My Geeky Genius Broker

My Geeky Genius Broker
Bab 44 Bunga ini lagi ?



Selanjutnya..


"Semua berjalan sangat lancar bro, thanks yak.. " Kayra mengacungkan dua jempolnya.


"Ini sangat easy nona.. " pria itu menyombongkan diri dengan menarik kerahnya sambil tersenyum.


"Pembayaran as usual, aku akan transfer " Kayra hendak pamit, saat ini dia membereskan isi tas nya.


"Kedepannya kamu harus lebih berhati hati nona Kayra, secara tidak langsung kamu sudah menabuh genderang perang dengan musuhmu.. " pria seumuran Kayra itu tampak khawatir, terlihat dari raut wajahnya yang was was.


"Semakin cepat aku hadapi, semakin cepat semua berakhir bro. Tidak masalah seandainya mereka menyerang balik asalkan dendam itu terbalaskan. Aku sudah siapkan rencana untuk masing masing dari mereka. " Kayra sangat serius dan yakin dengan apa yang dia ucapkan.


"Kamu benar benar wanita kuat yang siap bertarung sendirian nona, jika butuh bantuan lain, apapun itu just call me oke.. " pria muda itu mengantar sampai batas pintu kiosnya.


Kios kecil yang jika dari luar tampak hanya menyediakan berbagai macam alat tulis kantor, tanpa banyak orang yang tahu ruangan rahasia di balik itu.


Kayra sendiri menemukan pria itu lantaran sejak masih hidup sebagai Ayra azalea, dirinya sudah melakukan banyak kerja sama untuk hal hal sulit begini.


Jadi Kayra waktu itu mendatangi dan mengatakan jika dirinya adalah teman baik mendiang Ayra azalea. Mendengar nama klien istimewanya disebut membuat si pria menerima kedatangan Kayra.


Kemudian Kayra juga menceritakan semua yang terjadi pada teman baiknya itu, membuat si pria ikut merasakan kesedihan sekaligus amarah yang sama seperti Kayra rasakan.


Sejak hari itu keduanya sepakat akan saling membantu membalaskan dendam mendiang Ayra azalea.


Siapapun yang terlibat dalam tragedi kematian dan pencurian aset serta mengambil alih semua kekayaan harus menerima hukuman yang setimpal.


...Nyawa di balas nyawa, mencuri dibalas mencuri, pengkhianatan dibalas pengkhianatan....


Pria muda itu melambai membalas Kayra yang melajukan mobilnya menjauh dari kios kecilnya.


Saat ini Kayra sedang menuju lokasi peninjauan lahan yang rencananya akan di bangun perumahan untuk kelas ekonomi menengah ke bawah.


Tanpa sengaja Kayra yang sedang menyetel siaran digital di dalam mobil merasa kaget akan berita yang beredar.


Seketika Kayra membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dia baca saat ini,


"Liam... "


"Apa cara hukum karma memang bekerja seperti ini ? bukankah ini sangat menakutkan bagaimana kamu harus membayar tunai atas dosa yang kamu lakukan.. " Ayra bermonolog sendiri.


Saat ini seharusnya dia berduka tapi tidak.. Kayra kembali melajukan mobilnya dengan eskpresi dingin tanpa kata.


Beberapa waktu kemudian, usai meninjau lokai pembangunan lahan, Kayra kembali mengendarai mobilnya.


Masih dalam kecepatan sedang..


Saat ini entah kenapa perasaan hati Kayra merasa tidak tenang sebelum mengunjungi makam Ayra azalea..


Kayra memutuskan untuk mengunjungi makam Ayra azalea sebelum pulang ke rumah.


Kebetulan saat ini hari sudah sore, suasana teduh sama sekali tidak terik, Seperti biasa Kayra menyapa bapak tua yang menjaga area kawasan makam lalu melangkah menuju pusara tujuannya.


"Aku datang.. " batin Kayra sendu.


Sendu yang Kayra rasakan bercampur rasa penasaran, lagi lagi karangan bunga Daisy segar di letakkan didekat nisan.


"Bunga Daisy.. siapa orang yang selalu kemari, ini masih segar... " batin Kayra sembari menyentuh bunga tersebut.


Dugaan Kayra melayang seperti sebelumnya, "ini pasti ulah David.. "


Kemudian Kayra duduk bersimpuh didekat pusara dirinya dan..


"Satu persatu dari mereka tersingkir.. Aku tidak akan berhenti sampai semuanya hancur.. " Lirih Kayra mengucap kalimat sembari mengusap nama nama Ayra azalea yang terukir pada batu nisan.