Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Chapter 16 (Berubah)



Happy Reading.


Agnes melihat Vincent yang diam saja sejak kemarin malam. Entah apa salah Agnes sehingga Vincent mendiamkan nya begitu saja. Padahal Agnes merasa awal-awal pernikahan mereka masih baik-baik saja tapi kenapa semakin kesini, sikap Vincent menjadi Semakin dingin pada Anges.


Setelah beberapa hari pernikahan mereka, sikap Vincent malah terkesan cuek dan tidak peduli, bahkan terkadang Vincent juga membentak Agnes walaupun yang dilakukan wanita itu bukan masalah yang besar.


Contohnya saat Agnes memberikan dasi hitam garis putih dan Vincent langsung berteriak karena tidak suka dengan dasi itu.


Agnes benar-benar tidak tahu kenapa tiba-tiba suaminya menjadi seperti itu. Namun dia masih sabar menghadapi Vincent karena mungkin di kantor banyak pekerjaan yang menguras tenaga dan emosi.


"Honey, aku buatkan kopi ya?" tanya Agnes ketika Vincent baru saja pulang dari kantor.


"Tidak perlu, setelah ini aku akan pergi, kamu tidak usah menunggu ku pulang," jawab Vincent masih dingin.


Agnes merasa sikap suaminya tidak lagi romantis, tidak ada kata-kata sayang dan cinta yang mesra. Sikap Vincent juga sudah tidak pernah menyentuh nya walaupun hanya sekedar cium kening. Agnes merasa sikap Vincent yang seperti itu karena belum mendapatkan haknya.


Ya, dua hal itu yang Agnes pikirkan.


"Tapi ini sudah malam, kamu mau pergi kemana?" tanya Agnes mengekori Vincent.


"Aku ada urusan," jawab Vincent yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.


'Kenapa Vincent berubah dingin seperti ini, apa ada sesuatu? aku harus menyelidiki nya!' Batin Agnes.


Entah feeling nya merasa ada yang tidak beres dengan sikap suaminya itu. Agnes masih menunggu Vincent selesai mandi. Dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Vincent.


Wanita itu hanya mondar-mandir tidak jelas di kamarnya, rasanya Agnes ingin mendobrak pintu kamar mandi dan memberondong pertanyaan pada Vincent mengenai sikapnya yang berubah drastis.


Tidak sampai tiga puluh menit, Vincent keluar dari dalam kamar mandi dan langsung masuk ke walk in closet untuk berpakaian.


Setelah berpakaian rapi, Vincent langsung pergi begitu saja dari dalam kamar dan mengabaikan Agnes.


Vincent sama sekali tidak memberi celah Agnes untuk bertanya.


"Honey, tunggu dulu!" seru Agnes tapi tidak di hiraukan oleh Vincent yang sudah berjalan cepat keluar dari apartemen.


Agnes memegang dadanya yang terasa sesak, sikap Vincent benar-benar berubah 180% padahal mereka menikah belum sampai genap sepuluh hari.


Bahkan saat tidur sekarang Vincent tidak mau berdekatan dengan nya. Agnes mengepalkan tangannya sampai terlihat otot-otot yang menonjol.


"Aku harus mencari tahu kemana dia pergi!" gumam wanita itu.


Agnes bergegas mengambil kunci mobilnya dan langsung keluar menyusul Vincent. Ini sudah yang ke berapa kalinya suaminya itu pergi begitu saja meninggalkan nya. Wanita itu harus tahu dengan siapa suaminya bertemu.


Kali ini dia harus mencari tahu sendiri apa yang menyebabkan Vincent berubah.


Mobil Vincent masih belum terlalu jauh meninggalkan gedung apartemen. Agnes mengikuti mobil suaminya itu dengan perasaan tidak tenang.


Dia memberi jarak lumayan cukup jauh tapi masih terjangkau penglihatan agar Vincent tidak curiga.


'Semoga saja dugaan ku tidak benar!'


Mobil Vincent masih melaju sedang di jalanan yang tidak begitu padat itu.


Setelah beberapa saat mobil Vincent masuk ke parkiran restoran. Pria itu keluar dan langsung di sambut oleh seorang wanita.


"Siapa wanita itu?" Gumam Agnes. Hatinya tidak nyaman. Tangan mengepal setir kuat karena ternyata Vincent bertemu dengan seorang wanita.


Tiba-tiba mata Agnes melihat suatu adegan yang tidak terduga, Vincent berciuman dengan wanita itu di area parkir yang cukup sepi.


Bagai diremat tangan tak kasat mata, hati wanita itu terasa begitu sakit.


Mata Agnes melotot sempurna melihat kelakuan suaminya, dia meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.


"Vincent, tidak mungkin dia berselingkuh? aku harus menemui mereka berdua!" Agnes keluar dari dalam mobil dengan amarah yang siap meledak.


"Vincent!! apa-apaan ini!!" seru Agnes.


Vincent langsung melepaskan ciuman itu dan menoleh ke arah Agnes dan juga wanita yang berciuman dengannya tadi.


Lagi-lagi Agnes dibuat terkejut oleh suami yang menikahinya belum lama ini.


"Carolina!! kalian berselingkuh!" ternyata wanita yang berciuman dengan Vincent adalah sepupunya sendiri.


"Iya benar Agnes, aku dan Carolina kembali bersama, ternyata aku masih sangat mencintai nya!" jawab Vincent tenang.


Dia memang sengaja melakukan itu karena tahu Agnes mengikuti nya.


Tubuh Agnes terasa lemas saat mendengar pengakuan suaminya itu, dadanya sesak menahan tangis, hatinya hancur berkeping-keping. Vincent tega melakukan semua itu kepada nya.


"Kalian sungguh tega!!" teriak Agnes.


"Agnes, seharusnya kamu sadar bahwa aku dan Vincent sudah lama bersama, jadi kalau kita kembali lagi itu bukan salahku tapi salahmu sendiri!" ucap Carolina sinis.


Wanita itu memeluk lengan Vincent dan mengajak nya masuk ke dalam restoran.


Jederrrr!!!!


Tiba-tiba suara petir menggelegar, hujan datang seiring tubuh Agnes yang merosot ke tanah. Hancur sudah pernikahan yang belum genap sepuluh hari itu. Rasa sakit hati itu apakah sebuah karma karena dia telah mendapatkan sumpah dari Carolina dimalam pernikahannya.


Agnes mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak mau ditindas oleh seorang pelakor dan pria yang tidak bisa setia.


"Baiklah Vincent, Carolina, kalau memang itu yang kalian lakukan, mulai besok aku akan mengurus surat perceraian dan silahkan kalian bersama!" seru Agnes.


Bersambung.