Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Chapter 14 (Resepsi)



Happy Reading.


Malam itu resepsi pernikahan juga langsung di gelar di sebuah hotel milik keluarga Zuditte. Masih dengan dekorasi yang mewah dan banyak wartawan yang datang meliput kali ini.


Berbeda dengan acara siang tadi yang sangat private, kali ini Vincent mengundang banyak orang dan wartawan. Dia tidak akan menyembunyikan pernikahan mereka.


Acara berlangsung dengan keromantisan yang di perlihatkan oleh kedua pasangan pengantin baru itu.


Acara dansa juga di lakukan oleh beberapa pasangan yang hadir, Vincent dan Agnes berdansa dengan sangat mesra.


Mata Vincent tidak pernah terlepas menatap wajah cantik wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


"Kamu cantik sekali sayang, aku tidak sabar untuk malam pertama kita," ucap Vincent berbisik.


Dia akan meminta haknya malam ini juga, bahkan itu sudah menjadi salah satu rencananya untuk menyakiti Agnes, mengambil keperawanannya kemudian mencampakkannya begitu saja.


Semuanya sudah tersusun rapi dalam otak pria tampan ini.


"Vincent, jangan seperti itu," Agnes tersipu malu.


"Mulai sekarang kamu harus memanggilku Honey, karena kita sudah menikah dan aku akan memanggilmu, sayang," ujar Vincent mengunci tatapan Agnes. Menyalurkan segala perasaan cintanya untuk wanita itu. Meskipun semuanya hanya semu. Sepertinya Vincent memang sangat berbakat menjadi seorang aktor.


"Honey ya? Ehmm baiklah, Honey aku mau ke kamar mandi dulu ya, udah kebelet," ujar Agnes


"Aku antar ya?"


"Tidak usah, biar aku sendiri saja," tolak Agnes kemudian berlalu mencari kamar mandi.


Vincent menatap kepergian wanita itu dengan tatapan sinis. Sedangkan sisi lain, Carolina melihat Agnes pergi ke arah belakang, wanita itu melihat ke arah Vincent yang tidak mengikuti istrinya.


Carolina mencekal bahu Agnes membuat wanita itu menoleh.


"Agnes, aku ingin memberi tahu padamu bahwa sampai kapanpun aku tidak akan terima dan tidak merestui hubungan kalian, aku pastikan kamu akan menderita!!"


"Carol, kamu tidak boleh seperti ini, aku dan Vincent saling mencintai dan kita memang ditakdirkan bersama. Carolina, aku tidak ingin hubungan persaudaraan kita menjadi hancur gara-gara masalah seperti ini!"


"Hubungan persaudaraan kita memang sudah hancur ketika kamu menerima Vincent, seharusnya kamu bisa menolaknya, tapi ternyata kamu juga egois karena tidak memikirkan perasaan ku!" Seru Carolina menunjuk  ke arah wajah Agnes.


"Maafkan aku!"


"Omong kosong, aku benar-benar membenci mu Agnes!! Kamu pasti akan menderita dengan pernikahan ini!"


Carolina langsung pergi dari hadapan sepupunya itu dengan emosi. Agnes menangis melihat Carolina yang begitu marah padanya.


Hanya karena seorang pria hubungan persaudaraan mereka harus hancur seperti itu.


Agnes langsung masuk ke dalam kamar mandi, pikirannya kalut saat ini, antara suami dan sepupunya mana yang harus dia pertahankan.


Agnes sudah mencintai Vincent sepenuh hati, perasaan itu begitu besar dan dalam, bagaimana dia bisa memilih salah satu dari mereka yang sama-sama orang penting.


Sedangkan di luar kamar mandi ada seseorang yang mendengar pertengkaran Agnes dan Carolina tadi.


"Ternyata Carolina tidak terima dengan pernikahan ini dan sepertinya dia sangat membenci Agnes. Aku harus menggunakan situasi ini untuk semakin membuat Agnes semakin menderita," gumam seorang pria yang tidak lain adalah Vincent.


Bersambung.