Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Carolina & Vincent



Happy Reading.


Carolina masih mencerna dengan yang di ucapkan oleh pamannya itu. Tapi tetap saja terngiang nama Vincent Zuditte yang tadi di dengarnya sebagai calon suami Agnes.


'Tidak, ini tidak mungkin! saat ini yang dekat dengan Vincent hanya aku, dan akulah calon istri dari lelaki itu!'


Carolina menarik tangan Agnes keluar Mansion. Agnes tentu saja kaget dengan sikap sepupunya itu.


"Carolina, kenapa kamu menarikku seperti ini?" tanya Agnes bingung dan terkejut.


Carolina menghempaskan tangan Agnes dan menatap sepupunya itu dengan tatapan tajam.


"Agnes, katakan padaku apa benar yang di katakan Paman bahwa Vincent Zuditte telah melamarmu?" tanya Carolina berusaha menahan emosinya.


"Carol, aku tidak tahu, kamu tahukan aku baru datang dari California, bahkan orang yang bernama Vincent Zuditte saja aku tidak kenal, memangnya kenapa?" tanya Anges penasaran.


"Vincent itu adalah pacar ku, mana mungkin dia melamar mu, tapi Paman mengatakan bahwa dia adalah putra dari Romeo Zuditte, sebenarnya siapa yang melamarmu Agnes?"


Agnes sedikit terkejut mendengar ucapan Carolina yang mengatakan bahwa Vincent adalah pacarnya, apa benar itu adalah Vincent yang sama?


"Sumpah, aku beneran gak tahu. Aku juga marah sama Papa karena menerima lamaran dari seseorang tanpa meminta persetujuan ku terlebih dahulu Carol, di sini sebenarnya aku adalah korban," jawab Agnes tegas.


Carolina sedikit menurunkan tensi emosinya kala mendengar jawaban dari Agnes. Mungkin bisa juga itu adalah keputusan para orang tua yang suka menjodohkan anak-anak mereka karena ingin mengembangkan bisnis diantara mereka.


"Maaf Agnes, aku tadi sedikit terkejut dan emosi mendengar ucapan Paman, kamu tahu kalau aku sangat mencintai Vincent, hanya aku wanita yang bisa dekat dengannya, aku yakin Vincent juga sangat mencintaiku," ucap Carolina menunduk.


Agnes berjalan mendekat dan memeluk Carolina erat. "Iya Carol, gak apa-apa kok, nanti kita akan mencari tahu apakah Vincent yang melamarku adalah Vincent kekasihmu itu? lagi pula aku juga tidak akan bisa mencintai orang yang belum aku kenal," ucap Agnes berusaha menenangkan sepupunya.


Carolina melepaskan pelukan itu. "Aku tahu kamu masih mencintai Martin, bukan? sekarang dia sudah menjabat sebagai CEO Carter GROUP. Agnes, sebenarnya Martin juga mencintaimu, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya itu padamu," ucap Carolina.


Wanita itu memang tahu kisah cinta dua manusia yang tidak pernah saling mengutarakan itu.


"Entahlah Carol, aku suka pria yang pemberani, kalau memang dia mencintai ku, seharusnya Martin mengatakan perasaannya padaku dari dulu," jawab Agnes sendu.


Carolina mengusap bahu Agnes. "Mungkin saja dia belum siap, tunggu saja pernyataan cintanya," jawab Carolina.


*****


Malam itu Martin menjemput Agnes di Mansion, mereka berdua memang berjanji akan keluar bersama untuk makan malam. Martin memang sudah kenal baik dengan keluarga Agnes, pria itu termasuk salah satu putra orang kaya di kota itu.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, Martin begitu senang bisa bertemu dengan wanita yang sampai saat ini masih di cintai nya itu.


"Bagaimana kabarmu my Princess? apa kamu akan lama di sini?" tanya Martin.


"Sepertinya aku akan tinggal di sini selama sebulan dan setelah itu aku akan kembali ke California, bagaimana dengan jabatan barumu itu, Matin? sekarang kamu sudah menjadi orang nomer satu di CARTER GROUP?" tanya Agnes.


"Yang pasti tanggung jawabnya semakin banyak dan harus menghadapi para kolega yang terkadang sangat menyebalkan, harus mencari strategi agar mereka mau bekerjasama dengan kita untuk menjadi investor tetap," jawab Martin terkekeh.


"Semangat terus donk," ucap Agnes menyemangati sahabatnya itu.


"Tentu, aku harus bisa jadi seperti dirimu yang sukses menjadi Presdir."


"Oh, ayolah, itu masih perusahaan milik Ayahku, aku belum bisa membangun perusahaan sendiri!" kekeh Agnes.


Keduanya pun larut dalam obrolannya dan saling bercanda.


Di sebuah restoran.


