My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 67 Ciuman yang meresahkan



Aahh.. Tidak.. tidak.. ttiiddaakkk !!!


Suara teriakan dari dalam kamar membuat Jimin gegas menghampiri asal suara tersebut yang tidak lain tidak bukan adalah Kayra.


Dengan nafas ngos ngosan seperti habis marathon keiling lapangan Kayra berkeringat dingin terduduk dari tidurnya.


"Heii... it's okay ada aku Kayra.. " lirih ucap Jimin meraih tubuh Kayra dan memeluknya menenangkan.


"Aku takut.. jangan tinggalkan aku.. " Kayra mengigau, matanya masih terpejam tapi keringat dingin itu tidak bisa membohongi jika saat ini alam bawah sadar Kayra benar benar ketakutan,


Entah sedang bermimpi apa, tapi hal itu membuat Jimin tidak tega meninggalkannya.


Waktu masih menunjuk pukul empat dini hari, beberapa jam yang lalu usai mengobati luka di pelipis Kayra, Jimin meminta Kayra untuk ber istirahat di dalam kamar.


Setelah mengenakan pakaian Jimin yang bisa dipakai Kayra mencoba tidur di ranjang sedangkan Jimin berada diruangan lain.


Hingga tiba tiba suara igaukan Kayra mengagetkan Jimin yang tertidur disofa panjang ruangan kerjanya, dan kini saat Jimin mencoba menidurkan lagi Kayra usai nafasnya kembali teratur justru Kayra yang tidak melepaskan Jimin.


Bagaikan tidur memeluk guling, itulah yang Jimin alami saat ini. Tidak bisa menolak dan akhirnya Jimin ikut tertidur di samping Kayra.


Hingga matahari menyusupkan sinarnya memasuki celah celah jendela,


Jimin yang tidak bisa tidur lantaran debaran jantung yang terlalu meresahkan, dia memilih menikmati perannya sebagai guling bernyawa Kayra sembari menatap puas wajah wanita ayu dengan plester menempel di pelipisnya itu.


Kamu berhutang penjelasan padaku Kayra.. batin Jimin yang saat ini mengusap pelan pucuk kepala Kayra yang masih tidur dengan irama nafas stabil.


Baru saja Jimin menarik tangannya saat tiba tiba Kayra menggeliat membuka mata.


Sayup sayup Kayra merasa seperti melihat Jimin yang sedang menatapnya sendu.


Dan benar saja, wajah Kayra saat ini memerah seperti kepiting rebus, Kurang ajar sekali aku memeluk pria ini seperti guling aaarrhhhh !! batin Kayra malu.


"Pagi.. " sapa Jimin dengan senyum teduhnya tanpa berusaha menggeser bobot tubuhnya dari Kayra.


"Pa.. pagi.. " hhmmm Kayra ingin melepaskan guling bernyawanya tapi gagal, justru Jimin yang tidak ingin dilepaskan membuat Kayra benar benar malu.


Glek.. Kayra bingung harus bagaimana, ini kedua kali dirinya tidur dengan Jimin. Rasanya nyaman sekaligus canggung, tubuh mereka terlalu dekat sangat dekat bahkan menempel di beberapa bagian.


"Semalam kamu mengigau, mimpi apa hemm ? " tanya Jimin masih dengan menatap teduh dan menahan tangan Kayra yang ingin melepaskan tubuhnya.


"A.. aku.. aku tidak tahu.. apa aku mengganggu tidurmu Jim ? maaf ya.. " ucap Kayra meminta maaf sembari berusaha melepaskan tangannya yang masih kurang ajar melingkar di pinggang keras Jimin.


Aarrhhh kenapa kamu menahan tanganku disitu !!! Batin Kayra panik.


"Aku tidur di ruangan lain dan segera kemari saat mendengarmu berteriak, dan kamu tidak melepaskan aku sampai kembali tidur." Jimin tersenyum dengan pemikiran nya sendiri.


"Kayra.. aku tahu kamu menyimpan rahasia, katakan padaku agar aku bisa membantumu " Jimin sedikit memiringkan tubuhnya agar lebih bisa menatap Kayra dekat, dengan satu tangan menopang kepalanya dan tangan lain menahan Kayra agar tidak melepaskan posisinya.


"A.. aku tidak bisa cerita, rahasiaku adalah masalah pribadiku, kamu tidak akan mengerti jika aku cerita pasti kamu akan berpikir aku gila, tolong lepaskan aku..." Lirih Kayra mengucap sambil sedikit memberontak tapi..


