
Happy Reading.
Siang itu di PT Hero sedang melakukan rapat penting dengan para petinggi perusahaan, rapat berjalan dengan cepat tanpa terjadi adanya ketegangan seperti biasanya.
Sang CEO tampak tersenyum sedari tadi membuat semua orang heran dengan sikap atasan mereka yang terkenal dingin dan arogan itu.
Bahkan semua orang di buat tercengang dengan semua keputusan yang di terima dengan mudah oleh Vincent.
"Bagus, saya setuju dengan ide tersebut, bulan depan bisa langsung direalisasikan," jawab Vincent masih tersenyum.
Hampir semua orang tercengang melihat Vincent yang seperti ini. Tapi tak ayal mereka juga senang.
Dari awal rapat sampai berakhir suasana di tempat itu terasa lebih santai, mungkin karena faktor dari sang CEO yang hatinya sedang bahagia.
Mungkin juga efek tadi pagi karena Agnes terlihat begitu perhatian kepada nya, bahkan istrinya itu membuatkan sarapan untuknya. Sungguh sebuah keajaiban yang Tuhan berikan sehingga Agnes menjadi perhatian kembali, membuat Vincent terlihat lebih bersemangat.
Efeknya pun menular ke pekerjaan yang membuatnya lebih fokus dan dapat memimpin rapat dengan mudah.
James menatap atasannya yang hari ini memperlihatkan aura baik dan selalu tersenyum itu.
'Sudah lama sekali aku tidak melihat aura bahagia yang di tujukan oleh Tuan Vincent, semoga Nona Agnes bisa merubah nya menjadi pria yang lebih hangat. Batin James.
"Baiklah, rapat hari ini kita tutup, selamat siang!" ucap James menutup rapat siang itu.
Asisten pribadi Vincent itu melihat sang atasan yang terlihat berbeda saat ini, belum pernah dia lihat wajah Vincent yang seperti itu sebelumnya.
Vincent berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan keluar dari ruang rapat itu.
"James, pesankan aku bunga yang pantas untuk di berikan pada seorang istri, kira-kira bunga apa ya?" Vincent tidak merespon ucapan James.
Dia sudah tahu apa yang akan di bicarakan oleh asisten pribadinya itu, apalagi kalau bukan soal kematian Sonya. Saat ini Vincent benar-benar tidak mau tahu tentang Sonya lagi. Bagi Vincent, Agnes sudah sepenuhnya menghapus tentang Sonya yang selama ini tersimpan rapat di hatinya.
Hati Vincent sudah sepenuhnya untuk Agnes, dia telah sadar bahwa selama ini hatinya tertutup oleh dendam karena Sonya. Meskipun sempat hadir Carolina di hidupnya, tapi Vincent tidak mencintainya. Vincent hanya terbiasa dengan Carolina yang memang mengerti keadaannya waktu itu.
Tapi ternyata Vincent telah salah menilai seseorang, Carolina berusaha mengejarnya karena dia sudah lama menyukai Vincent yang waktu itu sudah menjadi kekasih sahabat baiknya itu.
Carolina menggunakan kesempatan kepergian Sonya untuk membuat Vincent sedikit tenang, dia selalu menghibur Vincent dengan hal-hal yang di sukai pria itu.
"Tuan, tapi saya ada kabar baik," ucap James masih berusaha memberitahu atasannya itu.
Vincent menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah James dan menatapnya tajam.
"James, saat ini hatiku sedang senang, jangan membuatku marah dengan kabar darimu itu, urus lah semuanya hingga tuntas dan pesankan aku buket bunga Lily yang paling bagus," tegas Vincent.
James hanya menunduk dan mengangguk, sebenarnya James juga bingung dengan pikiran atasannya, dia sudah memiliki bukti kuat siapa yang menabrak Sonya, seharusnya Vincent senang mendengar kabar itu, tapi sepertinya saat ini Vincent sudah tidak peduli lagi.
"Baik Tuan, saya akan segera memesan bunga yang Tuan inginkan," jawab James akhirnya.
Bersambung.