
Happy Reading.
Di dalam mobil, Agnes hanya diam saja, tatapannya mengarah ke luar jendela, rasanya sungguh tidak tahan harus terus bersama dengan pria di sampingnya ini. Tapi dia tidak bisa pergi begitu saja karena harus segera menyelesaikan misinya. Dia juga harus segera memberitahu kepada Ayah dan nenek Eva.
Bagaimana dengan Nenek dan Papanya kalau tiba-tiba dia memutuskan untuk bercerai. Apakah alasan perselingkuhan Vincent atau kah balas dendam pria itu.
Ah, nanti saja Agnes pikirkan.
"Agnes, kamu mau ke mana sekarang?" Tanya Vincent mengawalinya pembicaraan mereka yang sejak tadi hening.
Agnes menghela nafas, entah kenapa dia tidak bisa marah terhadap Vincent. Agnes juga tidak tahu.
"Antar aku ke Mansion Nenek sekarang," jawab Agnes.
"Oke," Vincent mengangguk, dia akan melakukan apapun yang di inginkan istrinya itu.
Drrttt, drrttt!
Ponsel Vincent berdering, dia melihat siapa yang menelepon. Ternyata dari asisten pribadinya.
"Halo James, ada apa?"
"Tuan, ada sebuah petunjuk tentang mobil Nona Agnes yang di pakai untuk menabrak Nona Sonya."
Vincent menoleh ke arah Agnes ketika mendengar laporan dari James.
"Kamu urus saja James. Aku percaya padamu."
Kemudian Vincent mematikan ponselnya karena merasa tidak enak dengan Agnes. Saat ini yang di pikirkan Vincent adalah bagaimana caranya menyembuhkan sakit di hati istrinya itu.
"Tolong maafkan aku, Agnes. Aku tidak tahu jika membawamu ke tempat itu akan mengingatkan kesalahan ku padamu, maaf," ujar Vincent pelan.
Dia begitu hati-hati berucap agar Agnes tidak tersinggung. Vincent benar-benar ingin membuat Agnes memaafkannya.
Bahkan dia sudah tidak memikirkan tentang siapa penabrak Sonya. Vincent tidak peduli lagi dengan dendamnya mulai saat ini, karena kalau dia sampai menemukan siapa yang menabrak Sonya, bisa di pastikan akan kehilangan Agnes.
"Sayang, apa kamu ingin makan siang dulu?" Tanya Vincent.
"Baiklah, kita langsung ke Mansion nenek," ujar Vincent menoleh ke arah sang istri. Pria itu menghela nafas menghilangkan rasa gugup.
Sedangkan Agnes masih terdiam, entah kenapa setelah mendengar Vincent mendapat telepon dari James pikirannya menjadi kacau.
Apakah James sudah menemukan siapa yang menabrak Sonya, itu artinya sebentar lagi dia akan bisa bercerai dari Vincent.
Seharusnya Agnes merasa senang karena keinginannya bisa terwujud, tapi entah kenapa di hati kecilnya dia merasa sedih.
Vincent menghentikan mobilnya.
"Sayang, tatap mataku," ucap Vincent yang melihat Agnes hanya diam saja. Dia benar-benar tidak bisa jika harus diabaikan oleh Agnes apalagi di ragukan lagi.
Agnes menuruti permintaan Vincent, dia menoleh dan melihat suaminya yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.
"Saat ini aku merasa sangat sedih, bagaimana kalau James mendapatkan bukti dan menangkap pelaku penabrak Sonya, aku sudah tidak memikirkan tentang itu lagi sayang, Sonya telah tenang di sana, dan saat ini di hadapanku ada bidadari cantik yang bisa membuat hatiku berantakan, Agnes aku tidak akan pernah menceraikan mu," ucap Vincent dengan mata yang menyiratkan kesedihan dan keseriusan.
Bahkan Agnes tidak melihat kebohongan sama sekali dimata itu. Sudah berhari-hari Vincent memperlakukannya dengan begitu manis. Bahkan pria itu selalu mengatakan jika dia menyesali perbuatannya pada Agnes.
"Vincent, apakah kamu bisa ku percaya lagi? Dulu kau juga mengatakan cinta padaku, tapi ternyata semua hanya omong kosong!! Lalu apakah aku boleh membuka hatiku yang telah luka ini? apakah aku bisa ... !!
Grepp!!
Vincent langsung memeluk Agnes erat, bahkan pria itu sudah berderai air mata saat ini. Hatinya sangat sakit mendengar Agnes berbicara seperti itu, sungguh dirinya sangat menyesal telah menyakiti hati istrinya itu.
"Agnes aku cinta padamu, aku sayang padamu, istriku maafkan semua khilaf ku yang telah menyakiti hatimu, akan ku buktikan bahwa kamu wanita berharga di hidupku," ucap Vincent di sela tangisnya.
Agnes juga merasa sesak di dadanya, sejujurnya dia juga susah untuk benar-benar membenci Vincent, meskipun kenyataannya dia memang sangat kecewa terhadap pria itu.
Vincent melepaskan pelukannya dan menatap wajah Agnes yang masih saja terlihat datar. "Beri aku kesempatan kedua dan akan ku buktikan jika aku benar-benar serius padamu, bukan hanya omong kosong yang akan membuat mu terluka kembali," ujar Vincent.
Pria itu menangkup wajah Agnes dan langsung mencium bibirnya lembut, memagut dan menghisap sambil berderai air mata, Agnes juga menangis sambil terus membalas ciuman dari suaminya.
Bersambung.