Saat ini suasana benar benar mendukung sekali untuk Jimin menggoda Kayra yang juga tampak pasrah,


"Aku tahu sebagian rahasiamu Kayra, dan aku penasaran dengan sebagian lainnya, cepat atau lambat kamu pasti akan cerita padaku hemm. "


Keduanya saling menatap sendu, Kayra yang terbaring dengan Jimin yang ada di sisinya, jarak keduanya dekat hingga bisa merasakan nafas satu sama lain.


Dan entah siapa yang mulai duluan tapi saat ini, Jimin dan Kayra tengah saling menyesap bibir satu sama lain.


Keduanya merasa nyaman satu sama lain dan kembali melakukan ciuman lembut tanpa paksaan,


Tidak ada penolakan, Kayra menikmati kehangatan dari tubuh Jimin begitu juga sebaliknya. Hingga tangan Kayra meremas pinggang keras Jimin saat Tangan Jimin menahan tengkuk lehernya agar bisa menghisap lebih dalam.


Tubuh keduanya bagaikan tersetrum aliran listrik saat ini, bagaimana tidak jika Kayra justru mulai meraba raba permukaan tubuh Jimin dari belakang.


Punggung yang hangat dan pinggang yang keras itu diusap usap Kayra, membuat Jimin semakin menempelkan tubuhnya.


Masih mengenakan pakaian lengkap hanya saja Jimin dan Kayra yang sama sama terbuai sebuah kabut gairah yang semakin menarik tubuh satu sama lain.


Kayra tidak menolak saat Jimin mengungkung tubuhnya bahkan jusru Kayra yang mengeratkan tubuhnya pada Jimin agar menekan lebih intim.


Saling mencumbu memainkan lidah didalam mulut satu sama lain, dan saat tatapan mereka kembali beradu, diselingi senyum yang sama sama manis mereka kembali larut dalam hasrat berciuman yang menjadi jadi.


Kayra mendongakkan kepalanya saat Jimin bergerak menenggelamkan wajahnya di ceruk leher menyesap dan menikmati aroma tubuh wanita yang dia sukai.


Refleks tangan Jimin meraba bagian tubuh Kayra yang sintal menonjol, "Aawshh ahh.. " lenguhan Kayra membuat Jimin menggila.


Kembali Jimin mencium menikmati bibir Kayra karena sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan melakukan lebih.


Sabar.. nikmati momen ini tapi jangan ambil kesempatan..


Hanya saling meliukkan tubuh dengan sedikit menekan dan merasakan tekanan di beberapa bagian.


Sensasi pertama kali bagi keduanya saat ini, Kayra kembali menarik tubuh Jimin saat ingin menyudahi sesi ciuman di pagi hari.


Dengan satu gerakan cepat, Kayra membalik posisi hingga saat ini dirinya berada di atas tubuh Jimin.


"Kayra.. kendalikan dirimu.. " lirih Jimin berucap sayu.


"Sedikit saja.. aku ingin mencobanya.. hanya seperti ini Jimin.. "


Kayra bermain aktif diatas tubuh Jimin, masih hanya sebatas ciuman panas nan basah tapi..


Iman Jimin seakan digoda habis habisan saat Kayra menggoyangkan tubuhnya, menikmati sentuhan intim kedua bagian sensitif mereka dibawah sana.


Milik Kayra terasa gatal hingga refleks menggesekkan dengan milik Jimin yang tentu saja semakin menonjol.


"Hhmmpphhh.. ahh "


"Hhmmpphh.. aghh"


Kayra membuat Jimin seperti cacing kepanasan dengan goyangan intimnya.


Ciuman yang kini tidak sekedar ciuman karena keduanya sibuk mengejar pelepasan satu sama lain.


Jimin meremas bo kong Kayra menahan pinggul nakal Kayra yang benar benar menggoda.


"Sudah kubilang jangan.. sekarang kita harus selesaikan bersama. " ucap Jimin tegas lalu ikut membalas apa yang dilakukan Kayra diatas tubuhnya.


"Aku cuma penasaran Jim, ahh.. apa kita akan bercinta sungguhan ??" Ucap Kayra sendu bercampur sayu.


Tubuhnya benar benar menginginkan Jimin dan Saat ini mereka saling menggoyangkan pinggul masing masing untuk meyelesaikan permainan dewasa yang belum waktunya mereka lakukan.


"Kita akan benar benar bercinta jika kita menikah Kayra.. i love you.. " Lirih Jimin berucap sambil tetap menggoyangkan pinggul kerasnya.


Sebuah kalimat pernyataan yang membuat Kayra tersipu..