Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 18



Di sisi lain, Agnes sebenarnya belum terlelap, dia hanya berpura-pura tertidur dengan memejamkan matanya saat Vincent masuk ke dalam kamar.


Air mata itu lolos lagi di sudut matanya, dia begitu bingung sebenarnya kenapa Vincent melakukan semua ini padanya.


"Apa salahku, Vincent?" gumam Agnes.


Dia berharap apa yang di alaminya saat ini hanyalah mimpi. Namun Agnes paham jika dia tidak sedang bermimpi sekarang.


****


Keesokan harinya.


Vincent menatap Agnes yang sedang menikmati susu hangat dan juga sandwich di meja makan, dia tidak melihat susu atau Sandwich di tempat duduknya seperti biasa.


"Mana susu dan juga Sandwich ku?" tanya Vincent datar.


Agnes tidak menjawab dan masih menikmati sarapannya. Dia menghiraukan Vincent bagaikan tidak ada siapa-siapa di tempat itu.


BRAAK!!


Vincent menggebrak meja makan membuat Agnes begitu terkejut.


"Agnes, kamu dengar tidak?"


Agnes menatap pria yang telah mengobrak abrik hatinya itu dengan tatapan tajam. "Apa sebenarnya maumu? apa tujuan mu melakukan semua ini kepadaku tuan Zuddite? membuat ku jatuh cinta sampai melayang lalu kamu hempakan begitu saja dengan perselingkuhan?" tanya Agnes menatap Vincent dengan kebencian.


Dia bukan wanita bodoh yang tidak merasa curiga dengan sikap Vincent yang seperti itu, melamarnya, merayunya, menikahinya lalu berselingkuh dengan sepupunya, seolah-olah memang semua itu telah di rencanakan.


"Tidak ada, aku memang masih mencintai Carolina, jadi aku mengajaknya kembali berhubungan," jawab Vincent mengambil gelas dan membuat susu untuk dirinya sendiri.


"Baiklah, aku akan menceritakan kelakuan mu dan Carolina kepada Nenek dan setelah itu aku ingin kita bercerai, jadi Nenek tahu kalau kalian berdua berbuat hal yang sangat memalukan keluarga ini!" seru Agnes.


"Terserah kamu Agnes, kalau kamu mau Nenek masuk rumah sakit dan semua itu karena berita menghebohkan darimu, ingat! Nenek punya penyakit jantung!" jawab Vincent tersenyum sinis.


Agnes mengepalkan kedua tangannya, rasa sakit di hatinya berubah menjadi rasa benci yang luar biasa terhadap pria yang ada di hadapannya ini.


Dia menggunakan kelemahan Neneknya yang memang memiliki riwayat jantung. Agnes begitu menyayangi Neneknya itu, dia tidak bisa membuat neneknya sakit hanya karena masalahnya.


Agnes menatap Vincent tajam, ada kekecewaan dan kebencian di dalam netra hazel tersebut.


"Aku sangat membencimu, Vincent Zuddite! aku tidak tahu apa motif mu sebenarnya, tapi aku tidak akan tinggal diam di perlakukan seperti ini!" Agnes berdiri dan pergi meninggalkan Vincent sendiri.


Vincent menatap kepergian Agnes dengan tatapan yang yang sulit di artikan.


Agnes tidak mau terpuruk lagi, dia memutuskan menemui sahabatnya siang itu di perusahaan nya.


"My sweetie, kenapa kamu kelihatan tidak baik-baik saja?" tanya Martin ketika melihat lingkaran hitam di bawah mata Agnes.


Agnes hanya menghela nafas.


"Apa ada masalah dengan Vincent?"


"Aku tidak tahu apa salahku Martin, aku merasa sudah lelah," jawab Agnes lesu.


Martin menatap sahabatnya itu. "Vincent menyakitimu my Sweety?"


Agnes tidak mau menceritakan masalah rumah tangganya pada Martin. Itu adalah aib rumah tangganya, dia ingin mengatasi semuanya sendiri.


"Aku ingin jalan-jalan mencari udara segar Martin, apakah kamu mau pergi dengan ku?" tanya Agnes.


"Baiklah, nanti aku akan mengajakmu keluar tapi setelah ini aku harus rapat dulu," jawab Martin.


Hatinya sungguh senang saat Agnes mengajaknya untuk pergi, tapi karena memang harus ada rapat yang akan dia lakukan jadi terpaksa Martin harus menundanya.


"Baiklah, tidak apa-apa Martin, akan ku tunggu di ruangan mu," jawab Agnes tersenyum. Namun senyum itu tidak sampai dihatinya.


****


Sedangkan di sisi lain, Carolina dan Vincent akan1 makan siang bersama, mereka terlihat semakin dekat apalagi dengan sikap Carolina yang semakin posesif itu.


"Aku ingin kamu menceraikan Agnes secepatnya dan menikah dengan ku sayang," ucap Carolina memeluk pinggang Vincent.


"Jangan berbicara soal itu Carol, aku masih belum bisa menceraikan Agnes," jawab Vincent melepaskan pelukan Carolina.


Entah kenapa saat ini perasaan Vincent terhadap Carolina sudah berbeda.


"Baiklah, aku akan sabar menunggu mu sayang," Carolina mencium bibir Vincent, tapi pria itu tidak membalasnya.


Pikirannya kembali memikirkan wanita yang pagi tadi mengacuhkannya dan meminta cerai itu.


'Agnes, aku tidak akan menceraikan mu sebelum aku mendapatkan hak ku!!'


Bersambung