
Happy Reading.
"Sayang, kenapa kamu ingin ke Indonesia? bukankah Papa sudah mengatakan bahwa kamu harus menetap di New York, karena sekarang kamu adalah istriku?" Vincent memegang tangan istrinya
Dia tidak mau kalau Agnes pergi ke Indonesia, bisa di pastikan kalau Agnes pergi ke Indonesia dia akan kehilangan sang istri untuk selamanya.
Vincent sungguh takut kalau Agnes meninggalkannya, cukup sudah dia kehilangan Sonya. Vincent tidak mau kehilangan wanita yang di cintai nya lagi.
"Aku hanya menghadiri acara di sana, sudah dari dua bulan lalu aku di undang, jadi tidak enak kalau harus membatalkannya Vincent!" Agnes masih tampak dingin.
Vincent mendesah pelan, dia juga tidak mau kalau harus mengekang istrinya, dia takut kalau Agnes akan marah kalau dia tidak mengizinkannya.
"Baiklah sayang, kamu boleh pergi ke Indonesia tapi dengan satu syarat," ucap Vincent melemah.
Agnes menaikkan sebelah alisnya, berfikir syarat apa yang akan di berikan pada Vincent nanti.
"Syarat apa?" tanya Agnes.
"Aku akan ikut kamu ke Indonesia," jawab Vincent tegas.
"Tidak perlu, kenapa kamu harus ikut ke Indonesia? di sana kamu tidak akan mengenal siapapun, lagian juga cuma seminggu aku di sana," jawab Agnes.
Alan mendesah kasar.
"Pokoknya aku tetap akan ikut kamu ke Indonesia, titik," Agnes sedikit terkejut dengan ucapan Vincent yang memaksa untuk ikut.
"Baiklah, terserah kamu saja, kalau begitu aku pergi dulu," Agnes berdiri dari duduknya
Vincent yang melihat hal itu langsung menahan lengan Agnes dan menariknya hingga istrinya itu duduk di pangkuannya.
Agnes terkejut dengan perlakuan Vincent, wajah mereka sangat dekat, jantung keduanya bergetar hebat. Vincent menatap wajah cantik Agnes penuh cinta, entah kenapa kejadian ini sangat di sukainya, seperti seorang yang baru jatuh cinta saja hingga membuat perut Vincent seperti digelitik ribuan kupu-kupu.
Berbeda dengan Vincent, Agnes berusaha mati-matian untuk mengontrol detak jantungnya itu, jangan sampai Vincent mendengarnya, bisa di pastikan dia akan merasa malu karena ternyata dia masih memiliki rasa untuk pria itu.
"Maafkan aku sayang, tolong jangan tunjukkan wajah mu yang dingin ini, aku sangat rindu senyuman di bibir mu itu, seperti dulu, kamu menatapku dengan senyuman cantik dan mata yang berbinar, bagaimana caranya agar aku bisa mengembalikan semuanya sayang," Vincent menangkup wajah Agnes.
Berharap Agnes akan luluh padanya.
"Ssttt jangan bergerak, nanti yang di bawah sini ikut meronta," Agnes langsung terdiam ketika mendengar ucapan itu.
Vincent senang ketika Agnes menurut, perlahan Vincent mendekat kan wajahnya dan mencium bibir merah Agnes. Rasanya begitu bahagia bisa terus berada di dekat sang istri.
Agnes membalas ciuman Vincent, jujur dia juga sangat menyukai ciuman lembut suaminya itu.
James datang bersama sekretaris Vincent dan membuka pintu, tapi sebelum pintu terbuka sepenuhnya, dia melihat pemandangan yang menyejukkan mata.
"Olga, sebaiknya nanti dulu kamu membawa coklat hangat ini ke ruang CEO, saat ini Tuan Vincent sedang tidak bisa di ganggu," ucap James memberi kode untuk sekretaris itu.
"Memangnya Tuan Vincent sedang bersama siapa?" tanya Olga kepo. Dia sekretaris baru Vincent.
"Sudah sana pergi, nanti aku panggil lagi," ucap James mengusir wanita berusia 29 tahun itu.
James tidak rela kemesraan atasannya dengan sang istri terganggu, belum pernah dia lihat pemandangan itu sebelumnya, dulu bersama Sonya, Vincent masih terlihat menjaga sikap keprofesionalan nya, apalagi di kantor.
Namun, sepertinya lain cerita ketika bersama Agnes. James senang akan hal itu.
Agnes melepaskan ciuman itu, dia memalingkan wajahnya karena merasa malu, Agnes tidak menyangka selalu menikmati ciuman dari sang suami.
'Semoga ini akan menjadi awal di mana kita bisa merajut cinta dan kasih sayang dalam hubungan yang suci ini Agnes.' Doa Vincent dalam hati.
Bersambung.
Maaf slow up ya, othor membagi waktu 🙏🙏
Jangan lupa dukungannya ya dengan cara like komen dan bunga🌹
Terima kasih 🙏🙏
Aku juga ada rekomendasi karya keren banget dari sahabat ku 🥰