Vincent dan Carolina sedang menikmati makan malam mereka, semenjak tadi sebenarnya Carolina sangat ingin menanyakan perihal lamaran yang di katakan oleh Pamannya Jhonatan, yang tidak lain adalah Papa dari Agnes.


Sikap Vincent yang menjadi pendiam sedari tadi membuat Carolina tidak berani menanyakan hal yang akan membuat Vincent tersinggung.


Tapi tentu saja wanita itu masih penasaran dengan perubahan sikap Vincent dan juga berita tentang lamaran itu.


"Katakanlah Babe," jawab Carolina tersenyum.


Vincent mengelap bibirnya dengan sebuah tissu, pria itu menarik nafas panjang dan membuangnya kembali. Sepertinya dia harus menyiapkan mental untuk berbicara dengan wanita di hadapannya itu.


Vincent sudah memutuskan untuk berpisah dengan Carolina, meskipun sebenarnya Vincent belum mengikat wanita itu, tapi Carolina sudah merasa jika teman kencan Vincent saat ini adalah dirinya.


Vincent harus menjalankan rencananya dari sekarang untuk balas dendam dengan Agnes, jadi dia sudahi saja berkencan dengan wanita lain yang kebetulan saat ini adalah Carolina.


Sedangkan Carolina masih menunggu apa yang akan di katakan oleh Vincent, wanita itu sedari tadi menampakan senyumannya yang manis itu.


"Carolina, sebenarnya malam ini aku sangat senang bisa makan malam denganmu, tapi aku rasa ini akan menjadi makan malam terakhir kita sebagai teman kencan. Carolina, aku ingin kita mengakhiri hubungan ini," ucap Vincent serius.


Carolina melotot sempurna kala mendengar ucapan Vincent itu.


"Apa? apa maksudmu ingin mengakhiri hubungan kita? Vincent, kamu hanya bercanda 'kan? pasti kamu hanya sedang menggoda aku kan?" Carolina terkekeh, berusaha mengendalikan dirinya agar tidak marah.


Vincent memandang wajah Carolina yang berusaha mengalihkan perhatiannya itu.


"Aku serius Carol, hubungan kita cukup sampai di sini saja," jawab Vincent datar.


Carolina merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "Tidak, aku tidak mau Vincent, aku tidak ingin kita putus!!" seru Carolina marah.


Wanita itu tidak terima kalau Vincent memutuskan hubungannya begitu saja.


Tiba-tiba dari arah depan, Carolina melihat Agnes dan Martin yang baru saja masuk ke dalam restoran itu.


"Apa alasan kamu memutuskan ku, sayang?" tanya Carolina masih menatap ke arah Agnes


Vincent mengambil minuman di meja dan meminumnya sampai habis.


Carolina menarik sudut bibirnya ke atas, wanita itu telah memberikan sebuah obat perangs*ng pada minuman Vincent. Rencananya harus berhasil, malam ini dia harus mendapatkan Vincent seutuhnya.


Sebelumnya Carolina pernah hampir bisa mendapatkan pria itu tapi entah kenapa Vincent selalu menolak saat Carolina menyuruhnya untuk memasuki dirinya tanpa pengaman.


"Carolina, alasanku untuk memutuskanmu karena aku akan menikah sebentar lagi," jawab Vincent.


JEDER!!


Bagai di sambar petir, Carolina terbelalak sempurna. Vincent mengatakan akan menikah? tapi kenapa tidak menikah dengannya? lalu dengan siapa Vincent akan menikah?


Carolina tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mulutnya hanya menganga tapi tidak bisa berucap satu pun kata.


"Carol? kamu juga ada di sini?" seru sebuah suara dari arah belakang.


Vincent menoleh saat mendengar suara wanita yang sangat familiar.


"Agnes, Martin? apakah kalian sedang berkencan?" tanya Carolina berusaha tersenyum.


Agnes menatap seorang pria yang ternyata adalah Vincent m, mata mereka saling beradu pandang. Carolina yang melihat hal itu menjadi tidak suka.


"Agnes, perkenalkan, ini adalah kekasihku, Vincent." Ucap Carolina berdiri dan berjalan ke arah Vincent sambil merangkul bahunya.


Vincent tiba-tiba merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya, apalagi saat Carolina mencium pipinya di hadapan Agnes, pria itu merasa ada sebuah hasrat yang tiba-tiba bangkit dari dalam tubuhnya.


Tapi mata Vincent masih terus menatap Agnes yang sudah berpamitan duduk di meja sebelah mereka. Agnes terlihat tertawa bersama Martin. Entah kenapa Vincent tidak suka melihat hal itu.


"Carol, maafkan aku, aku akan menemui calon istriku," ucap Vincent bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Agnes.


Carolina mengepalkan tangannya, benar dugaannya bahwa Vincent yang melamar Agnes adalah Vincent Zuditte.


Bersambung.