudah menemukan. " Jimin juga sudah selesai makan dan kini sedang menikmati minuman ringan.
"Aku sudah siapkan semuanya, lokasi kantor pemasaran strategis di dekat taman tengah kota. Aku juga sudah memperkerjakan beberapa pegawai yang berkompeten di bidang bisnis properti hunian. Tinggal menarik customer aja sih dan semoga bisnisku ini bisa sukses. " tutur Kayra dengan binar semangat.
Jimin ikut tersenyum saat melihat Kayra tersenyum optimis seperti itu.
Baru saja keduanya hendak beranjak meninggalkan kafe saat ponsel Kayra berdering.
Kayra mengerinyitkan dahinya saat melihat nama yang tertera pada layar ponsel,
David ?? batin Kayra.
"Aku ada telpon penting nih, duluan ya Jim.. " Kayra menyalami tangan Jimin, berpelukan singkat lalu pergi tergesa gesa.
Jimin hanya menatap punggung Kayra yang menjauh dengan pemikiran yang sulit diartikan.
Kayra bergegas menuju mobilnya, bersamaan suara ponsel yang terus menerus berdering.
Kayra mencoba mengatur nafas sebelum menggeser ikon tombol hijau pada layar ponselnya.
*Sekian lama akhirnya kamu menghubungi aku David..
"Halo*.. "