Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 50



Happy Reading.


Berita tertangkapnya Carolina sudah menyebar luas, bahkan beredar foto-foto saat Carolina tengah mabuk beberapa waktu lalu dan berc*mbu dengan beberapa laki-laki di Bar. Bahkan berita tentang kasus penabrakan yang dilakukan oleh wanita itu terhadap Sonya, mantan kekasih Vincent Masahiro Zuddite juga tersebar luas.


Vincent dan Agnes saat ini tengah makan malam di kediaman Papa Romeo dan Mama Casandra. Keduanya berpamitan khususnya Vincent kepada kedua orang tuanya, karena besok Vincent akan ikut dengan Agnes ke Indonesia.


"Jadi aku minta Papa untuk menghandle perusahaan ku sementara waktu, aku akan di Indonesia selama seminggu, rencananya kami juga akan bulan madu disana," ujar Vincent pada Romeo.


"Oke, tidak masalah, nanti Mamamu juga akan membantu Papa, iya kan sayang?" Casandra mengangguk.


"Iya, nanti biar Mama yang akan menghandle perusahaan, kalau kamu mau bulan madu sekalian di Indonesia, mending kamu tambahi jadwal libur mu, dua Minggu mungkin," ujar Mama Casandra pada sang putra dengan mata yang berbinar-binar.


Sebentar, Vincent agak merasa bingung dengan sikap sang Mama yang terlihat senang seperti ini, bahkan meminta pada Vincent dan Agnes untuk menambah liburan mereka.


Biasanya, Casandra paling tidak suka jika Vincent menunda pekerjaan. Casandra dan Romeo sangat disiplin dengan putra mereka itu.


"Ma, kenapa Mama memberiku izin, bahkan memberi libur lebih?"


Casandra tertawa kecil menanggapi pertanyaan sang putra. "Kalian kan belum bulan madu, jadi tidak apa-apa, lagian Mama dan Papa ingin segera nimang cucu!" Jawab Casandra sambil memegang tangan Agnes.


"Mama begitu menyayangi Agnes, dulu kami tidak suka jika kau menjalin hubungan dengan Sonya karena wanita itu adalah cucu dari musuh Mama dulu, Mama dan Papa tidak mau kalau hubungan kalian dijadikan ajang balas dendam, tapi setelah Sonya meninggal, kakek wanita itu sempat membuat masalah tapi langsung Papa selesaikan juga, dan akhirnya mereka tahu jika yang menabrak itu adalah Carolina, kami menyelidikinya tanpa sepengetahuan mu!"


Vincent melongo tidak percaya, jadi selama ini kedua orang tuanya juga menyelidiki kasus kematian Sonya. Vincent kira mereka tidak peduli, tapi mungkin karena kakek Sonya membuat ulah, jadi Papa dan Mama Vincent bertindak secepat mungkin.


"Makanya jangan pura-pura sok tahu sampai balas dendam salah alamat, seharusnya kamu minta bantuan kami, tapi tidak apa-apa, dengan kecerobohan mu itu akhirnya Mama dan Papa mendapatkan menantu yang baik, cantik, smart dan berbudi luhur," ujar Romeo.


Agnes yang sedari tadi diam saja dan hanya menyimak akhirnya tersenyum ketika mendapat kan pujian dari Papa mertuanya. "Terima kasih, Pa. Agnes masih belum sebaik itu, butuh kesabaran serta keikhlasan yang ekstra, jadi Agnes masih belum cukup baik untuk Vincent."


"Lihatlah Vincent, istrimu sebaik ini, jangan sampai kau sia-siakan dia, kalau sampai Mama dengar sekali lagi tentang kau yang menyakiti Agnes, bisa Mama pastikan kalau kamu tidak akan pernah bisa bersama Agnes kembali!"


Vincent tentu saja sangat takut dengan ancaman Mamanya yang tidak pernah main-main.


"Siap Ma, Pa. Vincent janji tidak akan menyakiti istri Vincent lagi!" Ujar Vincent menatap Agnes yang juga tengah menatapnya dengan tatapan ketulusan penuh cinta.


Setelah acara makan malam itu, akhirnya keduanya pulang dan memutuskan untuk istirahat karena besok mereka akan melakukan penerbangan panjang.


*****


Agnes dan Vincent baru saja mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Mereka langsung memutuskan untuk pergi ke apartemen Agnes yang setahun belakang ini dia tempati. Agnes memang sempat tinggal di Jakarta selama beberapa bulan.


"Sayang, kenapa di Negara ini cuacanya begitu panas?" Vincent menggulung lengan kemejanya.


Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil yang Agnes pesan secara online itu.


"Jakarta memang panas, tapi aku suka suasana di sini," jawab Agnes tersenyum.


Vincent begitu senang melihat sang istri yang tersenyum seperti itu, dia ingin bisa melihat senyum Agnes setiap hari seperti dulu saat awal mereka dekat dan kemudian menikah.


Memang setelah tiba di Indonesia Agnes selalu menampilkan senyuman di wajahnya. Dia benar-benar sangat menyukai Negara ini, Negara asal Mamanya dan Nenek Eva.


Vincent menyentuh dagu Agnes dan mengarahkan ke wajahnya.


"Sayang, aku sangat menyukai senyum mu, melihatmu tersenyum saja sudah menjadi anugerah terindah dalam hidupku, saat ini hanya kamu yang akan mengisi hatiku, sekarang dan selamanya, aku berjanji," ucap Vincent menunjuk dadanya.


Agnes tersenyum kembali, dia juga tidak akan berharap lebih, yang pasti Agnes akan mencoba memberi Vincent kesempatan kedua.


Setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah gedung apartemen mewah di Jakarta.


"Jadi gimana, kita bisa sekalian bulan madu di sini sayang? kata orang-orang Indonesia itu Negara yang indah," ucap Vincent.


Bersambung.


Jangan lupa bunga dan like ya ya


terima kasih 🥰🥰


...****************...


Aku juga ada rekomendasi karya keren banget 🥰😘