Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 42



Happy Reading.


"Aku menginginkanmu sayang, bolehkah?" bisik Vincent di telinga Agnes.


Vincent yang melihat istrinya itu hanya diam saja mengartikan jika jawabannya 'Iya'.


Perlahan Vincent membuka baju tipis istrinya itu, mata Vincent tampak berbinar, tubuh Agnes memang benar-benar indah, postur ideal padat berisi dengan dada yang volume lebih dan kencang itu benar-benar membuat Vincent gila.


Agnes hanya pasrah, dia juga tidak berhak menolak suaminya yang menginginkan dirinya itu. Agnes hanya tidak ingin Vincent melakukan itu dengan wanita lain.


Bukankah mereka adalah pasangan yang halal, jadi sah-sah saja Agnes membiarkan suaminya menyentuhnya, meskipun hal itu terkadang membuat Agnes bingung sendiri. Hatinya jadi bimbang.


Vincent benar-benar senang ketika Agnes mengizinkan dirinya, memang bukan yang pertama untuk Vincent, dulu dia juga sering melakukannya dengan Sonya, tapi pada waktu itu Vincent mendapati Sonya sudah tidak perawan, jadi bisa di pastikan kalau Agnes memang wanita baik yang bisa menjaga dirinya.


Bukan berarti Sonya tidak baik, tapi karena hal itu, Vincent bisa mengerti bagaimana rasanya mencintai Agnes yang memang wanita yang begitu hebat.


'Kamu memang wanita yang sempurna istriku, baru kali ini aku merasakan bercinta dengan sensasi luar biasa, belum pernah aku mendapatkan kenikmatan bercinta yang seperti ini, dirimu memang hanya untuk ku,tubuh ini hanya untuk ku, hatimu juga milikku, begitu juga dengan diriku, semua yang ada pada diriku hanya untukmu seorang, tubuh dan hati ini hanya milikmu Agnes, tidak akan pernah ku berikan kepada wanita lain.' Batin Vincent.


Vincent perlahan memasukkan miliknya ke dalam tempat yang sempit itu, masih sedikit susah, tapi Vincent begitu menyukai nya. Vincent tidak ingin Agnes menjadi milik orang lain, dia benar-benar sudah candu terhadap apa yang ada dalam diri istrinya itu.


Seperti sebuah heroin yang selalu bikin ketagihan. Vincent benar-benar menyukai tubuh istrinya itu, dia berjanji tidak akan pernah menyakiti hati Agnes lagi.


***


Suaranya erangan dan lenguhan memenuhi kamar itu. Agnes mengakui bahwa Vincent benar-benar membuatnya melayang. Merasakan surga dunia yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, sentuhan lembutnya seakan menghargai Agnes, menjujung tinggi dirinya sebagai seorang istri. Memberikan kepuasan yang tiada tara.


Akhirnya malam itu mereka melakukan hubungan suami istri bukan hanya sekali, rasanya Vincent tidak pernah puas kalau belum mencapai berkali-kali. Hingga Agnes merasa lelah dan sudah mengantuk ketika Vincent keluar untuk yang ke empat kalinya.


****


Wanita itu mengambil piyama kimono dan memakainya. Agnes langsung melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Vincent menggeliat dan membuka matanya, dia meraba samping dan mendapati Agnes tidak ada di sana. Mungkin istrinya itu sedang berada di kamar mandi, pikirannya. Tiba-tiba ponselnya di atas nakas berdering.


Vincent melihat Carolina yang meneleponnya. Pria itu sangat malas mengangkat telepon dari mantan kekasihnya itu, mantan kekasih bohongan juga. Panggilan itupun di abaikan begitu saja.


"Carol, kamu hanya sebuah kerikil yang akan ku lemparkan ke dasar sungai sampai tidak akan ada yang bisa menemukan mu, sepertinya dugaan James memang benar, yang telah menabrak Sonya adalah kamu, bukti kuat sobekan kain milik Sonya yang kamu buang di tempat sampah itu sudah membuktikan bahwa kamulah pelakunya, tapi belum saatnya aku menghukum mu, nanti akan ada waktunya sendiri, aku tidak ingin Agnes meninggalkan ku," gumam Vincent.


Ya, ternyata setelah James meminta bantuan detektif, ada rekaman CCTV di depan tumah dimana Carolina membuat sobekan kain merah maron milik Sonya ketika kejadian itu baru saja terjadinya. Dilihat dari tanggal nya juga hari yang sama.


Agnes tampak keluar dari dalam kamar mandi menggunakan jubah handuk. Vincent memandang wajah cantik istrinya yang sangat menawan di matanya.


"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, pagi ini kamu harus berangkat ke kantor," ucap Agnes.


Vincent sangat terkejut mendengar ucapan Agnes itu, dia sangat bahagia, benar-benar merasa di hargai sebagai seorang suami.


Apakah ini awal yang baik untuk hubungan mereka?


Bersambung.


Jangan lupa like, vote dan bunganya 🥰🥰


Oh ya, jangan lupa untuk mampir ke karya sahabatku yang keren banget 😘