Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 22



Happy Reading.


Agnes menatap Vincent yang masih berbaring di pinggir jalan itu dengan tatapan penuh kebencian. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa pria yang sudah merebut hatinya itu hanya memanfaatkannya.


"Jawab Vincent!! kenapa tidak kamu biarkan aku mati saja di tabrak mobil tadi agar dendammu terbalaskan!! bukankah itu yang kamu inginkan, hah!! kamu menginginkan aku mati sama seperti wanita yang kamu cintai itu 'kan, mati dengan cara yang sama!!" teriak Agnes pernuh emosi.


"Agnes, Uhuk! uhuk! Agnes," Vincent merintih memanggil Agnes dengan bibirnya yang bergetar. Dia hanya bisa menahan seluruh tubuhnya yang terasa sangat sakit.


"Aku benar-benar membencimu Vincent Zuddite!! aku pastikan kamu menyesal karena telah menyelamatkan ku!" ucap Agnes masih dengan tatapan tajamnya.


Vincent masih terus menatap ke arah Agnes yang sedang berdiri di samping tubuhnya itu. Pria itu bisa melihat kilatan kebencian di mata wanita itu.


"Apa maksudmu Agnes, aku sudah menyelamatkan mu, tapi kenapa kamu marah padaku, aku sangat kesakitan saat ini, apa kamu tidak mau menolong ku?" ujar Vincent lirih.


Matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik Agnes dan mata hazelnya itu.


"Tidak, aku tidak akan menyelamatkan mu, aku ingin kamu mati di sini, lihatlah tempat ini begitu sepi, bahkan sangat jauh dari pemukiman penduduk, aku akan pergi meninggalkan mu, nikmatilah kesakitan yang kamu rasakan saat ini, karena sebentar lagi kamu pasti akan mati, hahaha!" Agnes terlihat mengerikan. "Selamat tinggal Vincent!! Aku pastikan kau akan mati karena tidak akan ada yang datang menolongmu, pergilah menemui kekasih mu yang sangat kamu cintai itu di alam sana!!" seru Agnes menggelar disertai petir yang menyambar.


Kemudian wanita itu pergi berjalan menuju mobil Vincent dan masuk ke dalam. Agnes menatap Vincent kembali, menatap pria yang tidak bisa bangun itu dengan mata yang sudah basah, rasa sakit di hatinya karena menjadi sasaran balas dendam yang salah alamat membuat wanita itu tega meninggalkan Vincent di jalan yang sepi ini.


Suara petir terus menggelegar pertanda hujan akan turun dengan lebat, memang saat ini di kota tersebut sedang musim hujan.


Vincent hanya diam saja saat Agnes meninggalkan nya, hatinya juga ikut hancur kala melihat Agnes yang terlihat kesakitan. Pria itu memejamkan matanya, merasakan sakit di seluruh tubuhnya, bahkan hanya untuk duduk dan berdiri dia tidak bisa.


Pikirannya hanya di penuhi oleh ucapan Agnes saat di dalam mobil sampai yang baru saja di ucapkan. Agnes mengatakan bahwa dia tidak pernah menabrak seseorang, wanita yang masih menjadi istrinya itu bahkan mengatakan bahwa dirinya salah sasaran.


Hujan tiba-tiba turun dengan deras dan lebat, angin bertiup sangat kencang, Vincent hanya sendiri di tempat itu. Terkapar tidak berdaya sambil menutup matanya. Agnes telah meninggalkan nya, kebencian nya terhadap Vincent benar-benar sudah dia buktikan.


Mungkin benar yang di katakan Agnes bahwa dia akan mati di tempat itu tanpa di ketahui oleh orang lain.


Apakah Vincent telah mendapatkan karma dari dendam nya yang salah sasaran? kenapa hatinya tidak merasa bahagia ketika melihat Agnes menangis.


'Ada apa dengan ku? apakah aku benar-benar sudah terjerat cinta dari Agnes!'


Bersambung