
Happy Reading.
Beberapa hari kemudian.
Malam itu di Mansion nenek Agnes, yang bernama Nyonya Eva, wanita paruh baya yang berusia Enam puluh lima tahun itu adalah merupakan asli wanita Indonesia, di mansion itu sedang mengadakan makan malam keluarga besar.
Semuanya sedang membahas tentang pernikahan Agnes dan Vincent yang akan di lakukan sebulan lagi.
Pernikahan itu memang terkesan begitu cepat karena keluarga Vincent ingin pernikahan keturunan dua orang besar itu untuk segera bersanding.
Vincent beralasan karena dia memang sudah mencintai Agnes, kisah percintaan nya dengan Sonya memang sedikit yang tahu. Hanya sahabat dekat dan orang-orang yang dekat dengan Vincent.
Hanya dengan kebohongan bahwa Vincent begitu mencintaimu Agnes dan mereka saling mencintai itu sudah cukup membuat keluarga besar percaya.
Tuan Romeo Zuddite dan Nyonya Casandra Masahiro Zuddite sama sekali tidak mengetahui motif sang putra di balik pernikahan itu, kedua keluarga besar memang sudah lama saling mengenal dan mereka pun mengadakan kerja sama sejak dahulu.
Ayah Agnes, Tuan Alfredo Dwyane adalah kolega bisnis Tuan Romeo. Kedua perusahan besar itu sama-sama menguasai raja bisnis di kota itu.
"Agnes, apa kamu sudah siap menikah, nak?" Tanya nenek Eva.
"Ehmm, sebenarnya Agnes belum siap, tapi ya harus siap," jawab wanita cantik itu tersipu.
Tentu saja kejutan-kejutan kecil selalu Romeo berikan tak terduga padanya.
"Kamu harus bisa menjadi seorang istri yang baik untuk Vincent, ingat setelah kamu menikah nanti tanggung jawab akan lebih besar, membina rumah tangga itu tidak mudah nak, kamu harus bisa menjaga suamimu dan juga rumah tangga mu nanti," Ucap Nenek Eva menasihati cucunya itu.
"Tentu saja Nenek, aku selalu menuruti semua perintah mu itu, jadi Nenek tidak usah mengkhawatirkan Agnes, Agnes sudah dewasa Nek," Jawab Agnes dengan raut wajah serius.
Carolina yang melihat hal itu merasa sangat kesal dan marah, dia masih tidak terima kalau Agnes menikah dengan Vincent. Tidak ada yang tahu jika Carolina sedang mengepalkan tangannya di bawah meja.
Seharusnya aku yang menikah dengan Vincent bukan kamu Agnes! aku tidak terima di perlakuan seperti ini. Batin Carolina geram.
"Setelah menikah kamu tidak perlu mengurus perusahaan yang ada di California lagi, nanti Papa yang akan menghandle nya dari sini, Papa juga sudah menyuruh orang kepercayaan untuk mengelola perusahaan," Ucap Papa Jhonatan.
"Iya Pa, sebenarnya Agnes sudah nyaman mengelola perusahaan itu, tapi kalau memang Agnes harus berhenti bekerja karena harus ikut dengan suami, ya apa boleh buat," Jawab Agnes yang mendapatkan senyuman dari nenek Eva.
Vily mengelus lengan putrinya agar tidak emosi, dia bisa melihat tatapan mata Carolina yang penuh dengan kemarahan.
Sedangkan Agnes melirik ke arah Carolina yang sedang menatapnya tajam itu, seolah mengibarkan bendera perang untuknya.
Tapi Agnes berusaha tidak menghiraukan tatapan dari Carolina, karena dia tidak merasa bersalah karena memang ini semua bukan kemauannya, di sisi lain Agnes juga sudah mulai membuka hatinya untuk Vincent.
'Aku bahkan tidak tahu kalau kalian pernah memiliki hubungi!'
****
Keesokan harinya.
Vincent dan Agnes sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran bintang Lima, tempat yang selalu di datangi oleh para pasangan muda itu menyajikan berbagai macam makanan yang mahal.
Vincent ingin memulai pendekatan kepada calon istrinya itu dan mengambil hatinya.
Rencananya akan dia susun begitu sempurna, membuat Agnes mencintai nya kemudian mencampakkannya sampai wanita itu merasa tersiksa.
"Aku sudah memesan gaun pengantin yang indah untukmu sayang, gaun yang dirancang oleh designer terkenal dan akan membuat mu menjadi sangat cantik di acara pernikahan kita nanti, aku begitu terpesona dengan kecantikan wajahmu ini," ucap Vincent menatap wajah cantik wanita di depannya itu.
Berusaha membuat Agnes tergoda dengan kata-kata yang mendayu lembut ditelinga Agnes. Membuat wanita itu terbawa perasaan sampai melayang ke awan dan akan dia hempaskan perlahan.
Meskipun terkadang Vincent akan ikut terbawa dalam permainannya karena memang Vincent mengakui kecantikan Agnes yang luar biasa itu.
Bersambung.
untuk yang aku sebut namanya segera DM ya 🥰